Bumi terus berputar pada porosnya. begitupun hari demi hari terus berjalan.
Banyak hal yang terjadi dengan waktu yang terus berlalu.
Pagi berganti menjadi siang, siang akan berganti menjadi sore, hingga terjadinya malam. Semua sudah di atur dalam putaran waktu yang berdetak.
Namun tidak dengan suatu kenangan, bagaiamana pun waktu berjalan kau takkan bisa melupakannya. Hanya kau yang dapat memutuskan. Apakah sebuah ingatan berjalan dengan buruk atau penuh kebahagiaan?.... Ingatan mana yang akan kau pilih?....
Yohan memikirkan banyak hal seperti di ambang keraguan. Jalan hidup yang ia pilih apakah semuanya akan segera berakhir?....
Amarah dan Rasa Rindu yang amat tajam membuatnya tergores dengan penuh luka membalut kenangan. Terkadang ia memikirkan masa depan yang cerah, terkadang ia memikirkan jalan yang buntu.
Suatu hari yohan berjalan mengelilingi hutan lebat itu. Terkadang ia menatap sebuah jalan mengamati sang gadis, yang tak pernah luput melewati hutan kota dimana ia mengetahui yohan bersembunyi.
Yohan diam diam mengamatinya dengan bersembunyi di balik pohon.
Gadis itu menatap jalan menuju hutan yang sudah di garis kuning.
Bola matanya menunjukan keputusasaan memendam rasa rindu yang amat mendalam pada sang pujaan hatinya "YOHAN ABIGAIL".
Tiba-tiba ia menunduk dengan mengatakan.
"kamu dimana?..."
Yohan terdiam membisu. Bola matanya terus menatap sang gadis yang Kini ia tidak bisa melakukan apapun untuk bertemu dengannya.
Gadis itu melanjutkan perjalanannya dengan melangkah pergi meninggalkan hutan lebat.
"Cahayaku, kau masih terlihat cantik. Entah mengapa aku semakin mencintaimu. Ketika melihatmu, selalu terlihat harapan baru.
aku semakin ingin berjuang untuk menjadi masa depanmu. Tunggu aku sebentar lagi."
Gumam yohan dengan senyumannya yang lembut bersembunyi di balik pohon yang rindang.
"hari ke 10 , Rehan dan rekan teamnya telah berhasil memecahkan suatu misteri seorang kepala kepolisian wabell.
saat itu terjadi pertemuan antara aku andre dan wanita jalang itu.
hari ke 9, arhan menghubungi stasiun televisi dimana seorang wartawan dengan beraninya mengungkapkan kasus misteri. Hingga saat ini menjadi pusat perhatian warga lokal. Tentang tragedi pembunuhan bertopeng pun, lenyap seketika.
Hari ke 8, suatu tragedi, dimana aku mengungkapkan identitasku pada wanita jalang itu. dan banyaknya orang yang terluka karna mencari informasi mengenai diriku. namun sekarang wanita itu menghilang. dan hal pastinya, wanita jalang itu akan mengejar Ririn Widjayanti. aku sungguh bodoh!!!..."
yohan terus menyalahkan dirinya sendiri.
hari ke 7, 6, dan 5 kami belum saja menemukan sebuah informasi tentang Rose Herfina. Ternyata ia pandai bersembunyi.
Hari demi hari, Gadis itu masih saja berjalan menatap hutan lebat yang sudah di garis kuning polisi. Namun Sepertinya kini ia berhenti bergumam dan hanya berjalan melewatinya.
Day 4....
"huuu...huuu....huuu...." (teko panas)
yohan melangkah pergi untuk mematikannya. Ia membuat sebuah teh hangat di pagi hari adalah suatu kebiasaannya.
"Hmm hangat"
Ucap yohan dengan duduk di teras rumah tua.
kini mentari pagi menyinari hutan yang lebat itu, meski terlihat tipis.
sepertinya cuacanya cukup mendung.
"keeakk....keaaakkk...keakk!!!..." (suara burung gagak)
suara gagak yang selalu terdengar, baginya itu adalah pemandangan yang sudah tidak asing lagi. terkadang burung gagak itu mengelilingi atap rumah pagi siang dan malam. Burung itu sudah seperti seorang teman.
namun entah mengapa kini ia hanya sekedar liwat tidak mampir.
"dimanakah wanita itu bersembunyi?,, rencana apa lagi yang akan ia lakukan?,, apakah ia akan mulai menyerah?..."
yohan mulai bergumam dengan sendirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TOPENG (TAMAT)
General Fictionmengapa pria bertopeng itu membunuh? apakah benar ia seorang pembunuh?
