BAB 25 ANTARA CINTA DAN KEBENCIAN

12 3 0
                                        

Sebelum menjalani misi penyelamatan. Andre membentuk sebuah team. Mereka memutuskan untuk mengikuti arahan andre untuk mengakhiri perselisihan. Ketika yohan berjalan pergi. Sang detektif berjalan dengan menemukan sebuah mobil tua yang yohan kenakan beberapa waktu lalu.

"mengapa mobil ini terparkir disini?...." gumamnya. lalu ia memasangkan alat pelacak pada area bawah sang mobil tua.

"Baiklah, sekarang aku ingin melihat kemana kau akan pergi."
Ucapnya sambil menepuk badan mobil.

Lalu ia melihat yohan melangkah keluar dari pusat hutan kota yang penuh dengan garis kuning polisi. mimik wajahnya menunjukan amarah yang penuh dendam. tangannya terus mengepal sambil berjalan.
Sang mata-mata itu menyadari mungkin suatu hal telah terjadi menimpanya. lalu ia bersembunyi di balik dinding rumah kosong.

"Ngeng....ngengg....ngeng!!!..."

Pria sangar itu memainkan pedalnya dengan melaju kecepatan penuh.
Sang mata-mata menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Menakjubkan, yohan abigail. lihatlah jihan, anakmu terlihat seperti kau."
Ucapnya berbicara sendiri menepuk tangan. dengan mengingat mendiang sahabat dekatnya. JIHAN ABIGAIL.

lalu ia mulai memasuki pusat hutan kota dengan jalan perlahan-lahan.
Hutan pusat yang cukup lebat dan sangat luas. Bahkan hutan itu isunya dapat menembus ke beberapa daerah dengan jalanannya yang cukup terjal.

"Keak....keaakkkk!!!..." (Burung gagak)

Suara khas burung gagak cukup menemaninya dalam perjalanan.
Suasananya semakin terasa suram meski di siang bolong. sang mata-mata itu menatap langit-langit dan juga pohon yang penuh dengan sarang burung gagak. ia menarik nafas panjang dan melanjutkan perjalanannya.
Beberapa menit kemudian ia melihat sebuah rumah tua yang cukup kokoh dan terawat.

"Hah... Apakah seleranya seperti orang tua. Mengapa semuanya serba tua. Payah!!!!..."
Sang mata-mata itu bergumam dengan sendirinya.

Lalu seorang pria paruh baya memasuki pintu itu dengan mengendap-ngendap.

"Apakah itu penyusup?..."

Sang mata-mata itu terus bergumam dengan melangkah perlahan-lahan. Sebuah jendela utama terbuka dengan cukup lebar. Ia memutuskan untuk melihatnya dengan sembunyi-sembunyi di balik jendela itu. Bola matanya mulai melihat ke dalam.
semua orang yang tengah berkumpul membicarakan sebuah misi penyelamatan di bawah kepemimpinan andre Fahrov.

"Wah!!!..wahh... Sepertinya aku melewatkan sesuatu. kalian akan membuat sebuah rencana?, aku melihat pria kuat itu bertindak sendiri lagi. aku akan ikut juga."
Ucap sang mata-mata dengan menunjukan diri tiba-tiba.

"Siapa kau?" Tanya seorang pria paruh baya.

"Ia seorang detektif rahasia. Ia datang dengan tujuan yang sama dengan kami."
Ujar berlin menyela pembicaraan.

"Baiklah apa rencananya?... Aku sudah memasangkan alat pelacak pada mobil tuanya itu."
Ucap sang mata-mata.

Bernarld dan romi tertawa tipis. memasang wajah yang humor.

"Hey!!! Mengapa kau tertawa!!!..."
Sang mata-mata itu terlihat kesal.

"Hem hanya... kau tak perlu repot dengan itu. Kami mempunyai alat yang cukup canggih untuk menemukan rekan kami."
Ucap erland dengan tersenyum meledek.

"Yahh dan aku yakin pria sangar itu!!! Sudah menemukan alat pelacaknya. Hehee..."
Romi tertawa tipis dengan menutupi bibirnya.

Ketika mereka sedang membicarakan humor itu. Yohan benar-benar menemukannya.

TOPENG (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang