Maldives?
.
.
.
.
.
Jay yang baru saja selesai mandi heran, dimana istrinya? Dia hanya melihat baju yang telah disiapkan oleh istrinya terletak di kasur saja, karena biasanya kalau dia sedang mandi, Sunoo pasti setia menunggu nya sambil menyiapkan baju untuknya.
Dia dengan cepat mengenakan bajunya dan turun ke bawah, malah makin heran karena seluruh rumahnya sangat gelap.
"Sun? Sayang? Are you there?.." tanya nya seraya menggapai suits di dinding, sangat sulit untuk menggapainya karena seluruh rumah ini sungguh gelap.
Cklek!
"Surpriseee! Happy Birthday Jay!!" ucap seluruh ahli keluarga Jung termasuk istrinya yang memegang kue, sambil tersenyum.
Jay sungguh kaget dengan kejutan yang diberi, dia tidak bisa berkata kata, dia sangat merindukan keluarga, hampir setahun juga mereka tidak bertemu, dan ini adalah hadiah ulang tahun yang terbaik menurut nya.
Kemudian dia merasakan air matanya menuruni pipinya, dia tidak bisa menutupi nya lagi, inilah yang dia selalu inginkan, berkumpul dengan ahli keluarga nya di hari yang penting.
"T-terima kasih.. Aku menyayangi kalian.." ucapnya sambil memeluk istrinya, mencium pipi Sunoo lama dan kemudian berganti kepada sang ibu.
Dia menangis di pelukan Bubunya, Taeyong hanya bisa mengusap pelan punggung Jay. Menantu nya benar, anaknya sangat merindukan dirinya dan keluarga.
Setelah saling bertukar pelukan, mereka melanjutkan makan malam mereka. Walaupun tadinya Sunoo berkata dia memasakkan banyak makanan tetapi sekarang bahkan tidak cukup untuk dua orang lagi.
Ketika semua orang sedang sibuk berbicara dengan sesama sendiri, Sunoo memandang intens terhadap perut hamilnya istri kepada iparnya.
Haechan yang merasa diperhatikan pun menoleh ke arah Sunoo. "Sunoo..? Kamu kenapa??" tanya nya dengan lembut sambil mengusap pundak Sunoo, membuat Sunoo tersadar dari lamunannya.
"Ah.. tidak.. hanya saja aku sangat penasaran, bagaimana rasanya hamil? Apakah perutmu merasakan geli ketika bayinya bergerak? Atau sakit? Memangnya tidak sakit ketika perutmu membesar?" tanya Sunoo bertubi-tubi, membuat si Haechan agak pusing mendengarnya.
"Hahahaha.. baiklah aku menjawab pertanyaan mu satu satu, pertama, rasanya mungkin tidak seburuk yang orang pikirkan tetapi juga menyenangkan karena kita tahu bahwa kita sedang membawa sebuah nyawa bersama. Yang kedua, itu tergantung pada orangnya, banyak orang bakal merasakan sakit tetapi ada juga orang yang merasakan geli, bahkan juga ada orang yang merasakan keduanya sekaligus, dan yang terakhir, tidak. Karena ketika perutmu membesar, itu sama saja rasanya ketika kau bertambah berat badan dan perutmu membuncit." jelas Haechan dengan terperinci, membuat Sunoo terdiam sejenak dan kemudian tersenyum kembali seraya mengusap perut buncitnya Haechan.
Sunoo sebenarnya terfikir, bagaimana rupa anaknya dan Jay nanti? Apakah dia akan lebih mudah lelah ketika hamil? Karena dia tahu bahwa dirinya itu sangat mudah lelah tidak kira waktu. Dia sudah menderita asthma sejak kecil lagi, jadi dia selalu berfikir apakah bakalan lebih sulit jika dia hamil?
Beberapa menit kemudian, Jaehyun mengambil perhatian semua orang, dengan cara mengetuk meja tiga kali.
"Jadi Jay.. Sebagai hadiah ulangtahun mu, kali ini Daddy hadiahkan perusahaan Daddy yang di Maldives.. Daddy harap kau bisa mengatasinya dengan baik" ujar Jaehyun. Membuat sang anak tersenyum bahagia dan terus memeluknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Switch. | Nikwon
Storie d'amore"Nak Jungwon, kamu sudah mempunyai pacar atau belum?" "Su-" "Setahu Iki, dia ini Jomblo Daddy." *** "Bagaimana sayang? Apakah Jay setuju untuk mengambil anak buntut kita ini sebagai calon istrinya?" "Tentu saja, oh iya.. Sunoo sayang, mulai besok, J...
