selamat membaca
.
.
.
Sudah sebulan lebih ricky hidup tanpa naungan dari hesa, rasanya bebas tidak ada yang menghalanginya jika ia ingin melakukan sesuatu, namun kesepian selalu menyelimutinya. Perutnya kini sudah membesar sedikit, dirinya tersenyum saat melihat perutnya, sungguh ia sangat senang karena akan mempunyai buah hati.
Tangannya terus mengelus perut buncit itu tanpa henti, rasa sayang pada buah hatinya ini lebih dari rasa sayangnya pada hesa, buah hatinya lebih penting.
Seperti biasa ricky duduk di balkon sambil menikmati pemandangan gunung dan danau. Pikirannya hanyut dalam diam, sepi, sunyi, itu yang ia rasakan sekarang.
Sebuah mobil hitam entah dari mana asalnya berhenti di depan gerbang rumahnya, sepertinya ia mengenali plat mobil itu, matanya fokus menatap mobil itu yang pintunya di buka oleh seorang bodyguard.
Saat orang itu keluar, ricky reflek berdiri, itu hesa. Ricky dengan terburu buru menghampiri hesa yang masih di depan gerbang, senyumnya tidak luntur sama sekali, hatinya senang bukan main, seseorang yang ia tunggu kini akhirnya pulang.
Ricky perlahan menuruni tangga, ia berhenti di tangga ke tiga dan tangannya berpegangan pada pegangan tangga.
Ceklek
Senyuman ricky luntur karena melihat seorang wanita berpakaian sedikit terbuka mengekori hesa dari belakang, namun ia tak peduli, dipikirkan nya hanyalah hesa yang menghampirinya sambil tersenyum lebar.
"I'm home baby"
Hesa memeluk ricky yang sudah turun dari tangga. Pelukan itu sangat erat, bisa di lihat cengkraman dari tangan hesa juga ricky.
Ricky melepas pelukan itu secara paksa sampai membuat hesa bingung.
"Kenapa di lepas?"
"Dia siapa?"
Sontak hesa menoleh ke arah wanita yang melihat adegan mereka berdua berpelukan. Mata wanita itu melihat ricky dengan tatapan jijik.
Ricky tak menggubris aksi wanita itu yang melihatnya, yang ia tanya hanya siapa wanita ini mengala hesa membawanya kerumah.
"Itu sekertaris baru aku, ahn vanya, panggil aja vanya" ucap hesa yang di angguki ricky.
Hesa menggandeng tangan lembur ricky untuk naik ke atas lagi, sementara vanya membawa koper hesa di belakang.
'Jadi ini istrinya, manis sih tapi lebih manisan gue' batinnya.
'Gue gak yakin dia orang yang baik, aura pelakor nya kuat banget..' batin ricky.
"Kamu duduk disini dulu, saya anterin istri saya sebentar" ujar hesa kemudian menuntut ricky ke kamar.
Vanya mengangguki perkataan hesa, hesa kembali menuntut ricky ke kamar. Di kamar ricky menanyakan tentang vanya pada hesa, hesa menjelaskan bahwa vanya adalah teman masa sd nya, semenjak sd vanya sudah menyukai hesa namun hesa selalu menolak ketika vanya mengajaknya jalan bersama, sampai suatu hari hesa pindah karena perusahaan ayahnya pindah, di hari itu juga hesa tidak tahu kabar vanya dan melanjutkan hidup di kota ini.
Ricky mengangguk atas penjelasan dari hesa. Ricky menutup mulutnya kemudian menguap, hesa terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya ini.
"Ngantuk?"
"Iya, ayo tidurr.." ucap ricky dengan nada manja.
"Masih jam satu siang, gak olahraga?"
"Besok aja, aku ngantuk banget"
"Yaudah kamu tidur, aku mau ke vanya sebentar"
Ricky menggangguki ucapan hesa itu, ia memposisikan dirinya dengan nyaman kemudian terlelap cepat. Sementara di luar hesa dan vanya kini bicara empat mata.
Hesa dan vanya kini duduk saling berhadapan, wajahnya kelihatan sangat muak sementara vanya sangat senang.
"Sampe kapan lo mau ngintilin gua?"
"Sampe kamu nerima cinta aku"
"Cih, ngarep banget, asa lo tau gua gak ada perasaan sama lo dari dulu".
Vanya mencengkram kuat rok yang ia guna kan, emosinya sudah di ujung tanduk, vanya menahan emosinya semenjak hesa dan ricky berpelukan erat, rasa cemburunya mengalahkan rasa cintanya pada hesa dan tanpa sadar ia mendorong tubuh hesa agar bersandar pada kursi yang hesa duduki kemudian dengan lancang membuat kissmark di lehernya.
Hesa reflek mendorong kuat tubuh vanya hingga terjatuh, matanya menyoroti vanya dengan tajam. Mata penuh dendam itu bertemu dengan mata yang polos.
Dengan emosi yang memuncak hesa menjambak rambut vanya dan menyeretnya ke ruang bawah tanah.
Hesa menyeret vanya tanpa ampun sama sekali, di depan pintu ruangan vanya memohon ampun pada hesa, namun hesa tetap menyeret paksa rambut vanya yang kusut dan melemparnya ke dalam, mengunci pintu dan berniat kembali ke kamar.
"Ricky?"
Yap, ricky tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Kamu abis ngapain? Si vanya mana?"
"Dia udah pulang, ayo masuk kamar lagi"
Ricky menggandeng tangan hesa dan menuju ke kamar lagi. Ricky menoleh ke arah pintu memastikan memang tak ada orang di dalam.
Sementara itu vanya yang baru sadar bahwa ia di kurung menggedor gedor pintu, berteriak meminta tolong pada siapapun namun tidak ada yang menjawab sama sekali.
Di kamar ricky kembali merebahkan tubuhnya dan menghadap kanan, membelakangi hesa yang sedang menarik selimut. Hesa memeluknya dari belakang, sesekali mencium tengkuk ricky.
'Tolong!! Siapapun yang di luar tolong..!"
"Tolong keluarin gue dari sini!!"
"Tolong!!!"
eh mampus.
KAMU SEDANG MEMBACA
IS MINE! || [ HEEKI ]
Short Storybukan hal aneh dalam hidupnya ketika hesa menyiksanya secara tiba-tiba atau berbasa basi dahulu.
![IS MINE! || [ HEEKI ]](https://img.wattpad.com/cover/377880600-64-k856958.jpg)