🤸🏻♂️🤸🏻♂️🤸🏻♂️
“Tidak akan sakit, sayang.”
“Gak mau... Hiks... Nggak mau, huuwee!!!”
“Baby, Mommy janji akan melakukannya dengan lembut. Hanya sakit di awal, oke?”
“Jangan! Gak mau! Huwa!!! Mommy jahat! Aku ini anak mommy atau bukan!”
“Hei, hei, hei, mengapa kamu berkata seperti itu? Kamu adalah anak mommy, selamanya begitu. Kemarilah, jangan takut.”
“Hiks... Ndak... Hic... Mau... Mommy, ugh... Huu...”
“Sayang, listen. Kamu bisa menggigit mommy, jika mommy memasukkannya terlalu dalam. Lagipula, ini hanya jari.”
“Gak mau! Pokona gak mau! Aku anak mommy lho!”
Sial! Monica semakin gemas melihat Kenzie menangis. Dia ingin sekali membuat anak itu memeluknya dengan erat ketika merasa kesakitan.
<<< dua jam yang lalu
Setelah menyusukan Kenzie, Monica keluar kamar dengan perlahan. Sebelum itu, dia menyempatkan diri untuk mencium bibir anaknya.
Monica menuju kamar sebelah. Dia mengetuknya, “Bastian, kau di dalam?”
Hening sesaat. Monica kembali memanggil, “Bastian, kau—”
Cklek
Hap!
“Ah!”
Setelah terbuka, pintu kembali tertutup. Monica tertarik masuk ke dalam, kemudian terpojok di pintu.
“Hmmpt!!!”
Kedua buah bibir saling terjalin halus dan penuh perasaan. Tangan sang pria tidak tinggal diam. Tangan kekar itu menelusup masuk ke dalam pakaian sang Istri. Mengelus pinggang ramping istrinya.
“Ah... Bastian, tunggu— mmmpt!!!”
Sebastian tidak memberikan Monica kesempatan untuk menarik napas. Pria itu benar-benar mencium habis istrinya.
“Tunggu... Ta–tangannya...”
Dengan keras, Monica mendorong kepala Bastian. “T–tunggu dulu... Ha.. Ha...”
Senyum miring muncul dibibir Bastian. Dia mendekat, kemudian berbisik, “Monica, aku sudah tidak tahan.”
Kaki pria itu masuk di antara kedua kaki Monica. Dapat wanita itu rasakan, sesuatu yang besar terasa keras dan padat menonjol menyentuh paha Monica.
“Bastian... Maafkan aku sebelumnya. Aku tidak bermaksud berteriak kepadamu. Hanya saja...”
Bastian mengecup secepat kilat bibir Monica. “Aku mengerti. Jangan khawatir. Tapi...”
Monica mendongak. Bastian melanjutkan berbisik, “Aku serius tentang alasan mengapa aku mencium Kenzie.”
Monica memejamkan sebelah matanya karena merasakan geli pada telinganya. Napas hangat Bastian sangat menggelitik.
Monica dengan tersenyum tipis, mengangkat kedua tangannya, lalu memeluk leher Bastian.
“Berapa banyak gaya yang akan kita lakukan?”
“!!!”
***
Dua jam kemudian.
“Kenzie, percayalah kepada mommy.”
“Tidak mau! Huwaa!!!”
Karena merasa sedikit kesal, Monica terpaksa menyumbat mulut anak itu dengan Pacifier. Kemudian memeluk anaknya dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Baby Ken
Fiksi Umum⚠️NOT BL⚠️ Jika beberapa kisah hidup, baik itu nyata atau hanya karangan cerita, banyak sekali kisah anak laki-laki yang sangat disayangi, dilindungi, dan sangat dimanja oleh keluarganya. Bahkan, ada kisah seorang anak laki-laki yang hidup hanya ber...
