Malam tiba. Elano pergi diam-diam tanpa sepengetahuan Zora. Karena kamar tidur mereka yang terpisah dan Zora juga mengetahui kebiasaannya yang selalu mengunci kamar membuat gadis itu sama sekali tidak curiga.
Ia pergi untuk menemui Samuel. Ia ingin mengetahui secara langsung rencana laki-laki itu selanjutnya. Ini bisa membuat dirinya lebih waspada untuk melindungi Zora.
Elano tau. Samuel bukanlah orang baik. Dari awal laki-laki itu mengajari Zora sudah kelihatan jelas kalau dia menyukai kekasihnya.
Untungnya Lano bertindak cepat dan langsung membuat laki-laki itu koma dulu, dan berkat tidurnya Samuel ia bisa mendapatkan hati Zora meskipun dengan paksaan di awal.
Elano hanya menaiki motor besarnya. Ia menelusuri jalanan dan sesekali melihat ponsel untuk memeriksa laporan anak buahnya tentang posisi Samuel.
Elano sudah mencari di rumah laki-laki itu tetapi Samuel tidak ada disana.
Tepat saat menelusuri gang yang kemarin ia sempat kehilangan Samuel. Ia menemukan laki-laki itu tengah berdiri dibawah lampu jalanan dan disampingnya ada motor Samuel.
Elano memarkirkan motornya sedikit jauh dari Samuel. Ia mengamati gerak gerik laki-laki itu. Terlihat dari jauh kalau Samuel tengah berbicara dengan seseorang melalui telepon.
"Lo gimana si anjing, acaranya udah hampir satu minggu lagi, sampe belum selesai, gue bunuh lo!"
Elano mendengar obrolan itu. Samuel tampak marah. Bahkan ia mengancam lawan bicaranya.
"Gue gak mau tau, siapin obat itu sebelum acara kelulusan, kalo lo ga sanggup atau kabur, gue bakal kejar sampe lo mati"
Acara kelulusan? Elano baru ingat kalau sekolahnya akan mengadakan pesta saat malam hari untuk memperingati hari kelulusan anak kelas tiga. Tentu saja kelas 1 dan kelas 2 akan turut memeriahkan acara tersebut.
Elano akan naik ke kelas 2 dan Zora dan seangkatannya akan menjadi senior tertinggi disekolahnya.
Lalu apa hubungannya dengan rencana Samuel? Ingatkan Elano untuk selalu bersama Zora waktu acara itu tiba.
Samuel mematikan panggilan itu. Ia buru-buru menaiki motor besarnya lalu tancap gas meninggalkan lokasinya. Elano pun turut mengikuti kemanapun dia pergi.
Kurang lebih jarak mereka 60 meter. Elano hanya berpakaian biasa tetapi dengan tambahan topi saja untuk menutupi wajahnya.
Jalan ini belum pernah dilewati Elano. Disamping kanan dan kirinya terdapat hutan lebat dengan pohon mahoni sejauh mata memandang.
Jalannya pun bukan terbuat dari aspal, melainkan tanah yang secara alami terbentuk karena sering dilewati.
Elano terus saja mengikuti Samuel pergi. Ia berjaga-jaga menyalakan GPS supaya para anak buahnya selalu tau keberadaannya.
Samuel berhenti tepat didepan sebuah rumah kayu tua yang berada ditengah-tengah hutan ini. Elano pun memberhentikan motornya dari jauh. Ia berjalan mengendap-endap saat Samuel sudah masuk ke dalam rumah itu.
Rumah ini terlihat menyeramkan. Elano berpikir dua kali saat ingin masuk ke dalam. Karena ia pria dewasa dengan badan besar tetapi takut sekali dengan hantu, Elano terpaksa masuk untuk mengetahui rencana Samuel.
Ternyada di dalam ada sebuah penerangan. Sebuah lentera yang tergantung di dinding dekat pintu tengah. Sejauh ini rumahnya terlihat sangat kuno dan seperti tidak di huni dari lama. Elano bisa melihat lumut, sarang laba-laba dan juga jamur yang tumbuh disudut rumah kayu ini.
Elano masuk lebih dalam, ia membuka pintu tengah dan ternyata sebuah lorong. Setiap lorong ada dua pintu di samping kanan dan kirinya. Elano membuka satu persatu pintu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elano (End)
Teen FictionFollow sebelum membaca!!!!!!!!!!!!! Pernah tidak membully seseorang sampai membuatnya trauma, tetapi orang itu malah suka dan bahkan terobsesi kepadamu? Itu yang dialami Zora. Lano yang merupakan anak tunggal berpenampilan cupu yang sering Zora bull...
