22

1.2K 84 15
                                        

Hesa tengah berkutat dengan laptop miliknya sedangkan ricky berjalan perlahan menuju kamar mandi, sesekali meringis.

Ia memutar gagang pintunya namun tak bisa, sepertinya di kunci. Ricky menoleh ke arah hesa yang asik dengan laptopnya.

"Kak, pintunya kakak kunci?" Tanya ricky.

Hesa memalingkan wajahnya dari laptop menjadi ke arah ricky, ia melihat ricky yang sepertinya ingin buang air kecil.

Hesa bangkit lalu jalan ke ricky, hesa menatap ricky dalam dalam, ia mengeluarkan kunci dari saku celananya kemudian membukakan pintu kamar mandi untuk ricky pakai.

Ricky masuk lalu mengunci pintunya. Sementara hesa menunggu di depan pintu, ntah apa yang ingin hesa lakukan lagi kepada ricky.

Beberapa menit kemudian ricky keluar namun langsung di dorong masuk oleh hesa. Ricky bingung, matanya menatap hesa dan berkedip beberapa kali.

Hesa mengeluarkan sesuatu dari saku sebelah kanannya, ricky memebelalak kan matanya, ia tahu apa yang hesa tengah pegang itu.

Glupp

'Vibrator?'

Hesa mengubah posisi ricky menjadi menungging, tubuhnya menungging ke arah toilet, ricky memegang sandaran toilet sebagai tumpuan nya.

Hesa membuka celana ricky kemudian memasukkan vibrator itu ke lubang ricky, selesai semua ia membetulkan posisi celana itu lagi.

Hesa membantu ricky untuk berdiri normal. Ricky memeluk hesa erat.

"Jangan nyalain pas lagi di tempat umum.."

"He'em"

Hesa dan ricky keluar, hesa menjadi penopang untuk ricky jalan, ia menggenggam tangan ricky sangat erat.

Di ranjang ricky lebih memilih tidur kembali daripada menemani hesa yang sibuk ntah ngapain. Ricky menarik selimutnya sampai batas leher, diam sebentar kemudian menutup matanya.

Baru beberapa menit terlelap ia di buat terkejut karena vibrator nya menyala, ricky menggigit bibirnya hingga berdarah, tangannya mencengkram kuat bantal yang di gunakan.

Ia bergerak gelisah, matanya ia pejamkan sementara tubuhnya menikmati rangsangan yang di berikan dari vibrator itu.

Hesa melirik dari ujung matanya, selimut bagian bawah terus bergerak sedikit cepat. Hesa menyudahkan acara menyalakan vibrator nya dan kembali pada laptop nya.

Ricky lega setengah mati, lenguhan yang ia keluarkan menarik perhatian hesa. Ricky menutup mulutnya setelah menyadari apa yang barusan ia lakukan.

"Kak, boleh tolong buatin teh anget? Perut aku sakit.."

Hesa menghentikan acara mengetik nya itu dan menatap ricky. Ia bangkit lalu keluar kamar menuju ke dapur.

Kesempatan ini ia gunakan untuk mengunci pintu kamar, kebetulan kunci kamar itu hesa letakkan di sebelah laptopnya. Setelah mengunci pintu ricky menekan tombol yang ada di sebelah vas bunga, tombol tersebut adalah tombol tangga menuju loteng.

Tangga itu perlahan turun, dengan cepat ricky naik, namun sebelum itu ia menekan tombolnya kembali sebelum tangga itu menutup rapat.

Di loteng ricky mengeluarkan vibrator yang bersarang di lubangnya. Sementara hesa yang sedang membuat teh menyadari bahwa ada yang tidak beres, lari ke kamar namun pintu itu di kunci dari dalam.

"Emang bener bener tuh anak."

Hesa berusaha mendobrak pintunya, di dobrakan ke empat pintu itu terbuka, ia tak melihat ricky di kasur.

Ia melangkahkan kakinya ke lemari, membuka laci lalu mencari lampu UV (Ultraviolet) setelah ketemu ia menyalakan lampu itu lalu menyinari benda benda yang jarang tersentuh siapa tahu ada sidik jari ricky disana.

Hesa beralih ke tembok tembok, ada bekas sidik jari miliknya juga milik ricky. Saat sudah dekat dengan vas bunga ia mencium wangi ricky didekat vas itu, dengan cermat ia menyinari tombol loteng itu, yap sidik jari ricky berada disitu berarti ricky ada di loteng.

Hesa menekan tombol itu, tangga loteng tersebut perlahan menurun, ricky yang melihat tangga loteng terbuka hanya bisa pasrah, ia terus menyebutkan nama kakak dan adiknya yang berada di Jepang, ia berjanji akan bebas dari penyekapan hesa, pasti ibu, kakak, dan adiknya sangat merindukannya, belum ia adalah anak lelaki satu satunya.

Pandangannya perlahan memburam, tapi masih bisa melihat benda benda di sekelilingnya termasuk seseorang yang menghampirinya dengan membawa tali.





































"Misora..."









"Ricky?"








"Rickyy!!"















"MISORA!!" Teriakan tersebut berhasil membangunkan pria jangkung yang memegang tangannya yang di infus.

Ternyata itu hanyalah mimpi belaka, namun kenapa sangat terlihat asli? Ricky mengelus pipi pria yang sedang berusaha memulihkan penglihatannya. Ricky tersenyum bahagia, syukurlah itu hanya mimpi.

"Ricky?"

"Iya? Kenapa, Kakak nangis?"

Hesa mengusap air matanya, benar, mengapa ia menangis? Ia menatap ricky yang juga sedang menatap dirinya. Hesa kembali menangis kemudian memeluk ricky sangat erat, dari pelukan yang ricky dapatkan sangat terasa kerinduan yang mendalam.

Hesa melepas pelukannya kemudian mengelus pipi ricky dengan lembut, ricky membalasnya dengan memegang tangan hesa yang mengelus pipinya.

"Kok kita masih di rumah sakit? Bukannya udah keluar?" Tanya ricky sambil menggenggam tangan hesa.

"Kamu koma sebulan lebih ricky" Jawab hesa.

"K-koma..? Jungwon sama sunoo..?"

"Sunoo jungwon, mereka pergi buat selama lamanya.."

DEG

Ricky tak percaya pada omongan hesa, ia menggeleng tidak percaya. Ia menatap hesa dalam dalam lalu menanyakan mengapa mereka meninggal dirinya untuk selama lamanya.

Hesa menghela nafasnya kemudian menceritakan kejadian ricky koma.

"Dibunuh..?"

"Iya, kakak liat di facebook, korban pembunuhan inisial J S, terus ciri cirinya cocok sama mereka berdua.."

Mendengar cerita hesa barusan ricky menangis sejadi jadinya. Mengapa harus sekarang? Mereka berjanji akan bersama sampai tua, namun takdir melarang perjanjian mereka.

"Kenapa..? Kenapa harus sekarang?"

"Kamu tunggu sini ya, kakak mau nungguin Jay di luar"

Ricky mengangguk, hesa keluar dari rs itu menaiki motornya, bukan menunggu Jay melainkan pulang ke apartnya.

Sampainya di apart ia langsung memasukan pin kamarnya. Mengunci pintu lalu masuk ke kamarnya, di tembok terdapat papan coklat dan juga foto orang terdekat ricky termasuk keluarganya, sunoo, dan jungwon. Foto Sunoo dan Jungwon ia coret menggunakan spidol merah.





















"Mission accomplished, then the whole family..."


































alah kaga jelas.

maaf penuh plot twist....

IS MINE! || [ HEEKI ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang