Sorry guys, gak bisa double up, karena ada kendala(╥﹏╥)🙏🏻🙏🏻
🤸🏻🤸🏻🤸🏻
Reza dan Kenzie sontak mendongak menatap Dokter penjaga UKS tersebut. Hei, hei! Tunggu sebentar. Sepertinya ada yang ambigu di sini.
"Maksud... Dokter...?" Reza masih mencoba mencerna ucapan Dokter sebelumnya.
Dia mengangguk, "Temanmu butuh Dokter Spesialis Gender."
Kenzie yang masih lemah, hanya bisa menyimpan kata-katanya di dalam pikirannya. Bahkan untuk bernafas terasa sulit.
"Reza..." Kenzie memanggil temannya.
"Hah? Apa?" Reza segera menghampiri temannya itu, lalu memegang pundaknya.
"Telpon emak gue, cepet! Suruh dia jemput gue."
Reza mengangguk cepat, lalu merogoh saku celananya, mengambil ponsel. Membuka aplikasi kontak, kemudian terdiam.
Kenzie yang merasakan keterdiaman temannya, bertanya, "Kenapa?"
"Gue gak punya nomor nyokap lo."
Kenzie mendecak, lalu menyalakan ponselnya dan memberikannya kepada Reza. "Telpon cepat!"
Reza mengambilnya, lalu melihat daftar kontak. Dia bertanya sambil menggulir ke bawah, "Nama nyokap lo di sini apaan?"
Kenzie menjawab yang terdengar terengah-engah, "Yang paling unik pokoknya. Cepetan napa?!"
"Iya, iya, sabar elah."
Reza menemukan nama yang menurutnya paling unik dan sangat berbeda dari yang lain.
[Emak Bohay 🫦 Raww]
Reza: "..."
"Nama macam apa ini...?"
Kenzie mendesaknya, "Udah nemu?!"
Reza tersadar, langsung saja menelpon ibu Kenzie. Dering pertama, panggilan langsung tersambung.
DALAM PANGGILAN
"Halo?"
"Halo Tante, saya temennya Kenzie."
"Apa yang terjadi?"
"Jadi gini, Tan. Anak Tante tiba-tiba sakit, gak tau kenapa. Dia suruh saya nelpon Tante."
"Di mana?"
"Di sekolah, Tante, di ruang UKS kelas IPA."
"Baiklah, tolong jaga Tuan Muda sebentar."
PANGGILAN TERPUTUS
Reza terdiam, HP Kenzie masih menempel di telinganya.
"Tuan Muda? Bukannya dia emaknya Kenzie, yak?" Batinnya bertanya-tanya.
Dia menyadarkan dirinya, lalu memberitahu Kenzie, "Dia bilang tunggu bentar lagi."
Dokter yang sedari tadi menyimak, menyampaikan pertanyaan, "Kamu punya Inhi?"
Reza menoleh, merasa dirinya yang ditanya, menjawab, "Iya, Dok."
"Sumpah dah, ini perasaan gue doang, atau memang nih UKS wanginya enak bener. Bikin pen ngendus-ngendus mulu gue. Tapi, bau mawar gue lebih dominan sih. Untung nih Dokter bukan-" Ucapan dalam pikiran Reza terpotong saat Dokter berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Baby Ken
General Fiction⚠️NOT BL⚠️ Jika beberapa kisah hidup, baik itu nyata atau hanya karangan cerita, banyak sekali kisah anak laki-laki yang sangat disayangi, dilindungi, dan sangat dimanja oleh keluarganya. Bahkan, ada kisah seorang anak laki-laki yang hidup hanya ber...
