بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum
Jangan lupa untuk vote sebelum baca 🌟
Happy Reading
⭐⭐⭐
Apakah anak yang tidak pernah diharapkan, tidak bisa mendapatkan kasih sayang orang tua sedikit atau sebentar saja?
-Aisyah shaqueena
___
Aisyah menelungkup wajahnya di lipatan tangan di atas meja. Semangat untuk sekolah, tidak ada dalam diri Aisyah. Terkadang ia sekolah juga di penuhi rasa takut.
Selama sekolah, jarang dia mendapatkan teman. Saat mendapatkan teman, justru ia hanya di manfaatkan. Tidak ada yang benar-benar tulus. Di depan Aisyah Mereka baik, di belakang mereka menghina Aisyah. Mereka mau berteman dengan Aisyah karena ia pintar. Semenjak tahu mereka berteman dengan Aisyah untuk mendapatkan nilai baik dan melihat orang tuanya tidak pernah bangga, tidak peduli. Aisyah tidak lagi ambis untuk pintar. Bahkan peringkat Aisyah berubah drastis. Dari satu dari depan berubah menjadi satu dari belakang.
Bully. Ia setiap bersekolah mendapatkan nya. Entah salahnya apa membuat mereka benci pada Aisyah. Para guru mengetahui Aisyah di bully dan sudah memperingatkan pada siswa-siswi, tapi tetap saja ada yang masih membully Aisyah.
Rumah pertama dan rumah kedua nya sama-sama memberi luka. Terkadang Aisyah harap kelas dua belas ini begitu cepat, agar ia tidak lagi merasakan bangku sekolah. Ia tetap bertahan sekolah demi aunty nya. Ia tidak ingin membuat kecewa perempuan yang selalu merawat nya itu.
"Aisyah, Lo di panggil ibu Jasmine."Aisyah mendongak, menatap Fina. Perempuan yang mungkin sangat membenci Aisyah.
Aisyah bangkit berdiri. Berjalan menuju ke luar kelas. Saat melewati meja Fina, Fina sengaja menyandung kaki Aisyah membuat Aisyah terjatuh.
"Makanya jangan buat masalah mulu! Di panggil guru BK kan Lo!"sentak Fina, menatap remeh Aisyah.
Aisyah mengepalkan tangannya. Namun, perlahan kekepalan itu terbuka bersamaan helaan nafas Aisyah.
Aisyah bangkit berdiri. Lalu, melanjutkan perjalanan nya tanpa menoleh ke Fina. Sesampainya di depan ruang BK. Aisyah mengetuk pintu yang terbuka.
"Assalamu'alaikum Bu,"salam Aisyah melihat Bu Jasmine sedang duduk dengan menatap laptop. Jasmine menoleh pada Aisyah, lalu tersenyum.
"Wa'alaikumussalam. Silahkan masuk Aisyah."
Aisyah mengangguk. Kemudian, berjalan duduk berhadapan dengan guru BK.
"Maaf Bu. Aisyah buat kesalahan apa lagi ya? Seingat Aisyah, beberapa hari ini Aisyah tidak bolos pelajaran,"ucap Aisyah.
"Iya kamu memang tidak bolos pelajaran lagi. Tapi, melihat kamu yang selalu tidak semangat di sekolah membuat ibu khawatir. Tidak semangat mu itu mempengaruhi kegiatan belajar kamu. Kamu tahu kan, nilaimu selalu tidak memuaskan. Ingat Aisyah, kamu sudah kelas dua belas,"ucap Jasmine menatap khawatir siswi yang di kenal sangat malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebening Air Mata Aisyah
RandomDendam, pelampiasan, broken home, cinta, kasih sayang, kehormatan, pengorbanan Ini kisah seorang perempuan lugu dan polos yang harus menanggung kebencian dari orang-orang. Yang tentu bukan kesalahannya. Menjadi tempat pelampiasan kedua orang tuany...
