Aku tidak tahu kapan aku akan hidup dengan damai.
Aku selalu memikiran hidup seperti akan berakhir saat ini, bahkan aku tak tahu rasanya hidup damai seperti yang lainnya.
Yang aku rasakan saat ini adalah aku akan melindungi orang orang yang aku sayangi dan juga yang aku cintai agar tidak pernah merasakan terluka dan kehilangan lagi.
meski aku tidak peduli apa yang akan terjadi pada diriku.
Aku Mencintaimu melebihi apapun.
Tapi aku rasa kepribadianku telah berubah tidak seperti dahulu lagi.
aku takut akan menyakitimu lebih dalam.
Terpintas dalam benak fikiranku aku sepertinya tidak pantas berada di sisimu.
Aku tidak akan memaksakan semua ini. yang hanya aku inginkan adalah Cahaya itu selalu tersenyum bahagia.
Aku mencoba menelpon ririn malam itu, untuk meminta maaf dengan apa yang terjadi tapi ia tidak menjawabnya.
Aku rasa ia takut kepadaku, tapi setidaknya ica telah bersama nya malam itu dan menjaganya.
Lalu pagi telah tiba tak terasa, tiada rasa lelahnya aku memperhatikanmu.
Yang aku rasakan saat ini adalah aku merindukanmu, aku ingin lebih melihatmu saat ini.
Aku selalu berfikir apakah aku bisa melihatmu kembali?
Tak peduli ancaman apa yang akan aku hadapi atau apakah aku bisa kembali dalam keadaan hidup.
Aku tidak tahu takdir hidup apa yang akan terjadi padaku.
Yang aku rasakan saat ini hanya ingin melihatmu lebih lama.
Di sebrang jalan, yohan melihat ica yang sedang berjalan berkunjung ke rumah wanita itu.
"Ting...tung...!! (Bel berbunyi)
Rin!!! Apakah kau sudah bangun?? Aku membawakan bubur untukmu??..." (Berteriak)
Lalu tatapan Ica melihat seorang pria di sebrang rumah.
Ia menggunakan topi hitam menatap sebuah kediaman wanita itu.
Ica terheran-heran memperhatikan pria itu, lalu tak menghiraukannya.
Lalu ririn membuka pintu menghampiri ica.
Aku selalu bersyukur melihat persahabatan mereka yang tidak pernah berubah sedikit pun, kau sangat beruntung rin.
Aku harap kalian akan selalu seperti ini menjaga satu sama lain.
Rasanya aku ingin mengunjungimu saat ini atau mungkin untuk terakhir kali nya.
Beberapa menit kemudian yohan melihat mereka di arah jendela dengan memperhatikannya.
Sepertinya mereka telah membicarakan pria bertopi hitam itu.
Yohan memutuskan untuk menghampiri mereka.
Ia rindu akan masa sekolah pada masa-masa itu.
meski mereka akan menganggapnya sesuatu berbeda untuk saat ini.
"Ting.. Tung...!!!" (Memencet bel)
Ririn dan Ica membuka pintu dengan bersamaan.
"Hai!! Apakah kalian membicarakanku??... "
(Yohan tersenyum)
"Maaf siapa kamu? Apakah kamu tetangga depan?... "
(Ica bertanya dengan memperhatikan pria bertopi hitam itu).
"Kau, Apakah sungguh kau tidak mengenalku ica??...."
Yohan mencoba meyakinkan.
"Aku tahu dirimu yohan,,
Apa yang telah kau lakukan pada ririn?, mengapa kau menculiknya??... "
Ica mengatakannya dengan amarah dan mencoba melindungi ririn yang berdiri di belakangnya.
"Apa kau sungguh tidak tahu ca, aku yakin kau sangat mengenal diriku dan kau percaya dengan rumor rumor saat itu.... tenang aku tidak akan melukai kalian.
Aku hanya ingin mengunjungi ririn apakah dia baik-baik saja?...
Tapi setelah melihatnya,, Baguslah kau telah merawatnya dengan baik ... "
"Tentu ririn akan baik baik saja aku akan menjaganya darimu....."
Ica terlihat berbeda saat memandangi yohan.
Ya tidak heran, karna ririn pasti mengatakan semua kejadian pada malam itu.
Yohan pun terdiam dan lalu menatap ririn sambil berjalan dengan perlahan-lahan untuk menghampirinya.
betapa aku sangat merindukanmu Cahayaku.
Mengapa kita harus bertemu dengan keadaan seperti ini?....
KAMU SEDANG MEMBACA
TOPENG (TAMAT)
Fiksi Umummengapa pria bertopeng itu membunuh? apakah benar ia seorang pembunuh?
