Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Tiba-tiba seorang Anbu menjatuhkan diri.
"Ada apa?" tanya Kakashi.
"Dua orang jounin dari Kumogakure ingin bertemu dengan anda, Hokage-sama."
"Kalau begitu suruh mereka masuk."
"Ha'ik!"
Tak lama setelah Anbu bertopeng serigala menghilang, dua orang berpakaian jounin dengan hittai-ate Kumogakure masuk. Keduanya sempat bertatapan dengan para jounin Konoha.
"Ada perlu apa sampai kalian repot-repot datang kemari? Apakah ada hal yang penting?" Kakashi bertanya sambil membetulkan letak topi Hokage nya yang sedikit miring karena frustasi akan keberadaan si murid kuning yang entah dimana.
Sebuah gulungan diberikan oleh salah satu dari mereka, raut wajah yang serius menunjukkan kalau hal yang dibawa keduanya jelas adalah sesuatu yang sangat penting.
"Ini tentang Uzumaki Naruto, Hokage-sama," ucap jounin yang tak memberikan gulungan.
Bola mata semua yang ada di sana, tentu selain dua jounin Kumogakure tersebut, membola.
"Di mana si Baka itu?!" tanya sakura refleks, "biar ku pukul kepalanya sampai gepeng karena hilang seperti setan!!"
Terburu-buru Kakashi membuka gulungan yang ia pegang, membaca setiap kata yang tertulis di dalamnya, ekspresinya berubah-ubah, mulai dari terkejut, nampak khawatir, dan di akhiri raut lega.
Hokage ke-enam tersebut menatap dua jounin dengan tatapan serius, berita yang dibawa ini sungguh tak terduga, "kapan dia kalian temukan?"
"Sekitar setengah hari sebelum kami kemari, Hokage-sama."
Kakashi mengangguk, segera dia memberi perintah pada para jounin Konoha yang ada disana, rekan-rekan Naruto yang kesal sekaligus khawatir akan keadaan si pirang.
"Nara Shikamaru, pimpin tiga orang jounin tercepat kita untuk pergi ke Kumogakure, jemput Uzumaki Naruto di sana."
Shikamaru mengangguk mengerti dengan perintah sang Hokage. Kakashi beralih menatap murid perempuan satu-satunya, lalu memberi perintah selanjutnya.
"Haruno Sakura, siapkan satu ruangan medis di rumah sakit hingga saat Naruto sampai di Konoha, dia bisa langsung diperiksa. Laksanakan segera!"
"Ha'ik!"
Tiga hari kemudian.
Jounin yang dipimpin Shikamaru telah sampai di Desa Konoha, dengan membawa sebuah tandu. Dan di atas tandu tersebut ada pemuda pirang yang sejak tiga minggu lalu tak ada kabar.
Segera saja si putra Yondaime di bawa ke rumah sakit, di mana telah tersedia satu ruangan untuknya. Sementara itu, Sakura lah dokter yang memeriksa Naruto.
"Bagaimana kondisinya, Saki?" tanya Shikamaru saat Sakura keluar dari ruangan dengan raut tak terbaca.
Sakura menggeleng pelan, "dia kelelahan chakra, entah bagaimana itu bisa terjadi padahal kita semua tau sendiri sebanyak apa chakra Naruto. Kurasa dia habis bertarung. Dan yang menyebalkan, si bodoh itu menutup jalur chakra nya, kita tidak bisa melakukan apapun sekarang. Setidaknya tidak ada luka serius yang tersisa. Tapi bangun atau tidaknya, itu tergantung dia sendiri karena dia hanya mengandalkan chakra miliknya sendiri. Sementara untuk luka-luka luar, itu sepertinya sudah sembuh lebih dulu berkat regenerasi sel kyuubi. Tapi aku sedikit yakin kalau luka-luka nya juga tidak sederhana."
"Apa dia terkena genjutsu hebat? Tapi salah satu pemilik genjutsu saat ini bukannya Sasuke? Kekuatan genjutsu orang lain tidak akan berguna pada si pirang merepotkan itu, kan?"
"Aku tidak yakin, cuma memang tak ada jejak genjutsu pada aliran chakra nya, Shika. Yang paling masuk akal kupikir adalah, dia bertarung dengan seseorang yang jauh lebih kuat, tapi hanya menggunakan kekuatan dasarnya saja."
Kening si pemuda nanas berkerut. Siapa yang lebih kuat dari dua pahlawan dunia Shinobi itu? Bukannya Naruto adalah yang terkuat diantara mereka? Bagaimana bisa dia kelelahan chakra??
"Ada yang bisa kalian lakukan sebenarnya."
Sebuah suara bernada datar terdengar dari pintu. Keduanya menoleh, lantas mendapati seekor rubah oranye sebesar kucing dewasa dengan sembilan ekor melambai lembut di belakang tubuhnya.
"Ku--rama?? Bagaimana kau bisa keluar dari tubuh Naruto?"
"Ck, itu tidak penting, bocah!"
"Lalu apa caranya, agar Naruto segera bangun? Sementara kami tidak bisa membantu lebih karena chakra lain ditolak."
"Gampang, dekatkan saja dia dengan si bocah Uchiha itu. Chakra Indra si Uchiha akan menarik chakra Ashura Naruto hingga dia kembali mendapat chakra. Bocah sialan memang!! Bahkan chakra ku saja diblokir."
Raut chibi Kurama yang sebenarnya tampak menggemaskan, terlihat ingin sekali memukul kepala pirang Jinchuuriki nya.
"Kalau begitu, Shika, segera bawa Sasuke kemari!" perintah Sakura pada lelaki berkepala nanas itu.
Shikamaru mengiyakan, lantas bergegas pergi dengan cepat dari sana.
Kurama yang kini berbentuk chibi, loncat ke pundak Sakura. Gadis bersurai gulali tersebut ragu-ragu hendak mengelus bulu halus si rubah. Tapi tangannya tetap bergerak mengusak.
"Sebenarnya, apa yang terjadi??" Sakura bertanya karena penasaran.
"Cih, ini gara-gara tiga Ōtsutsuki itu!" dengus Kurama dengan wajah ingin menonjok seseorang, "nanti saja kau minta cerita versi lengkap nya pada si kuning, sekarang lebih baik carikan apel untukku."
"A--pel?!" tanya Sakura tak percaya, rubah raksasa yang punya kekuatan untuk menghancurkan dunia ini minta apel?!
"Ck, kau tuli?!" dengus Kurama.
"Baik, baik. Kebetulan di taman ada pohon apel. Ayo kita kesana."
#......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
