Bab 20 [END S1]

5.4K 183 21
                                        

🤸🏻🤸🏻🤸🏻

"🦅🦅🦅..."

Seorang wanita menoleh menatap pria di depannya dengan marah.

"Anak ini!!!"

PLAK!!

"Aduh... Sshh... Sakit!"

"Biarin! Kamu bukannya mengalihkan pandangan, malah diem. Lihat ayahmu yang hanya melihat ponsel."

Monica segera mengambil jas nya yang jatuh, kemudian mengancingkan kembali baju kemejanya dan memakai jas. Matanya menatap Kenzie tajam.

Kenzie yang masih belum bisa merespon apapun, hanya bisa menangis. "Hic... Kenapa marah...? Hiks... Enzi haus... Hic... Ungh... HauuUUuuss... Huu..."

Monica merasa bersalah, dia justru tahu bagaimana sifat anaknya ketika di ganggu saat tidur. Monica memeluknya kemudian mengelusnya, mencoba menenangkan Kenzie.

"It's ok, it's ok. Mom say sorry, karena membangunkan kamu saat tidur. Tapi mommy harus melakukannya." Monica mengecup kepala anaknya yang berbau buah mangga.

Kenzie tersedu-sedu. Kit ati dia tuh. Lagi enak-enak nenen, tidur, eh malah di bangunin. Kan moodnya jadi kusut kek CD radio.

"Sudah... Jangan menangis... Suut... Jangan marah, ok? Maafkan mommy." Ucap Monica penuh kelembutan dan mencium pipi anaknya dengan mata terpejam.

Hal itu dilihat langsung oleh Simon dan kedua orang tuanya.

Emerly, ibu dari Simon, takjub melihat Monica yang ternyata begitu sabar menghadapi Kenzie yang sudah remaja.

Orang tua Simon:

- Emerly Graciela
  49 tahun
  Ibu dari Sebastian Ace Simon

- Richards Ace Simon
  53 tahun
  Ayah dari Sebastian Ace Simon
  Suami dari Emerly Graciela

"Maaf atas apa yang terjadi, Tuan dan Nyonya Simon." Monica menggendong Kenzie, berdiri dan meminta maaf.

Emerly berdiri, dia menghampiri Monica. "Nak, apakah saya boleh menanyakan dua pertanyaan yang sedikit privasi?"

Ia dapat menangkap apa maksud Emerly, dia mengangguk.

"Apakah anakmu masih meminum ASI?"

Monica mengangguk, "Awalnya tidak, tetapi saya melakukan perawatan."

"Dia pasti memiliki niat yang lain. Ah, Bastian, aku harap dia bisa menjadi istrimu."

"Lalu... Apakah dia anakmu?"

Monica memahami arah pembicaraan ini. Dengan lembut dia menyahut, "Benar, Nyonya. Tetapi Kenzie bukan anak kandung saya. Ibu kandungnya lebih dulu tiada sebelum ayahnya. Kenzie adalah anak tiri saya, ayahnya adalah suami saya."

Emerly paham sekarang, ternyata anaknya mengejar cinta seorang Janda.

"Haa... Memang benar, janda begitu menggoda." Batin Emerly serius.

Sebastian berdiri menghampiri Monica, dia melihat Kenzie yang sudah tenang, tetapi sedang termenung.

Tangannya mengelus rambut Kenzie, kemudian berkata, "Monica, ini adalah kedua kalinya saya katakan."

Monica menatapnya intens.

"Menikahlah denganku."

Tidak butuh berpikir, Monica langsung menganggukkan kepalanya. Sebastian perlahan memancarkan senyuman tipis, tiba-tiba saja hatinya terasa luas.

PLAK!

Untuk yang kedua kalinya, Emerly menampar kepala belakang anaknya, "Dasar kamu ini. Apakah begini caramu melamar wanita, dengan nada bicara dan cara yang ala kadarnya saja? Aih, kamu sama saja seperti ayahmu ketika melamarku."

My Little Baby KenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang