🤸🏻🤸🏻🤸🏻
Lima belas menit berlalu begitu saja. Kenzie masih berada di pelukan hangat ibunya, sesekali akan sesegukan. Perasaan mulai tenang sekarang.
"Dream what?" Monica bertanya dengan nada lembut dan wajah datar.
Kenzie kembali memikirkan mimpinya. Dia menangis bukan tanpa alasan. Melihat ibunya berciuman dengan pria asing, penjelasan tentang bau tubuh yang entah apa itu, dia sudah benar-benar lupa, seperti apa mimpi itu. Lagi, dia berciuman dengan—
"Huaaa!!"
Monica sedikit kaget mendengar Kenzie merengek keras tiba-tiba. Dia menepuk bokong semok Kenzie yang empuk karena popok, berharap tangisan itu mereda.
"Sepertinya itu adalah mimpi terburuknya."
Dia bahkan lupa awal cerita pada mimpi itu, pertengahan cerita mimpi, alasan dia bisa melihat dirinya baring di Rumah Sakit juga dia benar-benar lupa semuanya. Kecuali adegan terakhir, benar-benar membuatnya syok. Alasannya, dia tidak mengenal siapa pria di mimpi itu. Lagi, dia bahkan tidak ingat kenapaa dia bisa di cium.
Author: jangan-jangan nih anak lupa juga ama nama tuh pria?
Kenzie: mikirin apaan lo?!
Author: jangan ngegas dong, santai.
Kenzie: semuanya gegara lo!
Author: kok gue?!
Kenzie: kan lo Author nya, jelas salah lo, lah!
Author: lo mau gue bikin mimpi itu jadi kenyataan?! Mau???!!!!
Kenzie: eh, hari ini gue blom nen ama emak gue. (Menghindari topik)
SKIP!
Setelah beberapa saat, Kenzie mengeluarkan suaranya, "Mom, Kenzie gak nikah ama om-om pedo, kan?"
Monica sontak kaget, dia memandang horor pada Kenzie.
"Don't say that! Mengapa demikian?" Nadanya rendah, namun sedikit terusik.
"Mimpinya gitu, Mom. Kenzie... K-Kenzie di ci... Ci... Cium—"
Monica menutup mulut anaknya dengan pacifier. Dia sudah menebak apa yang akan anaknya ucapkan. Ingatlah bahwa jiwa Monica adalah pria gay sebelumnya.
Kenzie membelalakkan matanya, dia menarik paksa pacifier dari mulutnya, lalu menatap kesal pada Monica.
"Apa-apaan nih? Ngapain yang beginian di masukin ke mulut Kenzie?"
Entah dari mana dia mendapatkan pacifier itu, mungkin dari laci meja nakas?
Monica sedikit menarik kedua ujung bibirnya, benar-benar terlihat sangat tipis. Jika tidak melihatnya dari dekat, Kenzie tidak akan pernah tahu jika Monica sedang tersenyum.
Rasa kesalnya lenyap begitu saja, tergantikan dengan rasa kagum.
"Sumpah dah, emak gue cantik badai! Bisa-bisanya gue bukan anak kandungnya. Kalo iya, pasti ganteng kece badai juga sih gue, jadi famous di seluruh dunia. ANJAAAY~"
"So cute"
Wajah pelongo Kenzie membuat Monica merasa gemas. Dia mencium bibir anaknya sekilas, membuat Kenzie tersadar. Wajahnya memerah.
"Demi apa? Emak gue nyium gue? Emak bohay aduhai gue???? Gile lah!!!"
"Apa yang kamu pikirkan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Baby Ken
Narrativa generale⚠️NOT BL⚠️ Jika beberapa kisah hidup, baik itu nyata atau hanya karangan cerita, banyak sekali kisah anak laki-laki yang sangat disayangi, dilindungi, dan sangat dimanja oleh keluarganya. Bahkan, ada kisah seorang anak laki-laki yang hidup hanya ber...
