*Vivian's Pov*
"Ini surat apa?" Tanya Ken bingung.
Loh masa Ken gak tau itu surat apa? Bukannya dia yang taroh surat itu di kolong mejaku.
"Vivian?"
Aku menatapnya bingung, sementara Ken juga demikian.
"Ini surat apa Vi?" Tanyanya sekali lagi.
"I-itu bukannya dari lo ya?"
Ku lihat Ken mengernyitka dahinya. Ia tampak berpikir, kemudian ia menggeleng. Kalau itu bukan dari Ken lalu dari siapa?
"Terus dari siapa dong?" Gumamku pelan. Tapi ku rasa Ken bisa mendengarnya.
"Vivian? Lo dapet surat ini darimana? Kayanya nih surat dari seseorang yang suka sama lo deh?" Ucapnya.
"Tapi siapa yang suka sama gue? Gue pikir itu lo Ken" Ucapku pelan saat kalimat terakhir.
Yaampun Vivian! Kenapa bisa sebodoh ini ya. Ternyata surat itu bukan dari Ken. Sebelumnya yakin banget.
Aku mendengar Ken tertawa. Emang apa yang lucu? Apa dia kira aku ngarep banget bisa dapet surat dari dia. Aku menunduk dan meminum teh hangatku lagi.
"Vi?"
Aku terdiam. Aku malu kalau menatap Ken. Udah bangga banget dapet surat dari dia, dan ternyata itu bukan dari Ken.
"Vivian angkat kepala lo" Ucapnya dengan nada serius. Duh apa dia marah sama aku?
Ku angkat kepalaku dan menatapnya, "Iya Ken?"
"Gue tau ini surat dari siapa"
"D-dari siapa?" Tanyaku penasaran.
"Juno" Jawabnya singkat.
Aku membelalak. Apa? Dari Juno? Juno suka denganku? Tapi kenapa bisa?
"Iya Juno emang suka sama lo. Dari dulu" Ucapnya dengan penuh penekanan di kata terakhir.
"Tapi ke-"
"Jelas aja bisa Vivian" Ucapnya sambil menaruh amplop biru itu di atas meja.
Aku tak menyangka jika Juno menyukai ku? Sejak kapan Juno menyimpan perasaan seperti ini?
"Udah sejak lama dia suka sama lo Vi. Tapi lo cuman anggap dia sahabat. Gak lebih dari itu" Jelas Ken seakan bisa membaca pikiranku.
Aku kembali menunduk, menatap teh hangatku yang sudah tinggal setengah gelas. Ku pikir Ken yang menyukai ku. Ternyata tidak.
Kenapa aku bisa berharap seperti itu. Gak bakal mungkin Ken menyukai ku.
"Gue pikir lo yang suka sama gue" Ucapku samar samar tapi entah Ken bisa mendengarnya atau tidak.
"Gue bisa denger ko Vi. Awalnya gue tertarik sama lo" Ucapnya yang membuatku mengangkat kepalaku.
"Tapi gue sadar. Ada yang lebih suka bahkan lebih dari suka sama lo. Dan gue yakin kalau dia itu yang lebih pantas buat lo, bukan gue" Lanjutnya.
"Juno yang lebih pantes buat lo Vi. Sebenarnya gue juga suka sama lo, tapi lo bisa lihat sendirikan? Setiap kita deket, Juno pasti kesel sendiri yang buat lo bingung. Itu karena dia cemburu"
Sumpah. Ini sulit aku pikirkan, semua ini di luar dugaanku. Jadi selama ini Juno menyukai ku, tapi dia gak berani buat ungkapin semua itu? Yaampun Juno.
"Tapi kenapa harus kirim surat begini? Kenapa dia gak ngomong langsung aja? bikin gue bingung"
"Dia takut buat ungkapin semuanya. Dia gak mau lo jadi benci dia setelah Juno jujur tentang perasaannya sama lo" Ucapnya lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only You
Teen Fiction-SELESAI- Jika ada dua pilihan dalam kehidupan ini. Aku tidak yakin harus memilih yang mana. Walau ada yang berkorban hanya untuk ku, namun tetap hati yang bisa menentukan. Siapapun itu.
