maaf kalo nih cerita abstrak, alur yang mainstream, banyak typo(s), dan kurang paham bagi pembaca. Baru mulai nulis lagi jadi tolong dimaklumin aja yes. saya bukan penulis yang handal. if you dont like pls dont read. NO JUDGE NO BULLY !! THANKS :*
****
Suara gaduh terdengar dari lantai bawah. Pagi-pagi seperti ini memang biasa mereka selalu membuat gaduh. Aku beranjak dari kasurku dan langsung kekamar mandi, setelahnya aku langsung berpakaian sekolah dan turun ke lantai bawah. Diruang makan sudah ada kak Zayn, Mama, dan Daddy. Dirumah ini hanya Aku dan kak Zayn yang tak luput dari yang namanya pertengkaran. Lihat saja sekarang, kursi makanku sudah ia tempati, susu coklat ku sudah ia minum dan sekarang tinggal setengah gelas.
Aku menghampiri meja makan dan duduk disamping kak Zayn. Dia tersenyum jahil kepadaku dan menghabiskan roti tawar yang tinggal gigitan terakhir. Aku hanya memasang wajah masam dan meminum segelas susu putih yang ada dihapanku. Itu susu kak Zayn.
"Sayang kamu ko minum susu putih? Kan mama sudah buatkan susu coklat" Ucap mama sambil memotong roti dipiringnya.
"Mama lihat saja kelakuan anak mama yang satu ini" Kataku kesal sambil melirik kak Zayn. Namun cowok itu hanya diam seperti tak ada masalah.
Mama yang melihat langsung menghela napas, "Zayn. Kenapa susu adikmu diminum?"
"Maaf ma, habisnya Vivian lama banget bangunnya" Ucapnya santai dan menghabiskan susunya.
"Lain kali jangan seperti itu kepada adikmu" Ucap Daddy disamping Mama.
kak Zayn hanya mengangguk dan ia langsung beranjak dari duduknya.
"Loh? Kakak mau kemana?" Tanyaku.
"Mau sekolah lah" Jawabnya.
"Aku kan belum selesai makan, baru juga minum sedikit susunya. Tunggu dulu" Kataku sambil menahan lengan kak Zayn.
"Kakak sudah telat. Makanya jangan kebiasaan bangun telat" Ucapnya sambil melepas tanganku dan berlalu pergi.
"Aku berangkat dulu ya Mom Dad" Kata kak Zayn.
"Zayn tunggu adikmu sebentar. Masa Vivian harus berangkat sendirian" Ucap Mama.
"Suruh berangkat pake taxi saja. Aku sudah telat, aku tidak mau dihukum lari memutari lapangan sebanyak 5 kali." Katanya dan langsung pergi.
Punya Kakak seperti kak Zayn memang menyebalkan. Kalau sudah kesiangan begini, akulah yang harus menerima akibatnya.
"Biar Daddy antar kamu ya Vi" Ucap Daddy akhirnya. Membuatku tersenyum lebar.
***
"Kenapa diam? Ayo sana masuk" Ucap Daddy. Kami sudah sampai didepan sekolah. Melihat keadaan sekolah yang sudah sepi membuatku menjadi takut untuk masuk kekelas.
"Iya Dad, aku masuk ya" Ucapku pelan, lantas Daddy menciun keningku.
Aku keluar dari mobil dan langsung masuk kesekolah dengan langkah cepat. Aku tak melihat satpam yang sedang berjaga. Ini tandanya aku tak akan dilaporkan oleh guru piket. Setelah aman aku langsung masuk kekelas, semua mata tertuju kepadaku seusai aku mengucap salam. Disana sudah ada Miss Susi, guru bahasa Inggrisku yang terkenal jutek. Aku menyesal telat dipelajaran perempuan itu.
"Sorry Miss i'm late...." Ucapku terbata namun Miss Susi langsung memotongnya.
"Kamu tau kan Vivian. Kalau telat dipelajaran saja lebih dari 2 kali akan mendapat hukuman" Ucapnya dingin membuat suasana kelas menjadi mencekam.
Aku menunduk sambil mengangguk mengerti tanpa menoleh kearahnya. Aku seperti diberi tatapan horror oleh guru itu kalau dia sedang marah.
"Dan ini sudah ketiga kalinya kamu telat dalam pelajaran saya" Lanjutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Only You
Teen Fiction-SELESAI- Jika ada dua pilihan dalam kehidupan ini. Aku tidak yakin harus memilih yang mana. Walau ada yang berkorban hanya untuk ku, namun tetap hati yang bisa menentukan. Siapapun itu.