ch- noya, kaguwir, para cahaya.
place- tempat cahaya
time line- fase 4, lenyapnya noya :(
(80% dari rp, sisanya karangan).
relationship- ???
AKU BUATNYA UDAH LAMAA, DI HARI PERTAMA NOYA MENINGSOY (shibal saekkiya ak nangis sesenggukan)
"n-noya? n-noya! a-apa apaan ini?!"
-kaguwir
ia baru saja tiba, namun sudah disuguhi pemandangan yang tidak mengenakkan. noya, temannya, terduduk ditahta nya dengan pedang tear of goddess yang tertancap dengan gagahnya di tubuhnya. bagaimana ini semua bisa terjadi?!
"kaguwir.."
-noya
"maji! apa apaan ini?! kenapa bisa terjadi hal seperti ini?"
-kaguwir
"gw.. gw gatau wir, seharusnya gw yang ketusuk, tapi dia tiba tiba muncul didepan gw dan ini yang terjadi sekarang."
-maji
"sialan! siapa yang ngelakuin ini?!"
-kaguwir
"sudah.. maji, kaguwir.."
-noya
"lord seraphim, aku bisa memberikan kekuatanku sepenuhnya!"
"aku bersedia, lord seraphim."
"yang mulia seraphim, aku bersedia seperti yang antares katakan."
"apapun untuk diri mu, lord seraphim."
"aku bersedia, lord seraphim."
"aku bersedia, tuan seraphim."
"aku bersedia, lord seraphim."
"lord seraphim, izinkan kami membantumu!"
melihat para angel yang begitu bersedia untuk memberikan kekuatan mereka kepadanya, membuat hati noya tersentuh. ia sudah lama tidak mendapatkan perlakuan manis seperti itu. biasanya.. hanya hinaan semata.
"kalian para cahaya.. aku tau, kalian tidak akan pernah menyerah.. aku mungkin akan pergi.. tetapi kalian, adalah cahaya yang akan terus menyinari dunia ini.. kalian adalah harapan.. dan harapan itu, tidak akan pernah mati.."
-noya
apa yang ia bicara kan?! apa maksudnya itu?! omong kosong apa lagi?! mendengar ucapan dari noya, membuat kaguwir benar benar tidak habis pikir. apakah temannya itu akan menyerah begitu saja tanpa mencoba satu hal apapun?
"noya.. t-tapi.."
-kaguwir
SIAL! KENAPA PADA SAAT IA INGIN MENGELUARKAN SUARANYA, SEAKAN AKAN SUARA ITU MENOLAK UNTUK KELUAR?! kenapa ia menjadi terbata bata?! kaguwir merutuki dirinya didalam diamnya.
"wir.. ini adalah takdir yang selama ini menunggu ku.. dan sepertinya.. ini adalah takdir, dimana.. aku tidak bisa menolaknya."
-noya
"stop, stop dengan takdir takdir itu. gw.. gw baru ngerti sama apa yang lu maksud. tapi.. gw gamau kehilangan seseorang di kehidupan gw lagi, noya! sudah banyak orang orang yang meninggal kan gw, noya. seharusnya.. ga kayak gini, noya!"
-kaguwir
tidak.. bukan ini yang kaguwir inginkan.
"teman teman, apakah gaada cara buat menyelamatkan noya?! masih banyak yang mau gw biarin sama lu, noya! noya, heh! bodoh! bertahanlah, noya! seseorang.. tolong.. tolong selamatkan noya.. gw.. gw mohon kepada kalian, tolong selamatkan noya! g-gw.. gw mohon.. tolong, tolong selamatkan noya!"
-kaguwir
ia sudah banyak kehilangan orang terdekatnya.. tidak, tidak lagi.. ia mohon, jangan ambil noya darinya. ia tidak ingin kehilangan orang terkasihnya lagi untuk yang kesekian kalinya.
