🤸🏻♂️🤸🏻♂️🤸🏻♂️
Suara jam berdetak.
Suara pendingin ruangan yang menghembuskan uap.
Suara bibir yang sedang menikmati rasa manis.
Kenzie sedang apa teman–teman?
~~~
Pada sisi kamar lain, tepatnya di sebelah kamar 601 yang di dalamnya ada seorang ibu dan anak.
Kamar 602 di tempati oleh Sebastian Ace Simon. Yup! Kalian tidak salah menebak. Bastian sedang sendirian di kamar ini.
Pria itu menggenggam erat gelas yang ada di tangannya, lalu dengan wajah dongkol ia teguk wine di dalam gelas itu dengan perasaan kesal.
“Semuanya rusak! Sial! Dasar orang tua bau tanah!”
Kembali, dia meneguk anggur nya.
“Tidak... Tenang Bastian. Tak lama lagi Monica akan sepenuhnya menjadi milikmu,” wajahnya datar, tatapannya dingin.
Senyuman miring muncul di sudut bibirnya. Bastian menggoyang–goyang kecilkecil gelas tersebut, membuat air di dalamnya bergoyang menggoda.
Namun tiba-tiba, pikirannya memunculkan wajah seseorang.
Lagi, dia memberengut kesal, “Sial! Aku merindukan Kenzie.”
Setelah beberapa saat dan merasa tenang, Sebastian keluar dari kamar, kemudian menuju kamar 601.
Bastian mengetuk pintu, “Monica, kau sudah tidur?”
Hening.
Sekali lagi, dia mengetuk pintu, “Monica, kau sungguh sudah tidur?” “Tanpa ada aku di sisimu...”
Hening.
Namun, Sebastian tidak menyerah. Dia masih bertekad untuk menunggu.
Pada akhirnya setelah tiga menit, pintu terbuka. Bastian sontak memunculkan senyum kecilnya. Namun, dia tidak melihat siapapun.
Sedikit menundukkan kepalanya, barulah dia melihat seseorang yang membuka pintu.
“Daddy...”
Bastian terdiam. Wajahnya tergugu menatap putra tirinya yang terlihat sedikit mengantuk.
“Apa yang ku rindukan, itulah yang muncul di hadapanku.”
Kenzie menggosok kecil matanya. Segera dihentikan oleh Bastian.
“Kau akan menyakiti matamu.”
Kenzie menatap sayu krpada Sebastian dengan mulut sedikit terbuka dan basah.
Dengan manja, Kenzie mengangkat kedua tangannya, “Gendong... Daddy...”
Senyuman muncul di bibir Bastian. Pria itu segera menggendong Kenzie ala koala, lalu membawanya masuk kembali dan menutup pintu. Barulah Bastian menyadari bahwa Monica sudah tertidur.
Bastian menatap putranya yang sedang bersandar di dadanya dengan wajah mengantuk.
“Maafkan Daddy karena membuatmu terbangun,” ucapnya kemudian mengecup puncak kepala Kenzie.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Baby Ken
General Fiction⚠️NOT BL⚠️ Jika beberapa kisah hidup, baik itu nyata atau hanya karangan cerita, banyak sekali kisah anak laki-laki yang sangat disayangi, dilindungi, dan sangat dimanja oleh keluarganya. Bahkan, ada kisah seorang anak laki-laki yang hidup hanya ber...
