setelah pertemuan itu. Andre berjalan pada malam hari di sebuah trotoar.
ia tak tahu kemana ia harus melangkah pergi. kemana ia harus pulang.
Air matanya berlinang semakin deras. Hatinya terasa tertusuk oleh beribu-ribu panah.
ia berkelahi dengan fikirannya. Terlintas banyak sebuah pertanyaan.
"mengapa aku hidup di dunia ini jika seorang ibu tidak menginginkanku?
mengapa aku selalu salah di mata ibu?
bahkan aku menghianati seorang ayah hanya untukmu bu...."
"aghhtttt...." andre berteriak....
Amarah dan fikirannya mulai tidak bisa ia kendalikan.
"Hahhahaaaaa..... Bajingan!!!...bangsat!!..."
"kemana aku harus pulang bu?
aku bahkan membenci ayah, ayah selalu menjadikan yohan nomor 1.
apakah aku tidak ada sedikitpun di hatimu bu?
Andre merasa sangat putus asa dengan tangannya yang menepuk dadanya sangat keras."
"Prakk!!...prak!!..."
Setelah berjalan cukup lama. langkah kakinya mulai terhenti.
ia berdiri menatap sebuah cafe. cafe itu bernama cafe ''SENJA".
andre memasuki cafe itu dengan berjalan perlahan membuka pintu.
"cekrekk!!..." (suara pintu)
Ia menutup wajahnya dengan topi hitam. dan juga sebuah masker yang menutupi bibirnya.
"selamat datang di cafe kami"
pelayan wanita menyambut.
andre hanya menatap pelayan itu dengan tidak menghiraukannya.
ia berjalan lalu melihat sekeliling tempat. cafe itu tampak sepi pengunjung, mungkin karna di malam hari.
"Sangat sepi, aku suka tempat ini."
Saat itu hanya andre pelanggan satu-satunya yang memasuki cafe senja.
ia memutuskan untuk duduk di barisan kiri paling belakang dengan menghadap jendela yang terlihat sebuah jalan raya.
Seorang pelayan wanita datang menghampiri.
"selamat datang apa yang ingin kau pesan?..."
tanya pelayan menyodorkan sebuah buku menu.
andre melihat daftar menu itu.
"aghtt eghem iya aku ingin memesan..."
pelayan wanita itu menatap andre dengan memperhatikan tampilannya yang aneh.
wajahnya yang kusam, matanya yang sembap dan tatapannya yang sayu.
Pria itu jelas menutupi wajahnya.
"Pasti sakit sekali."
Gumam sang gadis dalam hati.
Pelayan wanita itu terus memperhatikannya. Pria itu sangat lama memberi keputusan. Ia masih saja melihat buku menu.
"tuan apakah kau baik-baik saja?"
Tanya wanita itu dengan nada kesal.
Pria itu menatap dengan tatapannya yang sinis.
"Kenapa? mengapa kau bertanya?..." Ucapnya ketus.
"aku hanya merasa mungkin anda sedang sakit? bagaimana jika aku menyarankan kau mencoba ini..."
pelayan wanita itu menunjuk sebuah menu. "Sup dan lemon tea hangat".
Pria itu tertawa melihat tingkah lakunya.
"ahahhahaa... kau ini sangat lucu kau sama sekali tidak menawarkan apa yang paling mahal disini? tetapi kau malah menyuruhku untuk memesan sebuah lemon tea hangat dan sup?..."
andre tertawa dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"maafkan aku tuan, aku hanya melihat kau seperti sedang tidak sehat, maka aku sarankan kau mencoba menu itu. Mungkin dapat membuat perasaanmu lebih baik. tolong maafkan atas kelancanganku?..."
Wanita itu mengucapkan maaf dengan menunduk.
"tidak apa-apa aku sangat terhibur dengan mu, aku sudah memaafkanmu..."
Andre tersenyum tipis. Ia terus menatap pelayan wanita itu yang masih menunduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOPENG (TAMAT)
General Fictionmengapa pria bertopeng itu membunuh? apakah benar ia seorang pembunuh?
