Ricky melangkahkan kakinya di sebuah taman, taman tersebut cukup luas dan memiliki air mancur yang bisa dibilang cukup besar. Sembari bersiul ia menikmati ademnya angin yang lewat.
Matanya melihat kesegala arah terutama sebelah kanan, ia melihat dua orang remaja menghampiri nya dengan begitu semangat, bahkan senyumnya sangat lebar seperti anak dibelikan mainan.
"Ricky!!! Lu kemana aja?!"
"Sunoo dongo ih, udah tau pulkam masih nanya"
"Brisik lu, gue panggil bangchan tau rasa!"
Jungwon ciut seketika, bagaimana sunoo bisa tahu bahwa ia takut dengan bangchan? Ceritain pun tak pernah. Sementara sunoo memeluk Ricky erat seerat eratnya, mungkin efek rindu sudah dua bulan tidak bertemu dan tidak berkomunikasi sama sekali.
Jungwon menatap sunoo dengan wajah julid nya kemudian gumoh saat sunoo ngedusel di dada Ricky.
"Iya maaf gue lupa ngabarin, soalnya mendadak handphone gue juga rusak jadi ganti baru" Ucap Ricky.
Sunoo dan jungwon mengangguk paham. Sunoo mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, yaitu berupa cincin hitam dengan perpaduan silver dan terukir inisial mereka bertiga.
"Pake, tanda persahabatan kita!"
Sunoo memberikan cincin itu pada Ricky, Ricky melihat lihat cincin itu kemudian memakainya, elegan dan keren, itu lah yang ada dipikirkan Ricky.
Sunoo menarik tangan Ricky dan Jungwon untuk foto bersama.
"Foto, gue mau pasang story instagram"
Jungwon dan Ricky mengepalkan tangan mereka lalu saling bersentuhan termasuk sunoo.
Cekrek
"Wihh, keren keren! Jalan lagi yuk"
Kedua sahabatnya itu mengangguk. Mereka bertiga jalan bersama sambil mengobrol tentang keseharian mereka. Ricky melihat jam di tangannya, wajahnya panik saat waktu menunjukkan pukul 17:56 pm.
"Gue balik duluan ya, udah waktunya"
"Yahh, secepet itu?" Tanya Sunoo sambil memasang aegyo sedihnya.
"Sok imut lu pantek, geli gue jadinya"
"Suka suka gue deh, yeu kerepotan amat lu ama muka gue"
Jungwon tak membalas ucapan sunoo melainkan memasang wajah julid nya dan mencicit pelan. Ricky hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu.
"Duluan ya" Ucap Ricky dan diangguki jungwon juga sunoo.
Ricky jalan sedikit cepat menuju apart hesa. Dirinya semakin dibuat takut saat melihat kembali jam di tangannya.
"Duh, udh lewat dua jam lagi, lupa kalo gua naik taxi tadi, semoga kak hee gak ada di apart..."
Hatinya gelisah, pikirannya campur aduk, takut jika ia akan disiksa lagi. Luka di badannya belum seratus persen sembuh, karena setiap saat ada luka yang bertambah.
Ricky menekan angka lift nomor 15, ia keluar lalu lari menuju kamarnya. Kamar itu tepat di ujung dekat dengan tangga darurat.
Jarinya menekan pin dengan sedikit gemetar, ia memutar gagang pintu perlahan dan sedikit mengintip, Ricky menghela nafas lega, heeseung belum pulang ternyata.
Ricky membuka sepatunya lalu ke kamar.
Ceklek
Sebelum Ricky balik badan, seseorang lebih dulu mengukung tubuh Ricky, siapa lagi jika bukan hesa?
"Dari mana aja?"
"Kak..? Maaf.."
"Jawab dulu pertanyaan gua"
"Aku ha-habis dari taman, terus ketemu jungwon sama sunoo.. Maaf jangan hukum aku.."
"Keasikan ngobrol?"
Pertanyaan terakhir hesa hanya diangguki oleh Ricky. Hesa menghela nafasnya kemudian menggendong Ricky ke kasur, menurunkan tubuh Ricky secara perlahan lalu berbaring di sebelahnya, menarik selimut kemudian memeluknya erat.
Ricky tak percaya apa yang ia lihat dan rasakan saat ini, sifat hesa berubah 380° dari biasanya, yang biasanya jika ia pulang terlambat akan dihukum namun ini? Hesa memperlakukannya dengan lembut.
Tangisnya tak tertahan lagi kemudian nangis didalam pelukan hangat hesa, membangunkan hesa yang hampir terlelap.
"Lo kenapa?"
"Gapapa.. Hiks..!"
Hesa menghapus air mata Ricky dengan lembut, Ricky semakin nangis dibuatnya, sikap inilah yang Ricky inginkan selama tinggal bersama hesa.
"Daripada lo nangis begini, mending tidur, besoknya kita nonton gimana?"
"Mau.."
Hesa mengangguk lalu kembali tidur, namun sebelum itu Ricky menoel noel pundak hesa.
"Apa-mphh"
Ricky menangkup pipi hesa, mencium bibir nya dan melumat pelan. Tak lama lumatan itu dibalas oleh hesa dengan lembut.
Tujuh menit saling melumat ciuman itu terlepas, saliva panjang entah milik siapa lepas saat hesa beralih ke leher.
"Nghh.. Kak.. Geli..!"
Hesa kemudian menatap Ricky, mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
"Tidur ya, besok kita full jalan jalan"
Ricky mengangguk kemudian masuk kembali ke pelukan hesa, tangan kelarnya mengelus rambut Ricky, lalu tertidur pulas.
acc tiktok ku ilang weh 🥲🥲
makanya ga up vid, tiba-tiba ilang gitu aja bjir 🥲🥲
semoga suka ya, vote jangan lupa 😏😏😏
KAMU SEDANG MEMBACA
IS MINE! || [ HEEKI ]
Cerita Pendekbukan hal aneh dalam hidupnya ketika hesa menyiksanya secara tiba-tiba atau berbasa basi dahulu.
![IS MINE! || [ HEEKI ]](https://img.wattpad.com/cover/377880600-64-k856958.jpg)