10 hari Sebelum terjadinya pengeboman.
Rehan dan seluruh anggota team, merencanakan sebuah penyerahan bukti yang sudah mereka kumpulkan dalam kurun 1 tahun.
mereka mengemudi dengan bertujuan ke suatu tempat yaitu Polsek Watbell area.
Polsek watbell area dahulu adalah tempat rehan dan anggota team nya bekerja. satu tahun yang lalu anggota team kami telah membuka kembali suatu kasus narkoba terbesar di kota wabel yang sudah di tutup beberapa tahun yang lalu. dan status mereka masih buron. belum tertangkap hingga saat ini.
mengingat kejadian masa lalu, rehan yang merupakan ketua dari anggota team kami, tiba-tiba menghilang secara tidak wajar.
Banyak kabar burung pun terjadi.
"sepertinya tuan rehan telah gugur dalam bertugas dan ia telah tiada tanpa jasad"
Ucap rumor orang-orang yang semakin kuat. Namun sebuah kebenaran masih saja belum terungkap. Sehingga kasus itu masih menjadi sebuah misteri.
Saat itulah kami meyakini bahwa tuan rehan masih hidup di suatu tempat. hanya saja keberadaannya tidak ingin di ketahui oleh orang-orang sekitarnya.
Kami percaya tuan rehan adalah sesosok yang kuat dan pantang menyerah.
meski telah menghilang bertahun-tahun kami bertekad akan segera menemukan ketua kami dengan membuka kasus ini kembali. "Rose Herfina sang bandar Narkoba terbesar di Kota kami" yang tidak di ketahui dimana keberadaannya hingga saat ini.
Tersangka pun di ketahui pernah membunuh seorang sehingga bukti kuat itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Kemanakah perginya bukti kuat itu?. Sebuah kejanggalan pun terjadi.
Mengapa kepolisian watbell sangat menutupi kasus kejahatan itu?.
Kami mencoba membuka kasus ini kembali. Namun semua berjalan tidak sesuai dengan harapan.
Atasan kami yang mengetahui akan hal itu tiba-tiba menutupi kasus ini secara Paksa. sebuah kejanggalan pun terjadi. mengapa atasan kami mencoba menutupinya.
Kami bertekad untuk tetap membukanya kembali demi menemukan sebuah petunjuk hilangnya tuan rehan secara misterius. Sehingga kami di berhentikan tanpa alasan selama dua tahun.
Kami mencurigai mereka adalah dalang di balik hilangnya sebuah bukti.
Dan kami memutuskan akan melakukan penyelidikan dengan sembunyi-sembunyi.
beberapa bulan setelah pemberhentian kami, rumor pembunuhan berantai bertopeng terjadi di kota warbell. Salah satu anggota team kami menyelidiki kasus itu dengan diam-diam. Meski kami telah di berhentikan dalam tugas. Kami tetap akan melindungi kota warbell dari sebuah kejahatan yang tidak terlihat maupun terlihat untuk mengirimi sebuah bukti pada kepolisian pusat melewati rekan kami.
Lalu seorang pembunuh bertopeng terdeteksi sedang berjalan dengan seorang tangan kanannya.
tangan mereka di penuhi dengan debu dan bercak darah. Sepertinya mereka telah menghabisi nyawa seseorang.
Mereka berjalan dengan santai memasuki sebuah sudut hutan kota yang sangat lebat.
Dan Kami memutuskan untuk mengikutinya dengan diam-diam.
Saat memasuki hutan lebat itu, seorang team kami melangkah dengan menginjak sebuah dahan daun.
"Krekk..." Lahkah kaki menginjak sebuah daun.
mereka menyadarinya dengan sangat cepat. Pembunuh bertopeng itu menodongkan sebuah pisau dengan sangat lincah. Sehingga perkelahian di antara kami pun terjadi.
Seorang tangan kanan pembunuh bertopeng itu telah berhasil menyandra salah satu anggota team yang bernama sindi.
"Siapa kau?" Tanya tangan kanan bertopeng itu dengan mendekap bahu wanita itu.
"Kau tidak perlu mengetahui namaku, tetapi aku datang untuk menangkapmu"
Suara wanita itu terdengar sangat tidak asing di telinganya. Suara yang selalu menyemangati ketika ia sedang di selimuti kabut tebal yang sangat buram.
"Apakah kau sindi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
TOPENG (TAMAT)
Genel Kurgumengapa pria bertopeng itu membunuh? apakah benar ia seorang pembunuh?
