Bab 18

4.4K 199 9
                                        

🤸🏻🤸🏻🤸🏻

"..."

🦅🦅🦅

Semua orang di dalam ruangan itu terdiam, menatap Simon dengan pandangan yang aneh.

Terutama Kenzie, anak itu masih mencerna dengan baik perkataan pria tersebut.

"....huh?"

Simon gemas melihat wajah bengong Kenzie. Simon mengangkat Kenzie lalu dia dudukan di pangkuannya, membuat Kenzie tidak siap menghindari.

"Weh! Apa-apaan nih? Turunin, enak aja main angkat-angkat! Dikira bantal kali yak, turunin!!"

Simon menatap wajah sebelah kiri anak itu, karena Kenzie duduk menyamping. Kedua tangannya menahan Pinggang Kenzie agar tidak bisa bergerak kemanapun.

"Bukankah kamu meminta saya untuk menikahi ibumu?"

Kenzie sontak terdiam, dia menatap wajah Simon dengan wajah tak percaya.

"Eh?"

Kenzie tersenyum sumringah, "SERIUS OM? BENERAN NIH??!!!"

Simon tak menjawab, dia menatap Monica yang juga sedang menatapnya.

Kenzie melihat jalur kedua pasang mata tersebut.

"Anjay! Sama-sama tatapan maut."

Monica menatap Kenzie yang bersamaan juga menatap dirinya. Tiba-tiba saja hati Monica ragu. Dia jelas menyukai pria, baik itu sebagai pria di kehidupan sebelumnya, atau wanita di kehidupannya yang sekarang.

Kenzie menatap harap kepada ibunya, berharap ibunya memberikan respon yang dia inginkan. Namun, Monica tak kunjung bergerak sedikitpun, atau sekedar mengucapkan satu kata.

Kenzie menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sedih. Jujur saja, dia sangat ingin memiliki sesosok ayah di dalam hidupnya. Kematian Kenneth (ayah kandungnya) membuat Kenzie sangat terpukul. Di usianya yang masih muda, dia sangat membutuhkan semangat dan kasih sayang dari seorang ayah.

"Gak ada harapan nih, buat gue punya bapak...?"

Kenzie menghela nafas, dia berdiri lalu tangannya menggapai sesuatu di atas meja, kemudian berlari keluar ruangan, tidak mempedulikan teriakan Monica yang memanggilnya.

Kenzie terus berlari, memasuki lift, kemudian lanjut berlari dengan tangan kanannya yang menggenggam sebuah benda kecil.

Kenzie terus berlari, tak menyangka bahwa orang suruhan Monica begitu cepat mengejar dirinya. Kemungkinan besar juga, Monica ada di antara mereka, mengingat betapa khawatirnya ibunya utu terhadap dirinya.

Kenzie tidak peduli, dia terus berlari serta menggigit bibir bawahnya, sekuat tenaga menahan tangisan yang akan keluar.

Kenzie menatap kiri dan kanan seperti kesetanan, berharap menemukan cela. Bagian kiri, terdapat gang sempit yang kemungkinan sepi. Dia tak peduli, kemudian berbelok dan masuk ke sana.

Di depan, dua mobil hitam berhenti, keluarlah Monica, Simon, dan beberapa bodyguard.

"Kenzie!!!"

Kenzie berlari menjauh, membuat Monica semakin panik.

Simon melepas jas hitamnya, lalu melemparnya ke sembarang arah. Dia berjinjit sebentar dan mengetukkan ujung sepatunya ke tanah, menekuk kakinya, dengan cepat dia berkata sebelum bergerak.

"Tunggu aku kembali."

Husss!!!!

Monica terdiam, matanya sedikit membesar, menatap tak percaya pada posisi Simon sebelumnya.

My Little Baby KenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang