BAB 23 PETAKA

13 3 0
                                        

Day 1....

hari ini pukul 00.30 dini hari Pabrik obat terlarang itu habis terbakar oleh api yang membara. Situasi terlihat tidak stabil. Semua terlihat hancur luluh lantah. semua orang-orang yang berada di pabrik, berusaha untuk memadamkan api yang terus membesar.

" airrr... airrr...."
Ucap orang-orang berbondong-bondong.

Andre menatap pemandangan yang amat mengerikan. Langit terlihat memerah meski yang terbakar hanyalah di tempat ini. Bola Api yang semakin membesar terlihat seperti neraka yang sesungguhnya.

"Siapa yang melakukan ini?"
Ucap andre.

"Duarrrrrr!!!...."
Api yang semakin membesar membuat ledakan terjadi untuk yang ke dua kalinya. Suasana cukup mencekam melihat tempat itu yang semakin hangus penuh kabut hitam dan cahaya merah yang menyala.

"Uhukk!!!!.... Uhukk!!!... (Batuk)
Apakah ini neraka?....."
Gumam andre dengan meratapi sekeliling tempat. Sehingga ia menyadari pria bertopeng itu tengah mengawasinya di balik pohon yang tak jauh dari ia berdiri. pemakaman tua yang cukup tinggi. Membuatnya terlihat samar. Tiba-tiba andre menyadari sesuatu. seorang pria menggunakan topeng menunjukan jari tengahnya.

"yohan abigail." ucap andre.
banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan.

"bagaimana bisa semua ini terjadi?,, apakah yohan menyelinap dengan sembunyi-sembunyi?,, bagaimana aku tidak menyadari semua itu?...
Dan mengapa ia tidak mengatakan hal apapun kepadaku?,, bukankah kita memutuskan untuk bekerja sama?,, mengapa lagi-lagi dia bertindak sendiri?,, apa yang sebenarnya terjadi sehingga ia melakukan semua ini?...."

andre terus menatap pria bertopeng itu dengan mengerutkan dahinya. pria itu mulai mengemudi dengan menancapkan pedalnya, membalikan arah. meninggalkan tempat itu.

"mengerikan, ternyata ia bisa melakukan ini.... Waw!!!...." gumam andre.

andre terus menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bulu kuduknya yang terlihat berdiri.
semua orang masih tengah sibuk mencari air yang tak kunjung di temukan. sang api terus melahap tempat itu sehingga berubah menjadi abu.

Saat peristiwa itu terjadi, rehan dan sindi mencoba mengikuti yohan dengan sembunyi-sembunyi. Namun mereka kehilangan jejaknya.
ketika mulai memasuki jalan utama yang penuh hutan lebat. Rehan dan sindi mulai terlihat panik.

"apa kau yakin melihat yohan ke arah sini ?..."
tanya rehan mengemudi memegang setir. Ia terus menatap hutan yang gelap gulita.

"ya,, aku melihatnya. Kau tahu, dulu aku sering melewati tempat ini. dan kau pasti tidak mengira, hutan lebat ini mempunyai cukup banyak jalur alternatif. jadi aku tidak tahu apakah kita akan saling bertemu dengannya."
jawab sindi dengan santai.

"Bagaimana kau mengetahui jalan ini, sindi?..."

"Tentu saja untuk tugas negara. Berkali-kali aku melewati jalan ini."
Ujar sindi.

"Ya kau memang si pakar jalan. Jika aku menjadi kau, aku tidak ingin kembali ke jalan ini. Kau memang luar biasa..."
Rehan memuji sambil meledek. Sindi tersenyum.

10 menit kemudian. Perjalanan mulai menuju pada sebuah bukit. Namun, bukit itu terlihat hangus dan terbakar. Api yang menyala membuat pemandangan itu semakin mencolok.

"apa itu?..."
rehan menunjuk sebuah hutan yang terbakar api cukup hebat. kabut hitamnya mulai menebal.

"Mengerikan!!!...mungkinkah terjadi sebuah ledakan?... namun tempat itu adalah sebuah pemakaman tua."
ucap sindi dengan bola matanya yang tajam, mengamati.

tanpa basa-basi. rehan mulai melaju dengan kecepatan penuh untuk mengunjungi tempat itu.

"braakk!!..." pintu mobil terbuka.

TOPENG (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang