17. Kabur

92 5 7
                                        



Lama nggak up. Kira-kira ada yang masih baca nggak ya?
Ini nulisnya malam, habis kerja😭
Jadi mohon maaf, kalau nggak dapat feel nya


🌟🌟🌟

Nasywa menghampiri Rayyan dan Ilham yang berada di dekat gerbang pesantren. Seperti nya kursi di dekat gerbang pesantren menjadi tempat favorit mereka. Mungkin bisa juga menjadi cadangan satpam.

Kedua laki-laki itu  yang menyadarinya ada nya pijakan kaki, mendongak ke depan. Ketika mengetahui siapa orang yang mendekat pada mereka, seketika membuat mereka berdiri dan menatap Nasywa.

"Ilham, Rayyan, lihat Lutfan?"tanya Nasywa.

"Lutfan belum pulang umma dari pergi tadi. Rayyan juga enggak tahu, lutfan kemana,"jawab Rayyan

"Umma kenapa?"tanya Ilham menyadari Nasywa yang terlihat gelisah.

"Lutfan tahu siapa ayah Aisyah,"ucap Nasywa membuat Rayyan membelakkan mata.

"Astaghfirullah! Eh salah,"Rayyan menepuk keningnya. Kenapa ia selalu salah menyebut si?

"Bisa-bisanya tadi gue nggak mengawasi dia waktu di ruang asatidz!"ucap Rayyan menoleh Nasywa dengan rasa bersalah."maaf umma."Namun, Nasywa menggeleng. Yang terjadi biarlah terjadi tidak perlu di permasalahkan.

Ilham menukik alisnya."Emang siapa ayah Aisyah?"

"Rendra!"Ilham sama seperti Rayyan saat pertama kali mendengarnya, sangat terkejut dan tidak percaya.

"Nggak salah nih! Kayak nggak mungkin! Aisyah yang hati kecil kayak malaikat, masa punya ayah yang hatinya seperti iblis!"ucap Ilham, kedua alisnya hampir menyatu.

"Tapi itu memang kenyataan nya,"balas Rayyan.

"Nanti kalau Lutfan pulang, kabari umma ya,"ucap Nasywa pada kedua laki-laki itu.

"Iya umma,"jawab Rayyan dan ilham. Nasywa mengangguk dan melangkah pergi.

Rayyan, laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya dengan lemas. Terdengar juga helaan nafasnya."Kalau Aisyah di sini, apa enggak bahaya. Kali aja lutfan membalas perbuatan rendra lewat Aisyah, mungkin lewat luka dan lebih bahaya lagi nyawa di bayar nyawa,"ucap Rayyan membuat Ilham menatap nya horor.

"Tapi kayaknya juga nggak mungkin. soalnya itu bukan sifat lutfan,"imbuhnya lagi.

"Iya! Abang lutfan nggak sekejam itu!"balas Ilham. Tidak lama, Ilham teringat dengan satu orang."Kak Uzma, Abang,"ucap Ilham membuat Rayyan menatapnya.

"Abang lutfan akan melakukan apapun yang di katakan kak Uzma."benar kata Ilham. Lutfan akan melakukan apapun untuk Uzma, mungkin perempuan yang sangat Lutfan sayang.

Rayyan memijat pelipisnya pusing. Kenapa, si rendra harus buat ulah? Kenapa Aisyah adalah anaknya Rendra? Ini nggak bisa tukar orang tua apa ya?pikirnya.

"Balik Lo Nisa?"Dengan secepat mungkin, Rayyan menoleh setelah mendengar pertanyaan Ilham.

Perempuan yang berjalan dengan Aisyah dan Salwa itu mengangguk."Balik lah,"ucapnya.

Rayyan menyunggingkan senyum sampai mata nya menyipit. Ilham dan Salwa yang melihat itu menggeleng heran seraya terkekeh.

"Berani pulang sendiri Nisa?"tanya Rayyan, menaikkan sebelah alisnya.

"Berani,"ucap Annisa menyilangkan kedua tangannya.

"Mau Abang Rayyan antar nggak?"

Bola mata Annisa mengerling malas."Nggak!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 16, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sebening Air Mata Aisyah Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang