23

1.1K 82 25
                                        

bagi yang ga paham di bab 22, sini tak jelasin

jadi sehabis kecelakaan itu ricky beneran koma ges, nah bagian apart hesa di datengin sama polisi sampe ricky lemes di loteng itu sebenernya MIMPI.

terus kenapa Sunoo sama Jungwon bisa meninggal? karena pas ricky masih koma hesa nyempetin ngebunuh mereka berdua, seperti judulnya IS MINE berarti hesa ga ngebiarin ricky dekat sama sahabat atau keluarganya gituu..

PAHAM?!!

.

.

.

Remaja berhidung mancung sedang duduk di kursi jet pribadi nya, di telinga nya terpasang jelas earphone putih dan tangannya memegang sebuah komik.

Matanya meng absen setiap kalimat yang tercantum di komik itu. Ia akan dinas keluar negri selama dua bulan lebih.

Selama membaca komik hatinya gelisah mengingat istrinya sedang mengandung anak pertamanya.

"Semoga mereka sehat sehat aja"

-

-

-

Sementara di rumah megah seorang bumil sedang menyapu ruang tamu sendirian, walau sudah di larang oleh maid maid disana ia tetep kekeuh ingin menyapu ruang tamu.

"Nyonya lee anda seharusnya istirahat biar maid yang ngerjain ini semua.." Ucap maid itu.

"Kandungan saya baru sebulan, masih bisa gerak bebas lah, jadi bisa bantu bantu kalian di rumah, yakan?" Ujar ricky, ia mengusap perutnya.

Maid bernama yuqi itu menghela nafasnya pasrah, nyonya nya ini memang susah di beri tahu, jika di nasehati oleh suaminya ia malah prengat prengut.

"Baik, kalo nyonya ada masalah panggil saya saja, saya cuci piring dulu"

Sebelum yuqi meninggalkan nya ricky mengeluarkan kalimat yang membuat yuqi mengeluarkan mata judgenya.

"Sisain piringnya saya juga mau nyuci"

"Dih?"

"Yaudah gausah, saya nyapu aja"

Wajah yuqi langsung berubah drastis yang tadinya sinis kini tersenyum senang penuh kemenangan. Setelah itu yuqi turun kebawah untuk mencuci piring.

Ricky meletakkan sapunya lalu duduk bersandar di sofa. Ia mengambil ponselnya lalu memberi pesan ada hesa.

Selesai memberi pesan ricky meletakkan ponsel di sebelahnya, entah kenapa saat mengandung ricky ngantuk terus terusan, walau sudah yoga dan berolahraga tetap saja matanya selalu ingin tertutup.

"Hobi banget ngantuk nih semenjak ngandung"

Perlahan matanya mulai menutup, namun terbuka dan tertutup lagi, ricky berusaha menahan ngantu knya walau akhirnya ya tumbang juga.

5 jam kemudian~~

Ricky terbangun dari tidur nyenyak nya karena mendengar suara grasak grusuk dari luar kamarnya. Matanya mengerjap berusaha memulihkan penglihatannya.

Ketika penglihatan itu sudah sepenuhnya normal ricky jalan keluar untuk melihat siapa yang grasak grusuk di malam hari begini. Tangan lembutnya memutar gagang pintu, sebelum ia membuka sepenuhnya ia mengintip sedikit.

Oh anjing peliharaan miliknya, pintu itu ia buka lebar mengeluarkan kan badannya dari ruangan itu dan jalan ke ruang tamu. Suasananya gelap tidak ada yang special sama sekali, biasanya jam segini ia dan hesa nonton bersama sambil nyemil.

Ia duduk di sofa, tangannya meraih remote dan menyalakan tv itu, ia menekan aplikasi disney lalu menyetel film the maze runner.

Katanya fokus menonton namun pikirannya fokus pada hesa, baru sehari di tinggal saja rasanya seperti ditinggal bertahun-tahun. Lama kelamaan dada nya sesak air matanya juga perlahan turun, ia mengelus perutnya yang masih sedikit rata kemudian menghapus air matanya.

Ricky mematikan tv nya, beranjak ke kamar untuk menelpon seseorang. Ia mengambil ponselnya, menekan kontak ber emot itu dan mulai menelpon hesa.

Tut..

Tut..

Tut..

Di sebrang sana hesa mengangkat telpon masuk dari istrinya, ricky memposisikan dirinya menjadi tiduran menghadap samping.

"Loh, kamu nangis?" Tanya hesa di sebrang sana.

Ricky mengangguk atas pertanyaan hesa barusan.

"Gimana di rumah, ada kerusakan?"

"Kalo itu ada, cuma beberapa, itu juga gak parah parah banget"

"Bagian mana aja yang rusak"

"Laci dapur gagangnya patah, kursi di teras kakinya patah, terus yang paling jijik itu pas ac kamar yuqi di bersihin, ada cicak dua gede banget, pantesan kamar yuqi bau bangkai cicak"

"Waduh bahaya tuh"

"Iya makanya, kapan kamu pulang, aku kangen.."

"Haha, baru sehari aku tinggal udah kangen aja, ya kalo kerja samanya lancar aku pulang lebih cepet"

"Lebih cepet itu kapan?"

"Kayanya dua minggu deh"

Ricky tak kuasa menahan tangisnya, ia terisak kecil, hidungnya merah juga pipi dan bawah matanya sudah basah.

"Kok nangis? Nanti aku pulang kok"

"Kamu tidur ya sayang, aku juga udah ngantuk, besok mulai rapatnya, dadahhh!"

"Iya dadah, cepet pulang yaa baby nya udah kangen sama kamu"

"Haha iya"

Tut

Ricky meletakkan ponsel nya di laci sebelah ranjangnya, matanya perlahan menutup, mulutnya terbuka sedikit.

Sementara hesa masih memainkan ponselnya, ia scrolling twitter takut jika ada yang menyebarkan fitnah pada ricky, ia tahu ricky itu bagaimana di kampus dulu.

Sejauh ini aman dan selanjutnya pintu kamarnya di ketuk begitu keras, ntah siapa malam malam begini yang mengetuk seperti orang gila.

Ceklek

"Vanya?"

"Hai hesa, udah lama gak ketemu"

Vanya memeluk hesa tanya seizin pemilik badan itu, hesa reflek mendorong vanya agar lepas dari pelukannya.

"Kok di lepas, kamu gak kangen aku?"

"Gua udah beristri, ngapain kangen sama lo"

"Istri? Siapa?"

"Mau tau banget?"

Bugh!

Hesa membanting pintu kamarnya, sementara vanya mendengus kesal, sejak kapan hesa beristri? Terakhir ia lihat dia masih jomblo.



































"Siapapun yang deket sama hesa gak akan gue biarin hidup."
































walid nak dewi bole?

tak nak sosis walid dah layu

jerengjengjengjengg~~~~















VOTE NYA YA

IS MINE! || [ HEEKI ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang