ch- noya, kaguwir dan ikkan
timeline- fase 3, awal" datangnya riviel (gaada rpnya)
relationship- ???
"what if" noya tau ikkan berkhianat. (+kaguwir)
"jadi gimana, ikkan?"
-voiz
"yaa, seperti yang kalian tau, noya bersama yang lainnya telah kembali. tetapi, apa yang ku dengar dari alliance yang lainnya, noya mendapatkan sebuah kalung."
-ikkan
"kalung? kalung gimana?"
-ajul
"kalung, seraphim’s luminous grace namanya"
-ikkan
"wow, seraphim? sebentar, informasi ini kau dapatkan darimana? apa kau melihatnya sendiri?"
-voiz
"aku belum, aku diberitahu oleh alliance yang lainnya. tapi untuk saat ini, kalung itu layaknya seperti kalung biasa, tidak ada magic atau apapun itu. untuk sekarang, entahlah untuk kedepannya. akan ku beritahu lagi jika ada update mengenai itu."
-ikkan
voiz dan ajul pun mengangguk sebagai tanda mengerti, kemudian, ajul dan voiz pun kembali ke ragnarok dan meninggalkan ikkan disana sendirian.
"ikkan..?"
namun ternyata, ikkan tidak sendirian. mendapati namanya yang dipanggil, ia berbalik.
"noya? kaguwir?"
ternyata, sejak tadi, noya dan kaguwir sudah menguping pembicaraan ikkan bersama voiz dan juga ajul. mendengar namanya disebutkan oleh ikkan, kaguwir mengalihkan perhatiannya.
"kenapa.."
-noya
"apanya yang kenapa?"
-ikkan
"gw percaya lu"
-noya
mendengar itu, ikkan terdiam sejenak. ia.. entahlah, apa dia merasa bersalah kepada noya? sepertinya begitu.
"dari banyak nya orang, harus banget lu?"
-noya
noya benar benar tidak habis pikir. dari banyaknya orang yang ia curigai sebagai pengkhianat, ternyata, orang yang tidak termasuk sebagai list, adalah orang yang justru mengkhianatinya.
"sejak kapan?"
-noya
"sejak.. mungkin, sebelum hancurnya eclipse."
-ikkan
mendengar itu, noya terdiam. ternyata.. sudah selama itu, ya? mengapa ia baru mengetahuinya sekarang? kenapa?
"udah lama banget.. kenapa lu ga jujur sama gw? harus banget ya ngebohongin gw dari belakang gini?"
-noya
"kalo gw jujur, gw gaakan dapet info apa apa."
-ikkan
kaguwir menatap ikkan dengan nyalang. terlihat dengan jelas bahwa ia sedang menahan amarahnya sekarang.
noya tersenyum kecut. yaa.. memang benar, iklan tidak akan mendapatkan info apa apa darinya jika ia mengetahui bahwa ikkan lah yang selama ini memberikan informasi tentangnya kepada ragnarok.
"ya, ternyata firasat gw bener ya?"
-noya
"maksud?"
-ikkan
"selama ini gw ngerasa.. kalo lu, itu aneh. kayak.. ada yang berbeda, gw selalu ngerasain itu kalo lu lagi kumpul bareng kita kita. entah itu ramean, berdua, bertiga, atau berapa orangpun itu. gerak gerik lu.. aneh. gw selalu sadar soal itu."
-noya
"terus, kenapa lu ga nuduh nuduh gw?"
-ikkan
"karena gw percaya lu baik. gw percaya lu gabakalan gitu sama gw. karena dari dulu, lu udah baikk bangett ke gw. lu pikir aja sendiri, setelah semua kebaikan lu ke gw, jahat ga gw kalo gw nuduh lu yang engga engga?"
-noya
ucapan noya lagi lagi membuatnya terdiam. ia.. tidak tau harus berbicara apa sekarang.
"maaf"
-ikkan
hanya itu yang dapat ikkan ucapkan.
"maaf"
-noya
"maaf?"
-ikkan
"gw tau lu berkhianat pasti ada alasannya. kayaknya semua yang gw lakuin itu kurang buat lu, sampe sampe lu lebih milih ragnarok. apa yang mereka kasih, lebih dari yang gw kasih, kan?"
-noya
belum sempat ikkan menjawab, noya melanjutkan ucapannya kembali.
"it's okay, gw emang gabisa maksa semua orang untuk selalu ada di sisi gw. gw.. ga marah, gw ga marah sama tindakan yang lu ambil. tapi ikkan, gw berterimakasih soalnya lu udah baik ke gw. tapi gw juga minta maaf, mungkin, ini terakhir kalinya gw ngeliat lu di aliansi."
-noya
noya akhiri kalimatnya dengan senyuman. ia tersenyum kepada ikkan, kemudian berbalik. sebelum pergi, ia menepuk pundak kaguwir dan berbisik, "gw tunggu lu depan portal" lalu melenggang pergi darisana.
melihat noya yang pergi, atensi ikkan sekarang berfokus kepada kaguwir yang nampaknya sedari tadi sedang menahan amarahnya sebisa mungkin.
"wir?"
-ikkan
"cukup. gausah sebut sebut nama gw lu."
-kaguwir
"..."
-ikkan
"eh, denger ya, gw ga sebaik noya. benci banget gw sama pengkhianat pengkhianatan begini. lu harusnya paham itu, ikkan."
-kaguwir
"iya, gw tau."
-ikkan
"ck, salah emang gw percaya sama aliansi. wah, tanpa sadar, centera berkhianat semua ya ternyata? kecuali narendra si. ya gatau lah ya apa si mata belo itu bakal ikutan berkhianat juga kaya temen temennya, atau mungkin cuma dia centera yang setia. wajar si kalo berkhianat, orang pemimpinnya aja berkhianat, masa membernya engga, yagasi? yakann."
-kaguwir
ucapnya dengan nada mengejek.
"ya gw males lah ya basa basi sama lu, intinya, kayak apa yang diomongin noya tadi, gw harap ini terakhir kalinya gw liat lu berinteraksi sama aliansi terutama gw. gw paling benci sama yang namanya pengkhianat."
-kaguwir
kaguwir menekankan kata benci dan juga pengkhianat, sengaja memang. ia tersenyum kepada ikkan, kemudian berjalan menjauh menyusul noya yang memang sedari tadi menunggunya didepan portal.
ikkan menghela nafasnya, berat.
"keputusan gw salah kah?"
-ikkan
tapi katanya yang berkhianat itu bukan ikkan, siapa yaa? snow apa namanya tu, jiwa lain dari ikkan, ikkan mah setia boss. tapi si kaguwir sama noya gatau kalau itu snow, mereka mah taunya itu ikkan
-jangan disangkutpautkan dengan rp maupun rl karena ini hanyalah wp
