"Kak Heeseung!! Ke mall yukk!" Teriak Riki di sebelah Heeseung yang asik tidur, terganggu akibat teriakan Riki Heeseung bangun dan menarik Riki hingga ke pelukannya.
Riki tentu saja terkejut dengan kelakuan Heeseung ini. Riki berusaha melepaskan diri dari delapan Heeseung.
"Pwahh! Bau ketek tau gak!" Kata Riki memasang muka marah tapi bagi Heeseung itu menggemaskan.
"Dih, kakak mah mandi tiap hari.." "Emang kayak kamu? Mandinya tuh sesuai mood?" Ledek Heeseung dan mendapatkan kejutan yang membuatnya meringis, cubitan maut dari Riki.
"Au ah! Udah ayo ke mall.. Kita main Timezone sama Playground.." Ambek Riki.
"Boleh, tapi kiss dulu dong.." Jawab Heeseung, permintaan Heeseung membuat wajah Riki memanas, kayak Tomato kak Ross.. 👩🏻🍅
Heeseung tertawa karna melihat wajah merah Riki, merah banget sampe ke kuping kuping. Riki yang di tertawai Heeseung malah memeluknya sambil menangis. Bukan nangis beneran cuma pura pura aja :V
Heeseung panik saat Riki menangis kencang dalam pelukannya dan segera ia menghapus air mata Riki menggunakan ibu jarinya.
"Cup cup cup, iya, ayo kita ke mall" Mendengar kalimat itu secepat kilat Riki bangun pergi ke kamar dan bersiap siap.
*Lucu, jadi mau buat dia nangis lagi..* Batinnya.
Lima belas menit menunggu akhirnya Riki keluar menggunakan hoodie dan doubelan baju oversize putih tak lupa celana pendek yang hanya seatas lutut.
Sepanjang jalan Riki hanya bermain ponsel sesekali ia bicara ke pada Heeseung nanti kita ngapain aja disana? Dan lain lain.
Kayaknya bocah pada umumnya saat sampai Riki langsung menarik tangan Heeseung dan membawanya ke tempat Timezone dan Playground.
"Kak ada capit boneka, gede banget, mauu.." Bilang Riki saat mereka sedang mencari permainan.
"Gak, ngabis ngabisin duit"
"Yaudah, beli boneka Bebek itu aja.." Kata Riki sedikit mempoutkan bibirnya di kalimat akhir.
Heeseung merasa gemas mencium pipi Riki tapi untungnya tak ada yang sadar.
"Kak?! Gak jelas ih! Lagi di tempat umum!" "Nanti kalo udah pulang!"
"Berarti nanti kita pulang kamu langsung kasih aku kiss?"
*Bego! Riki bego! Salah ngomong kan lo!* Batinnya menyalahkan diri sendiri.
"Gak tau!" Jawaban singkat setelah itu Riki jalan menuju toko boneka Bebek. Dirinya kagum melihat boneka boneka itu ter susun rapih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Ilustrasi
"Bagus semua.. Itu yang Bebek tinggi banget" "Kak Heeseung tolong ambilin"
"Yang mana?"
"Itu yang Bebek pake bantal leher biru langit"
*Dia picek apa gimana sih? Tuh boneka gede anjir* Batin Riki sambil melirik ke arah Heeseung sinis.
Heeseung mengambil boneka yang Riki inginkan lalu memberinya pada bayi kesayangannya, "Nih, mau makan gak?" Tanya Heeseung sambil melihat sekitar.
Riki dengan polosnya mengangguk semangat udah laper mungkin, selesai membayar mereka berdua pergi ke tempat makan, Heeseung ingin sekali ramen dan Riki ingin Bungeoppang dengan isian coklat lumer.
Heeseung dan Riki sedang memilih makanan yang akan di pesan, Heeseung memilih ramen Riki juga ramen tapi beda rasa. Sepuluh menit menunggu akhirnya ramen yang mereka nanti nantikan akhirnya sampai segera Heeseung menyeruput ramen tersebut dan di ikuti Riki di depannya.
***
Sekarang mereka sudah di rumah sedang melakukan aktivitas masing masing, tiba tiba Heeseung ingat perkataan Riki saat di mall tadi.
Heeseung tersenyum licik mengingat itu, ia bangkit dan menuju kamar, Riki sedang di kamar bermain Handphone.
"Riki.." "Apa?"
"Riki.." "Apaan sih?"
"Riki.." "Apa sih kak?!"
Tak ada respon dari kakaknya itu, Riki melanjutkan acara bermain handphonenya. Heeseung yang merasa di abaikan segera menghampiri Riki dan membalik badannya, yang tadinya tengkurap menjadi telentang.
"Yak?! Minggir gak!"
"Kamu inget gak? Kalimat kamu pas di mall tadi?" Tanya Heeseung, kalimat? Kalimat apa yang Heeseung maksud? Riki ber pikir sejenak dan teringat saat ia salah ngomong.
"E-enggak! Gak inget s-sumpah!" "Bohong."
"Jujur atau gue siksa lo sampe mohon mohon ke gue?" Kata Heeseung, kalimat tersebut membuat Riki menelan salivanya susah payah.
"I-iya inget! Udah kan? Minggir sana!" Usir Riki yang membuat Heeseung tak sabar menerkam Riki secepatnya.
Gaya yang mereka gunakan sekarang adalah Dog style, Riki berusaha menahan tangannya agar tak tumbang di tengah tengah permainan. Tangannya sampai bergetar hebat akibat menahan lelah yang diberikan Heeseung.
"Kakhh! Hikss! Sakithh! Please!"
"KAKHH!! TERLALU DALEMHH!! SAKIT!! PLEASE!!" Mohon Riki.
***
Selesai bermain hal panas keduanya tumbang apa lagi Riki. Heeseung hanya menatap wajah lelah dan memerah Riki, mengusap wajahnya yang berkeringat.
"Gue harap, lo terbiasa sama sifat asli gue, You're mine, baby.."
TBC
Guyss akun aku balikkk 😭😭
Yaa, walaupun ada persyaratannya sih.. But AKU SENENG BANGETTTTTTTT 🤍🤍😭😭💋💋💋😖😖😖😢😢😢