Bab 1 [S2]

3.5K 172 12
                                        

🤸‍♂️🤸‍♂️🤸‍♂️

“Mommy!!!”

Suara teriakan yang panjang itu mengundang tatapan para tamu. Anak laki-laki 16 tahun berlari dengan kedua tangan terbentang.

Sang ibu yang melihat itu, tersenyum tipis. Dia sedikit membungkukkan tubuhnya dan membuka pelukan. Segera,anak laki-laki itu memeluk ibunya.

“Ada apa, Kenzie?” Tanya sang ibu kepada putra tirinya yang sudah ia anggap anak kandung sendiri. Tangannya mengelus lembut rambut anak itu.

Kenzie, menduselkan wajahnya pada dada ibunya yang empuk.

Kenzie bilike: mayan😎

“Mom, Enzie capek. Ayo pulang,” ucapnya sambil mendongak menatap ibunya.

Anak itu melirik sedikit pria di samping ibunya, yang sedang menatap dirinya dengan lembut.

Pria dewasa itu mengangkat alisnya seolah bertanya dengan menggoda. Kenzie malu sekaligus senang. Akhirnya, iya memiliki seorang ayah di sisinya, setelah lama menjadi yatim.

Ekhem... Bukan jokes, tapi fakta.

Sang ibu, menatap lirikan anaknya. Ia berkata dengan nada berbisik, “Tanyakan kepadanya.”

Kenzie perlahan melepas pelukannya, lalu menatap sosok ayah tirinya ini. “Da-daddy... Ayo... Ayo kita p-pulang,” tampak wajahnya sedikit merona malu.

“Malu cok! Kok Bisa gue malu begini sih, ah!”

Namun, belum sempat sang ayah menjawab, suara seorang wanita paruh baya terdengar memenuhi ruangan pernikahan.

“Para tamu undangan sekalian. Harap untuk bertahan sebentar selama sepuluh menit. Karena kami, pihak tuan rumah akan sedikit mengadakan acara tambahan.”

...

“SUDAH KUBILANG, JANGAN MEMANGGILKU MOMMY!!!”

“Ta-tapi—”

“DIAM!!!”

Lelaki kecil itu meringkuk semakin dalam, teriakan ibunya semakin membesar, kala mata rubah itu semakin memerah ganas.

“Menyesal diriku karena terlalu memanjakan dirimu! Kau tahu itu!”

Anak laki-laki itu semakin terisak, menahan keras suaranya agar tidak semakin memancing emosi ibunya.

Seorang pria dewasa mendekati wanita tersebut, berkata, “Ingat! Dia anakmu.”

“Diam kau! Pria seperti mu tidak akan mengerti diriku!”

Kembali, wanita itu berteriak dengan tangisan, “Mengapa kalian tidak memahami diriku sedikitpun?!”

Anak laki-laki itu adalah Kenzie dan ibunya, Monica. Sedangkan pria dewasa itu adalah sosok ayah yang baru saja menjadi ayah tirinya, Sebastian, atau kerap di panggil Bastian.

Saat ini, mereka sedang berada di kamar hotel, tepat setelah selesai acara pernikahan.

Kenzie bingung, mengapa ayah tidak membelanya, mengapa ibunya tiba-tiba meneriaki dirinya? Apa salahnya?

My Little Baby KenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang