Happy reading?
First mencintai Khaotung lebih dari apapun. Masa depannya terlukis karena Khaotung ada di masa sekarangnya, yang menyembuhkan rasa luka dari sakit hati akan sebuah hubungan di masa lalu.
First tidak pernah melupakan Khaotung dalam setiap detiknya.
Apa yang Khaotung suka dan tidak suka?
Apa yang Khaotung inginkan dan tidak?
Apa yang membuat Khaotung bahagia dan tidak?
First tahu.
First selalu menempatkan Khaotung sebagai prioritas utamanya, setelah itu barulah keluarga, dan First terkadang tidak mau repot memikirkan dirinya seendiri.
Cintanya yang begitu besar itu membuat First bahkan sulit mengekspresikan rasa kecewanya lebih jauh lagi.
Berapa kali sudah First dikecewakan oleh Khaotung? Namun dia selalu berakhir menjadi yang pertama datang untuk meminta maaf dan menjelaskan situasi.
Satu kata cinta dari Khaotung itu rasanya sudah cukup, menyembuhkan semua luka kecewa yang diberikannya.
First sebodoh itu. Tidak, semurni itu cinta yang ia punya untuk Khaotung.
Hari ini adalah jam pulang Khaotung, seharusnya. Tapi Khaotung bilang kemarin jika dia akan lembur bersama Nana dan yang lainnya, jadi dia tidak akan pulang tepat waktu.
First menatap jam tangan dan gerbang kantor yang terlihat mulai dipadati para pekerja yang keluar menggunakan kendaraan dan juga berjalan kaki.
First menunggu di jarak yang lumayan jauh, tapi dia bisa melihat dengan jelas siapa-siapa saja yang keluar dari gerbang kantor tersebut.
5 menit berlalu...
10 menit berlalu...
Tak ada Khaotung yang terlihat keluar dari gerbang kantor hingga kendaraan dan orang-orang sudah mulai sepi.
Harapan itu tumbuh lagi, bahwa Khaotung mungkin benar-benar pergi lembur.
Ting...
Sebuah pesan masuk dari Fei.
Fei: Aku sedang cuti, First. Mungkin saja? Kau begitu ingin memberikan kontribusi besar untuk Halli?
First sengaja mengirim pesan pada Fei, berbasa-basi untuk mengetahui apakah Fei juga lembur atau tidak, tapi sebagai ketua divisi bukankah seharusnya dia juga lembur?
Kemudian First kembali menolehkan kepalanya pada gerbang kantor setelah melihat mobil yang ia kenali melewatinya lalu berhenti didepan gerbang.
First segera mengalihkan seluruh fokusnya pada gerbang Kantor, dan kemudian seseorang yang ia kenali muncul dengan ponsel di telinganya.
First mencoba mengontrol emosinya saat memutuskan untuk mengikuti mobil taxi online yang mulai kembali melaju itu.
Harapan kecil itu kembali menguap, yang mana sebenarnya itu pun bukan harapan yang membuatnya sedikit tenang.
First hanya ingin semuanya itu hanya sebatas kecurigaannya saja, tapi kalau sudah sampai seperti ini? Hal apa yang First perlu percaya?
Khaotung berbohong soal lembur bekerja, satu kebohongan yang membuat First gelisah akan semuanya.
----
30 menit perjalanan itu membawa First ke sebuah gedung hotel bersama Bangkok Night Hotel.
First hanya bisa menatap gedung itu dari dalam mobilnya, melihat kekasihnya masuk ke dalam gedung dengan terburu-buru.
First bahkan beberapa kali mencoba menelponnya, tapi Khaotung dengan sengaja mematikan ponselnya jauh sebelum dari jam pulang kerjanya.
Memang selalu seperti itu jika dia sedang lembur bekerja, tapi kali ini Khaotung melakukan itu untuk mengkhianatinya.
First tidak berpikir untuk pergi menyusulnya, untuk apa? Meminta penjelasan lebih jauh tentang kenapa Khaotung kemari?
First kemudian mengeluarkan dokumen tanda kerja kontrak yang seharusnya diberikan pada arsitek yang terpilih setelah rapat terakhir di adakan.
Tapi dokumen itu sudah diberikan pada Khaotung, bahkan langsung diantar ke Kondo untuk ditandatangani, dimana seharusnya perusahaan tidak perlu repot melakukannya.
Tidak perlu lagi menerawang siapa pria yang Khaotung temui saat ini, itu jelas Fei.
----
Khaotung berdiri di depan pintu kamar hotel yang alamatnya dikirimkan oleh Fei siang tadi. Ada perasaan ragu yang menghampirinya saat ini.
Dia menurunkan kembali tangannya yang hendak menekan tombol bel, Khaotung berjibaku dengan pikirannya sendiri sejang siang tadi.
Tidak apa-apakah?
Bukan hanya dia saja yang melakukan ini?
Fei juga bilang dia melakukan banyak trik untuk mendapatkan posisinya, tidak perduli skillnya memang cukup pantas, tapi jika tidak ada orang dalam mana mungkin Fei menjabat sebagai kepala Divisi.
Bahkan Fei berbicara soal CEO Nam yang juga melakukan trik kotor untuk posisinya, jadi kenapa Khaotung tidak bisa?
Meskipun dia harus mengkhianati banyak orang?
Ferm? Dunk?
Bahkan First, seseorang yang diluar lingkup masalah ini menjadi korban juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Office [COMPLETED]
FanfictionSulitnya menjalin kasih dengan rekan kerja.
![Love In The Office [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/374331332-64-k637339.jpg)