Happy reading!!
Pagi ini, Khaotung maupun First sama sama libur bekerja.
Keduanya nampak bahagia berbagi tugas di dapur untuk membuat sarapan, sembari diselingi oleh cerita harian First kemarin.
Oh, kemarin itu hari yang melelahkan makanya dia menyuruh Fei untuk datang bersamanya.
Ada beberapa kesalahan yang sulit diperbaiki, tapi kemudian setelah bertukar pendapat dan menghitung untung rugi bila diperbaiki semuanya menjadi lebih mudah.
Fei tidak sembarangan dipilih sebagai ketua divisi Khaotung, tapi tetap saja First mungkin lebih leluasa lagi bertukar pikiran dengan Khaotung jika dia mau sedikit menunjukkan minatnya menggantikan Fei tahun depan.
"Aku tidak tahu jika kau akan sedekat itu dekat Pak Fei," respon Khaotung.
"Aku tidak bisa seperti itu walaupun Pak Fei terlihat sangat mudah akrab," sambungnya.
"Saat di bekerja di lapangan, kita punya banyak pembahasan dan bekerja sambil mengobrol, jika di kantor kita harus lebih fokus lagi," jelas First.
"Hei, kenapa berbohong pada Pak Fei jika aku tinggal di lantai 10?"
First hanya tertawa kemudian menjelaskan jika ia hanya bercanda, toh jika Fei benar-benar datang untuk berkunjung pun dia akan diberi tahu pihak Kondo soal berapa lantai yang telah digunakan.
"Dia bercerita padamu?" Tanya First sembari berbalik menghadap sang kekasih.
"Em, jadi aku beritahu padanya jika aku tinggal di lantai 3," jawab Khaotung sembari menunjuk atap. Tepat sekali, kamar di atas adalah kondonya.
"Jika dia berkunjung kau akan menyambutnya?" Tanya First lagi.
"Tentu saja, bukankah itu sifat dasar dari sopan santun?" Tanya Khaotung balik.
"Tapi dia menyukaimu," jelas First.
Khaotung kembali menghela napas, lalu kenapa jika Fei menyukainya? Toh Khaotung mencintai First.
"Bukan begitu," gumam First.
"Kau cemburu."
First menolehkan kepalanya pada Khaotung yang tersengal, kemudian kembali menghela napas lalu mengangkat bahunya, anggap saja begitu.
"Aku tidak akan membiarkannya datang sendirian~ Nana akan ikut," sambung Khaotung.
"Mau kencan di taman hari ini?" Tawar First sembari menyuapi Khaotung satu potong wortel.
"Setuju."
----
"Jika desain gedung apartementku berhasil menarik minat klien, aku akan dapat bonus besar."
"Benarkah? Berapa banyak?"
"Lumayan, untuk bangunan rumah 2 lantai."
"Aku juga akan dapat bonus sebentar lagi, satu restoran yang telah siap di tempati itu sangat mendapat apresiasi klien."
"Aku akan menggunakannya untuk tabungan perabotan, bagaimana?"
Khaotung tersenyum kembali menganggukkan kepalanya, walaupun libur begini tetap menyenangkan berbicara soal pekerjaan.
Itu karena keduanya mencintai pekerjaan mereka, pun juga Khaotung memiliki impian untuk membangun rumah bersama First.
Pembelian lahan akan dibagi dua, lalu bangunan akan ditanggung Khaotung, sedangkan isi rumah akan ditanggung First, cukup adil.
"Bagaimana jika ada kolam renang?" Tanya Khaotung.
"Akan lebih bagus jika kita punya kolam renang menghadap ke area hutan, aku akan cari lokasi yang cocok," jawab First.
"Aku mungkin akan sering bermain bilyard, ayo buat ruang khusus untuk itu," sambung First.
"Boleh juga, aku harus menggambar ulang desain rumahnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Office [COMPLETED]
FanfictionSulitnya menjalin kasih dengan rekan kerja.
![Love In The Office [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/374331332-64-k637339.jpg)