[53]

5.7K 433 24
                                        

15.00

Jadwalnya adalah selesai ke peternakan dan perkebunan adalah akan diadakan game cari harta karun dan malamnya akan ada api unggun. Dan besok adalah hari kepulangan disertai mampir ketempat oleh oleh khas sana. Emang pada dasarnya liburan itu pasti tetep pengen beli oleh oleh walaupun cuma deket doang.

"Okeee, jadi pemilihan kelompok kali ini kalian ambil gulungan kertas dan tunjukkan dapat angka berapa. Dan itulah kelompok kalian nanti." ucap Miss Ara. Semua wali langsung mengumpulkan anaknya masing masing untuk melakukan hal yang dilakukan oleh miss Ara.

"Boleh ganti nggak miss?" tanya Emier.

"Tidak, karena bagaimanapun ini sudah jadi pilihan kalian. Tangan kalian kan yang ngambil? nggak boleh ada ganti apapun alasannya." jelasnya.

"Kalau sampai kamu sekelompok sama orang orang nggak jelas liat aja." bisik Serena ke Alan yang tentu malah menimbulkan tawa ringan. Ya siapa coba yang bakal tau sekelompok sama siapa kalau proses nya seperti ini. Ini gambling, Alan juga tidak tau sama siapa dan nomor berapa yang dia ambil.

"Ya gimana? aku kan juga nggak tau." balas Alan.

"Ya makanya jangan ambil yang sama dengan manusia manusia suka sama kamu. Mereka pasti bakal kesenengan bin kegatelan." jelas Serena menggebu, membayangkan Alan akan bersama cewek cewek itu hatinya memanas.

"Terus kalau kamu dapat Emier? aku harus marah? kan nggak mungkin." ucap Alan membela diri. Ya semua ini tergantung takdir mereka. Mau sebagaimanapun kalau ambil tangan asal juga tetep aja.

"Kita lihat."

Waktu Alan mengambil itu lebih cepat karena dia absen A, kalau Serena kan S jadi ya harus sabar menuju akhir baru bisa ambil. Alan dapat kelompok 2 ada 5 kelompok yang isinya 8 orang. Serena sudah cukup gedek waktu ada nama teman perempuan mereka. Ada 5 cewek dan 2 cowok sudah. Waktu Serena ambil dia berdoa akan jadi si nomor 8 eh ternyata dia kelompok 4 yang sudah terisi Jake, Emier, Kenzo, si maling dan 3 orang lainnya. Serena jadi orang kedelapan.

"Ini gara gara ucapan kamu tau nggak?! kalau kamu nggak ucap gitu aku nggak bakal 1 kelompok sama orang orang busuk." seru Serena waktu mereka bergabung dengan kelompok masing masing.

"Sabar, maaf. Jangan badmood kan suka acara seperti ini kan? sebentar aja nanti bareng lagi." ucap Alan memberi pengertian.

"Ya keselll ihhh, ya kamu bayangin lah aku sekelompok sama maling." seru Serena tak tahan. Suaranya terdengar keras dan tentu terdengar ke seseorang yang dimaksudnya. Serena ada dibarisan tengah dengan dibelakangnya ada Emier, Jake, Kenzo dan 1 laki laki lain.

"Sstt.. Sudah jangan diinget lagi, bikin awkward. Selesaikan dengan baik dan semuanya akan baik baik saja." tenang Alan.

"Kalau dia ngeselin?!"

"Dorong aja, bercanda. Nggak usah dipikirin anggep nggak lihat." Serena hampir tersenyum lebar waktu dengar suruhan dorong itu tapi luntur seketika.

"Kita lihat nanti."

"Itu kan ada Jake, awas juga lo Jake deket deket." ingat Alan yang dibalas anggukan malas dari temannya itu.
Setelahnya mereka secara bergantian untuk pergi urut dari kelompok 1 hingga 4. Jadi otomatis kelompok Serena ini agak menuju akhir.

"Udah sanaaa." usir Serena kemudian Alan menjauh untuk bergabung dengan kelompoknya. Serena ini memang agak sulit memiliki teman karena defensif nya. Buktinya satu kelompoknya cewek cewek udah seru bahas ini itu, sedangkan Serena memilih diam dan mengamati sekitar.

Karena baginya tidak ada yang menarik selain bersama dengan orang orang pilihannya. Dia sudah nyaman dengan zona nya sekarang.

Hingga Serena tak menyadari dia juga harus dan pasti akan dihadapkan di kondisi tak sesuai dengan zonanya sebelum ini.

Sense Of Rythm ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang