14

476 24 5
                                        

'Mama'...?
.
.
.
.
.

Jungwon merasa heran ketika dia mendapati dirinya sedang berdiri di ruangan serba putih tanpa ada apapun disekelilingnya.

Ketika dia sedang sibuk melihat kiri kana, tiba-tiba ada langkah kaki yang terdengar seperti mendekatinya.

“Mama.. hiks..hiks..” terdengar seperti suara anak kecil yang sedang menangis.

Jungwon menoleh dan mendapati bahwa sumber suara itu adalah dari anak kecil yang berdiri dibelakangnya.

“Kamu siapa?..” tanya Jungwon lembut.

“Hiks.. Mama jahat!!” marah anak kecil itu kepada nya.

“Mama jahat! Mama mau pergi dan meninggalkan aku sama Papa!” ujarnya lagi.

Jungwon terdiam mendengar tuturan anak kecil itu, meninggalkannya? Papa?

“Papa bilang dia sangat menyayangimu dan dia selalu merasa bersalah, tetapi dia tidak pernah berhenti mencoba mendapatkan maafmu!! Kenapa mama tidak pernah ingin memaafkannya?! Apa mama tidak pernah sayang pada Riwon?!” setelah mengatakan itu, anak kecil itu berlari pergi dari situ.

Jungwon memerhatikan anak kecil itu yang kini memegang tangan seorang pria yang ia yakini adalah 'Papa' kepada anak kecil itu.

Tiba tiba sekelilingnya berubah menjadi pinggiran jalan raya. Jalan raya yang isinya kendaraan yang sangat sibuk berlalu lalang.

Jungwon masih memerhatikan anak dan pria tadi, seketika pria itu menoleh ke arahnya.

“Kak...Ni-ki-?” tanya Jungwon tidak percaya.

Baby, aku tidak menyangka kamu bisa sekejam ini..” ujar Ni-ki dan setelahnya dia membawa anak kecil itu melintas jalan raya itu bersamanya.

Tetapi sebelum mereka sempat menyebrangi..

BRAKK!!

KAK NI-KI!!”

***

Sunoo baru saja bangun dari tidurnya, dan dia terkejut melihat suaminya berada disebelahnya. Karena biasanya, Jay akan berangkat ke kantor pagi sekali.

Dengan pelan dia mengguncang tubuh suaminya, memastikan suaminya untuk bangun dan berangkat kerja.

“Kak.. Sudah pagi ini, apa kakak tidak berkerja?” tanya Sunoo pelan.

Jay yang baru saja membuka matanya terus tersenyum melihat istrinya dan mulai menarik Sunoo ke dalam pelukannya.

“Tidak sayang.. Hari ini aku mengambil cuti karena ingin menghabiskan waktu bersama mu.” jelas Jay.

Sunoo membalas pelukan itu. Dapat dia menghirup bau badan suaminya yang sangat ia sukai tetapi seketika itu membuatnya merasa aneh.

Perutnya mulai merasa aneh, seakan akan tubuhnya memaksa sesuatu untuk keluar. Dia mulai merasa mual, segera dia bangkit dari kasur menuju ke wastafel dikamar mandinya.

Jay yang panik segera menghampiri istrinya. Mengusap punggung Sunoo, membantunya untuk memuntahkan isi perutnya.

“Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu sakit?” tanya Jay dengan khawatir.

Switch. | NikwonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang