"permisah sebuah rekaman percakapan misterius yang di duga sebagai oknum polisi dengan seorang wanita, telah tersebar luas di kalangan masyarakat. namun keberadaan ke duanya masih saja belum di temukan hingga saat ini. kami pun belum bisa menemukan identitas oknum polisi yang telah melindungi seorang wanita yang di duga sebagai bandar narkoba terbesar di kota watbell. berikut sebuah rekaman percakapan yang telah kami rangkum"
Rekaman suara di putar.
"Hah... Hahaaa.... Aku ingin menekan sebuah kontrak denganmu?,, maka kau akan mendapatkan obat ilegal ini dengan gratis."
"Baiklah, aku akan menekan kontrak denganmu. Tetapi kontrak apa?..."
"Hapus semua bukti tentangku dan jika ada seseorang yang melaporkan tentangku. Segeralah untuk melenyapkannya."
"sekian informasi berita hari ini, saya Elza Astapraha pamit undur diri dan sampai jumpa."
Yohan tengah menikmati sebuah coffee hangat di apartemennya. Ia berdiri menyaksikan sebuah berita televisi. Berita menggemparkan tertuju pada sang musuh.
"Waahh...waah... Waahh...."
Yohan terkejut dengan tatapan senyum.
"Prokk...!!!...proookk..!!!...prookk...."
Menepuk tangan.
"akhirnya mereka telah berhasil membuka kasus itu kembali dengan membawa suara masyarakat. Bravooo!!...."
Yohan tersenyum bahagia dengan menggoyangkan kepalanya.
Saat itu Andre tengah berjalan di sebuah trotoar jalan raya. Ia membawa sebuah payung berwarna-warni. Langkah kakinya tiba-tiba terhenti. Ia menatap sebuah layar televisi jalan raya yang tengah membacakan sebuah berita.
Ia berlari. Ia menonton berita dengan jarak yang begitu dekat. Pembawa berita itu membacakan sebuah naskah tentang sesosok ibunya yang hari ini masih berstatus sebagai buron. Pembawa berita itu membacakan sebuah naskah sampai selesai.
Andre menatap orang-orang sekitar. Fikirannya tidak karuan. Perasaannya mulai panik. Ia menarik kerah bajunya. Keringatnya mengalir dengan deras. Tumit kakinya tiba-tiba lemas.
"Tenanglah... Tenanglah..."
Matanya terpejam. Ia mulai menarik nafas panjang.
Lalu terlintas pemikiran. Sesosok ibu yang meminta pertolongan pada sang anak yang selalu di anggap lemah.
Andre mulai tersenyum sinis.
"hahahahaaa..... Entah mengapa semua terasa menyenangkan. kita lihat apakah ibu akan menangis memohon perlindungan kepadaku.".
Andre menggelengkan kepalanya. Dan mulai melangkah pergi ke sebuah cafeteria.
kini rekaman percakapan misterius itu telah menjadi buah bibir pembicaraan masyarakat kota watbell.
Semua orang tiada habisnya membicarakannya. Isu pembunuhan bertopeng itu tiba-tiba lenyap.
Sepertinya masyarakat sudah tidak memfokuskan akan kejadian yang masih menjadi sebuah misteri. Pembunuhnya pun belum juga di temukan hingga saat ini.
Orang-orang tengah berkumpul dengan berdesak-desakan. Terlihat banyaknya seorang polisi tengah mengamankan sekitar dengan membentengi pagar kantor polis watbell area.
" Temukan polisi itu!!!... Temukan!!..."
Ucap orang-orang berdemo.
"Turunkan polisi itu!!!..."
Semua orang bersorak dengan tangannya yang mengepal ke atas.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOPENG (TAMAT)
Fiksi Umummengapa pria bertopeng itu membunuh? apakah benar ia seorang pembunuh?
