15

531 18 8
                                        

The ...?
.
.
.
.
.
.

Beberapa hari berlalu dan mereka kini berada di Korea. Mereka berempat bahkan pulang ke Korea pada hari yang sama. Jadi tidak heran jika mereka saling bertemu di bandara setelah tiba.

Seperti yang di katakan sebelumnya, Haechan; kakak ipar Jay sudah melahirkan dan dia sudah dibenarkan pulang hari ini.

Setibanya mereka di mansion utama keluarga Jung, mereka disambut hangat oleh Jay dan istrinya. Jay memilih untuk menemani Sunoo di rumah ortunya karena Sunoo tidak terlalu sehat.

Cklek

Suara pintu dibuka terdengar oleh Jay dan Sunoo yang sedang menonton televisi di ruang tamu, mereka pun menoleh dan mendapati Jung Mark; kakak sulung Jay sedang membawa segala kebutuhan anak dan istrinya.

"Jay? Sejak kapan kalian pulang ke Korea?" tanya Mark yang terkejut melihat adik keduanya berada disini.

"Sudah hampir seminggu kami berada disini.. Apa kau lupa aku yang membawa kan peralatan bayi kalian?" tanya Jay kembali setelah menjawab.

"Oh iya.. Maafkan aku, mungkin ini efek setelah menjadi Ayah, hahaha" ujar Mark

Jay juga tertawa dan Sunoo langsung menghampiri Mark untuk membantunya membawa beberapa tas yang dibawa.

Setelah dibantu Sunoo meletakkan kesemuanya, Mark menghampiri Jay bersama Sunoo.

"Kapan efek ini akan berkerja padamu Jay? Biar anakku ada temannya.." tanya Mark tiba-tiba.

"Hahaha.. Mungkin belum masanya kak, tiba masanya sudah dipastikan kau akan mengetahuinya dari Bubu" jawab Jay yang kemudian mencium dahi istrinya.

"Baiklah, aku tunggu.." ujar Mark, kemudian dia menghampiri istrinya dan membantu Haechan berjalan.

Taeyong melangkah masuk ke rumah diikuti oleh yang lain dan orang pertama yang dia lihat adalah Sunoo yang bertanya kepadanya dengan wajah yang sangat bersemangat "Bubu, dimana bayinya??"

Taeyong tertawa kecil sambil mengusap pundak Sunoo. Sungguh menantunya yang satu ini masih saja seperti anak kecil.

"Bayinya ada bersama kak Jaemin dan suaminya, mereka akan menyusul kemari.." jelas Taeyong.

Mereka berdua yang berada di pintu menoleh ketika mendengar suara mobil yang berhenti. Pintu mobil terbuka dan menampilkan Jaemin yang sedang menggendong bayi Haechan.

Sunoo yang tidak sabaran melewati Taeyong dan segera berdiri dihadapan Jaemin.

"Wahh lucuuu" Sunoo memandang bayi itu dengan mata yang berbinar. Dia sangat menyukai bayi, tetapi tidak dengan anak kecil kecuali jika mereka baik dan pendiam.

"Ingin membawanya? Kau kelihatan seperti suka dengan bayi ya.. " Tanya Jaemin yang kemudian dibalas anggukan oleh Sunoo.

Setelah menyerahkan bayi itu kepada Sunoo, Jaemin merasa ragu seketika. Wajah Sunoo kelihatan pucat, apakah dia baik baik saja?

"Sebentar.. Sunoo, apa kau baik baik saja?" tanya Jaemin, menahan Sunoo daripada melangkah.

"Iya kak, aku baik baik saja, hanya sedikit pusing, tidak usah mengkhawatirkan ku" jawab nya kemudian melangkah kembali masuk ke dalam.

Tiba di dalam semua orang menatapnya, Taeyong tersenyum melihat pemandangan itu. Menantu barunya menggendong seorang bayi.

"Kau kelihatan begitu ahli dalam mengurus bayi" ujar Haechan.

"Hahaha, tidak kak.. Aku hanya menyukai bayi"

Haechan mengambil bayinya kembali setelah Sunoo duduk disampingnya, karena alasan Sunoo terlihat begitu lelah, dia merasa kasian.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Switch. | NikwonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang