Mimpi dan Harapan

670 58 0
                                        

Ctas

Ctas

Ctas

"Dasar bodoh kalau kau tidak punya kemampuan seperti saudara mu yang setidak jangan bodoh sialan"

"m-maaf ufan minta maaf yah"

ctas

"Apa kau pikir maaf mu itu berguna hah, kau hanya beban di sini kau juga yang menyebab kan istri ku pergi untuk selama nya"

taufan hanya bisa menagis karena rasa sakit di pungung nya

lagi dan lagi pungung taufan mendapat mendapat cambukan, taufan tergelatak tak berrdaya di lantai setelah mendapat hukuman dari amato ayah nya, manik shappire nya perlahan lahan mulai tertupup

"bunda ufan capek" katanya dengan suara lemah hampir tak terdengar. dengan air mata yang mengalir di pipinya,

taufan terbagun dan hal pertama yang iya lihat adalah seorang wanita duduk membelkangi nya ia melihat ke sekeliling terdapat taman bunga yang cantik dan banyak kupu-kupu biru yang betrbangan membuat taufan terkagum "dimana ini bukan tadi ufan habis di hukum ya" batin nya

Wanita itu perlahan berbalik, menatap Taufan dengan senyum lembut penuh kasih sayang. "Ufan"

taufan tertegun sejenak saat mendegar sura orang yang dia rindukan selama ini "bunda" gumam nya

matanya mulai berkaca-kaca. Wanita itu adalah ibunya, yang telah lama meninggalkannya. "Iya, Ufan. Ini bunda," jawabnya dengan suara yang lembut dan menenangkan.

Taufan merasakan kehangatan yang lama hilang dalam hatinya. Ia berlari kecil dan memeluk ibunya erat-erat, seolah takut kehilangan lagi. "Bunda, Ufan kangen" katanya sambil terisak.

Ibunya membelai rambut Taufan dengan penuh kasih sayang. "Bunda tahu, dan bunda juga sangat merindukanmu. Tapi bunda gak bisa bareng ufan lagi di sini bukan tempat nya ufan"

Ibunya tersenyum lembut, meskipun ada kesedihan yang jelas di matanya. "Ufan harus terus hidup dan menjadi anak yang kuat. Bunda selalu ada di hatimu, di setiap langkah yang Ufan ambil. Jangan pernah lupa itu," katanya sambil menyentuh dada Taufan dengan lembut.

"tapi ufan gak bisa, ufan lebih suka di sini sama bunda disana ufan cuma beban buat ayah sama saudara ufan, ufan gak punya kekuatan kayak yang lain nya ufan juga gak pinter"

"kata siapa ufan pinter kok dan satu lagi ufan punya sesuatu yang istimewa di dalam diri ufan"

"Sesuatu istimewa?"

"Ufan liat kupu-kupu itu suatau saat nanti ufan bakal tau jawaban nya dari kupu-kupu itu"

perlahan lahan taufan membuka mata nya kini dia berada di gudang tempat dia di hukum oleh ayah nya "tadi itu mimpi" gumam nya

"Ugh.. pusing," Taufan berjongkok memegangi kepalanya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya ia gunakan untuk bertumpu pada tembok

"Butuh bantuan?"

Taufan mendongak, melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya dengan senyum simpul. Sosok yang sama seperti yang ia temui sebelumnya di taman. Pria itu terlihat tenang, namun ada aura misterius yang mengelilinginya.

"Kau pria yang kemarin...," gumam Taufan lemah, masih memegangi kepalanya yang terasa pening.

"Nama saya Maripos," pria itu menyela dengan lembut, "Aku di sini untuk membantumu."

Taufan menatapnya dengan mata yang sedikit menyipit, mencoba memahami maksud perkataan Maripos. "Membantuku? Untuk apa? Aku bahkan tidak tahu apa yang bisa ku bantu pada diriku sendiri."

Maripos tersenyum samar. "Kau tidak perlu tahu semuanya sekarang, Taufan. Tapi yang pasti, kau lebih istimewa daripada yang kau kira." Dia kemudian menunduk, menawarkan tangan pada Taufan untuk membantunya berdiri.

Taufan menatap tangan itu sejenak, ragu-ragu. Namun, akhirnya dia menerima bantuan Maripos dan berdiri perlahan. Rasa sakit di punggungnya masih terasa akibat hukuman yang baru saja diterimanya dari sang ayah. Tapi tatapan tegas Maripos membuatnya merasa sedikit lebih kuat.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Taufan pelan, masih mencoba memahami situasinya.

"Belum saat nya kau tau taufan" ucap maripos "dan satu lagi kau itu istimewa taufan"

"Kau tahu, Taufan, tidak semua kekuatan harus terlihat jelas seperti milik saudara-saudaramu. Kadang kekuatan terbesar ada di dalam diri kita, tersembunyi sampai saatnya tiba," kata Maripos sambil melepaskan tangan Taufan.

"Apa maksud mu?" Tanya taufan

"Suatu saat nanti kau akan tau sendiri"

IS THERE NO PLACE FOR ME? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang