I'm backk
.
.
.
Tiga orang tengah duduk santai sembari makan dikantin yang ramai, tiga orang itu adalah Travis, Satya, dan Hesa, sedang membicarakan soal Ricky yang kemarin Hesa kroyok.
"Gimana? Lo apain Ricky kemaren?" Tanya temannya dengan kulit pucat, Satya.
"Hm? Gua kroyok lah sampe mampus, siapa suruh ngaduan." Jawab Hesa sambil mengunyah.
"Ohh, tapi kok tumben dia gak masuk? Biasanya kalo dia dibully misalnya, dia tetep masuk."
"Suka suka dia lah, mau masuk mau kagak bukan urusan kita! Suka lu sama Ricky?" Jawab Travis sedikit ngegas
"Gak ya! Bahaya kalo Azka denger, badjingan!" Jawab Satya, ia takut jika pacarnya Azka mendengar pembicaraan mereka.
Hening setelahnya, ketiga sejoli itu melanjutkan acara makan mereka yang tertunda. Hesa sudah selesai makan terlebih dahulu sebelum Satya dan Travis, ia bilang izin ke toilet jadi temannya izinkan.
Bukan ke toilet melainkan ke gudang tempat ia memperkosa Ricky. Hesa membuka pintu besi itu dan melihat Ricky yang sudah berpakaian lengkap, mungkin kelelahan berusaha memakai baju dan celana sambil menahan rasa nyeri dibagian bawahnya lalu akhirnya tertidur pulas. Hesa memutar bola matanya malas, ia menghampiri Ricky, duduk bersila dan memperhatikan wajah Ricky perinci setiap bagian, yang paling ia suka adalah bibir.
Bibir tebal pink merona membuat ia terangsang. Ia sendiri juga bingung saat mengusap wajah dan rambut Ricky ia merasa tak tega, tapi ia hilangkan rasa tak tega itu biar ia tersiksa sendiri karna ulahnya.
"Eunghh.. Shht.. Hiks.." Ricky meringis akibat ulah Hesa sendiri.
"Heh jalang, bangun." Suruhnya
"Gua bukan jalang..." Jawabnya lemas dan masih mengumpulkan nyawa.
"Bangun atau gua perkosa lagi lebih dari ini?."
"No.. Iyahh ini emmh- bangun" Jawabnya lalu berusaha bangun.
Ricky bangun lalu duduk diatas matras yang masih ada sisa sperma mereka.
"Gue bosen jadi gue kesini buat bolos"
"Gue siksa lu sebentar ya" Tanpa menunggu jawaban dari Ricky, Hesa jalan menuju kotak penyimpanan berbagai macam tongkat, Hesa memilih tongkat yang paling sakit ketika terkena pukulannya.
*Bughh!!
*Bughh!
"Akhh!! Please.. Stophh!! Sakit..! " Suruh Ricky, karna ini benar benar sakit dari yang kemarin.
"Sakit? Mau lebih sakit lagi? Oke!" Tak segan segan ia memukul, menginjak, menjambak, dan menendang bagian perut, pelipis, jangan, dan kaki.
"Hiks!!.. Hiks..!" Ricky melihat tangannya yang memerah dan kebanyakan warna ungu dan biru. Oh ayolah, ia hanya disuruh bukan apa apa.
"Ada yang kurang, buka semua pakaian lo, gue bikin lo ke enakkan dua kali lipat." Katanya dengan intens.
"Gak! Gua gak mau.. Jangan apa apain gua lagi..!" Bilangnya memohon agar Hesa menghentikan acara memperkosanya, "Gak akan gue lepasin!"
Sembari membuka seluruh pakaian Ricky, Hesa berkata bahwa ia akan melepaskan Ricky tapi dengan satu syarat.
"Gue bakal lepasin lo, tapi ada satu syarat"
"A-apa? Bilang cepet.."
Tak ada jawaban dari sang dom, Hesa tetap melanjutkan acara membuka seluruh pakaian Ricky.
"Gak usah pemanasan kita langsung aja"
"Hah? Ap-Aahhh~ Heshh.. Pelanhh.. Pelanhh sakithh!!"
"Guahh.. Mohonhh.. Ahh.. Ahh it-mphh! Emphhh.. Mpahh.. Enhngg..!" Hesa mencium bibir merah muda Ricky agak sedikit mensamarkan rasa sakitnya. Ia memegang tangan Ricky yang masih terlihat warna ungu dan biru tua, membuatnya neringis dalam ciumannya ia tak kuat merasakan kesakitan dan kenikmatan yang diberi Hesa.
"Mulai sekarang, lo is mine! Honey."
"Nanti lo ikut pulang kerumah gue, sekarang lo tinggal dirumah gue." Katanya sambil ngos ngosan.
"Iy-iyahh.." Jawab Ricky lemas dan mengangguk.
***
//KRINGG!!~
Bell pulang berbunyi dan semua murid berhamburan keluar kelas menuju parkiran.
"Wehh, nongkrong gak? Kagak biasa?" Tanya Travis
"Ye." Jawab singkat Satya
"Kalo gue gak dulu ya, ada urusan."
"Urusan apa sih?" Tak ada jawaban dari Hesa.
Setelah semua selesai ia buru buru pergi ke gudang dan menghampiri Ricky. Teman temannya ya masa bodo, bukan urusan mereka juga.
Sampainya digudang sekolah, ia melihat kembali Ricky tertidur pulas.
"Ricky, bangun ayo kerumah gue."
"Perihh.. Gak bisa bangun.."
"Trus? Gue harus gendong lo gitu?"
"Iyahh, tapi kalo Hesa gak mau, berati gua gak ikuthh.." Terpaksa Hesa menggendong Ricky sampai parkiran halaman belakang, itu tempat parkir Hesa seorang bahkan Satya dan Travis tak tahu soal parkiran privasinya.
Hesa meletakkan Ricky dikursi sebelahnya lalu ia masuk, mengunci pintu mobil dan segera pergi pulang kerumahnya.
//Skip kamar Hesa
Hesa melepaskan gendongannya lalu meletakkan tubuh mungil Ricky dikasur empuknya.
"Diem sini." Perintahnya, ia jalan ke arah kotak kayu dan mengambil rantai, "Sini kaki lo." Ricky suka rela memberikan kakinya yang penuh luka untuk di rantai oleh Hesa.
Mungkin ia takut kepada Hesa makanya ia nurut. Selesai merantai kaki Ricky, Hesa berbaring disebelah Ricky dan memeluknya.
TBC
Gak tau, pusing
Mau ngereok ajaa
Jangan lupa vote n komenn
KAMU SEDANG MEMBACA
IS MINE! || [ HEEKI ]
Short Storybukan hal aneh dalam hidupnya ketika hesa menyiksanya secara tiba-tiba atau berbasa basi dahulu.
![IS MINE! || [ HEEKI ]](https://img.wattpad.com/cover/377880600-64-k856958.jpg)