Apa jadinya kalau Langkir harus berurusan dengan Geng Bonjol (pengedar narkoba) yang di mana diketuai oleh Abangnya sendiri.
Langkir Dewa Sahaja, hidupnya sempurna bak tokoh fiksi di dalam sebuah novel. Seorang atlet voli, pintar dalam osn, ketua ge...
Halo! Kembali lagiii Gimana kabar kalian? Jangan lupa vote dan komen Happy Reading
888
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
29. Penjelasan
*** "Semoga kabar baik selalu ada padamu." ***
S
etelah acara selesai, Bintang berbalik badan untuk berlari sekuat tenaga menghindari Kai. Di tengah perjalanan, Bintang tidak sengaja tertubruk seseorang. Lagi dan lagi, ia tidak fokus beberapa hari ini. Pandangannya selalu kabur ke bawah.
"Ah, maaf! Bintang nggak sengaja." tunduk Bintang.
Mama Arum terkisap. "Bintang?"
Bintang merinding sebadan-badan. Ia lalu mencoba untuk menyegarkan badan menatap atas seseorang yang ia tabrak tadi. "Mama?"
"Kamu ngapain di sini?" Mama Arum memundurkan langkah, ia tidak mau terlihat akrab.
Melihat pergerakan itu, perasaan campur aduk Bintang yang dulunya masih mencoba untuk mencerna seketika bulat. Bintang marah. Bintang merasa dibuang seketika itu. Mama Arum tidak ingin melihatnya. "Mama ngapain di sini?"
"Mama cuman mampir,"
"Mampir?" Bintang terkekeh. "Sekolah bukan tempat bersantai kayak cafe, Ma."
Mama Arum gelagapan. Ia tidak mau menunjukan dirinya sudah menikah dan memiliki anak, walaupun anak itu bukan anak kandungnya, melainkan anak dari pernikahan suaminya sebelumnya. "Mama ada urusan bisnis di sini!"
"Ouh, urusan bisnis yang dimaksud itu Kai?" tebak Bintang.
Mama Arum melotot kaget. "Kai?"
"Mama nggak usah pura-pura gitu, Bintang tahu semuanya."
Jika Mama Arum sedang minum sekarang, ia pasti akan tersedak kuat mendengar celoteh anak kandungnya. Mama Arum tidak menyangka secara tiba-tiba Bintang muncul dihadapannya dan mengenal anak sambunya Kai. Sekarang gantian perasaan Mama Arum yang campur aduk, ia tidak tahu harus menanggapi seperti apa. "Kamu.."
"Mama tahu nggak kalo yang Mama lakuin salah?"
"Mama..."
"Mama bahkan nikah lagi! Padahal Mama belum cerai sama Ayah."
"Salah!" tegas Mama Arum ingin membenarkan. "Mama udah lama cerai sama dia. Jadi mau nikah sama siapa aja, itu terserah Mama!"
"APA?!" Bintang tidak tahu. Ayah Kim Cha, Nenek, dan Abang Rizal tidak pernah menceritakan tentang ini. "Mama udah cerai sama Ayah?"
"Kenapa? Ayah kamu belum cerita tentang itu?" Mama Arum memajukan badannya. "Sudah kuduga, dia memang orang yang egois, selalu menyembunyikan fakta! Mama muak sama dia, dia berubah dengan lamban. Saking lambannya sampai kita bisa bangkrut, siapa coba yang betah."