بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Sebelum baca jangan lupa pencet bintang nya ya⭐ di pojok kiri😁
🌟🌟🌟
"Kaka Wawa!"
Salwa dan Aisyah kompak menoleh pada anak kecil yang berlari ke arah mereka dengan raut kesal.
"Shaka!"Salwa berjongkok untuk menyamai tinggi Shaka.
"Abang layyan sama Abang Inham nakal!"adu Shaka—anak kecil itu.
"Biarkan! Nanti Kaka wawa adukan ke umma,"ucap Salwa membuat Shaka mengangguk senang.
Aisyah berjongkok di samping Salwa dan tersenyum kepada Shaka.
"Ini Shaka, putra kedua umma Nasywa,"ucap Salwa pada Aisyah.
Aisyah mengulurkan tangan di depan Shaka. Shaka menoleh Salwa dan Salwa mengangguk untuk menerima uluran tangan itu.
"Salam kenal Shaka. Aku, Aisyah,"ucap Aisyah ketika Shaka menerima uluran tangan nya.
"Kaka Aisyah,"ralat Salwa membuat Aisyah menatap bertanya-tanya Salwa."Nanti dia panggil nya cuman Aisyah,"ucap Salwa menjelaskan.
"Ayo Shaka main bola lagi!"Shaka menatap kesal ke dua laki-laki yang berjalan ke arah mereka.
"gak mau! Bola nya di ambin teruc cama kaian!"cebik Shaka.
Aisyah menatap dua laki-laki itu. Bukankah ia pernah melihat mereka. Salah satunya adalah temannya Annisa. Dan satunya lagi, saat bersama umma Nasywa datang ke sekolah nya.
"Namanya juga pertandingan Shaka,"ucap Ilham.
"Yaudah Shaka, nanti sore aja main sama Kaka Wawa dan Kaka Aisyah,"ucap Salwa menoleh sinis pada dua laki-laki itu."Jangan main sama mereka. Mereka nggak mau mengalah sama anak kecil."
Shaka mengangguk."Iya! Nanti Shaka adukan ke umma! Iya kan ka Wawa."Salwa mengangguk dan mengajak Shaka ber-tos.
"Main nya aduan. Nggak seru tau..."ucap laki-laki di samping Ilham.
"Bialin,"balas Shaka membuang muka nya ke samping dengan pipi yang di kembungkan.
Laki-laki di samping Ilham berdecak,"Adek siapa dah ini?"
"Adeknya bang lutfan,"ucap ilham.
"Tapi sifat Shaka justru ikut kalian! Heran Salwa,"ucap Salwa.
"Iyalah, kami kan guru Shaka,"ucap mereka berdua.
Laki-laki di samping Ilham menatap Aisyah."Hai Aisyah,"sapanya."Kenalin nama gue Rayyan,"tunjuknya pada diri sendiri."dan orang di samping gue Ilham,"ucapnya lagi menoleh ke ilham.
Setelah tahu nama teman Annisa. Aisyah menghampiri ilham."Ilham, nanti kalau ketemu Nisa di sekolah. Aisyah titip salam ya,"ucapnya.
"Iya Aisyah,"sahut Ilham.
"Mau kemana cil ?!"tanya Rayyan melihat Shaka yang berjalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebening Air Mata Aisyah
RandomDendam, pelampiasan, broken home, cinta, kasih sayang, kehormatan, pengorbanan Ini kisah seorang perempuan lugu dan polos yang harus menanggung kebencian dari orang-orang. Yang tentu bukan kesalahannya. Menjadi tempat pelampiasan kedua orang tuany...
