Bab 14

405 44 10
                                        

"dan yang terakhir Chaterine" ucap Alden-mulai menutup buku catatan siswa lolos seleksi tersebut.

"WOHOOO CEWE GUEE TUU" hilang sudah image cool dari seorang Oline Manuel jika menyangkut Erine, kekasihnya. Bisa bisanya dirinya berteriak padahal jarak dari lapangan dan kantin cukup jauh. Tak mungkin pula Erine bisa mendengarnya.

"bagi yang tidak lolos, jangan berkecil hati. kalian bisa coba lagi dilain kesempatan" ucap salah seorang pembina.

"KAK KENAPA NAMA SAYA TIDAK ADA? saya rasa saya cukup baik dalam latihan, saya juga tidak pernah alpa" protes Nachia.

"cewe lu tuh" Gendis menyenggol lengan Nala. "tau gue, biarin aja dulu" Gendis hanya mengangguk membiarkan.

"maaf nina, tapi ini sudah keputusan bersama jadi tidak bisa di ganggu gugat" ucap pembina tersebut.

"tapi kan kak-"

"JIKA ADA YANG TIDAK TERIMA, silahkan datangi saya. Permisi, bubar barisan!" Alden berjalan meninggalkan lapangan sekolah.

Nachia yang tak terima dan ingin protes pun langsung mengejarnya. Meski sempat di cegah oleh Erine, tetap saja percuma. Bukan tak terima, rasanya janggal saja. Ada siswa yang lebih buruk darinya mengapa ia bisa lolos sedangkan dia yang sudah bagus.... malah tidak diloloskan.

"Kak Alden!"

"ck, apalagi Nachia?" tanya Alden.

"semua sudah jelas bukan? kenapa kamu masih ga terima?" lanjutnya

"bukan aku ga terima, tapi kak. masa yang alpanya banyak bisa lolos, yang latihannya ogah ogahan bisa lolos masa aku yang ga ada alpa dan aku rasa aku bagus engga bisa lolos" jelas Nachia.

"jadi kamu meragukan penilaian kami? kamu ga terima? main aja sana sama pacar kamu itu" ujar Alden

"ha?! kok jadi pacar sih kak! jangan' aku ga lolos cuma karena kakak marah aku pacaran Nala dan udah nolak kakak?" pekiknya tak percaya.

"ayo lah kak... kamu ga sedewasa itu ternyata" sambungnya remeh.

"kamu meremehkan saya ha! saya jauh lebih baik dari pada pacar mu yang berandal itu. SAYA UDAH PERINGATI KAMU NACHIA" ucap Alden sambil menunjuk nunjuk Nachia kasar.

"bisa gausa kasar ga?" Nala mendorong kasar Alden.

"ini dia pahlawannya" remeh Alden.

"Nala udah!"

"kakak gausa bawa' Nala ya! ini masalah paskib" ucap Nachia

"apalagi yang harus dipermasalahi Nachia? sudah jelas bukan? kalo kamu ga pantes buat mengabdi pada negara. Ohhh aku tau, kamu kan mau ikut geber geber di jalanan, ikut tauran yang liar dan brandal. kabarnya kemarin ada yang abis tauran yaa? kok bisa ga ketangkep sih.. jadi aib aja buat sekolah padahal bapaknya pemilik sekolah duhh aduhh"

BUGHH

Satu bogeman berhasil didaratkan oleh Nala di pipi mulus Alden. "jaga omongan lo ya"

"Nalaa! stoped!" Nachia mencoba menahan Nala.

"duhh brandal apa' main pukul, susah emang ya lawan orang begini" Alden trus mengompori Nala hingga

BUGHH

DUG

BUGHH

Perkelahian pun tak terelakkan, Nala trus memukuli Alden sampai tak sadar ia mendorong Nachia.

"awwh"

Nala langsung menoleh kearah dan langsung berpaling ke arah Nachia.

"tch dasar, brengsek" Alden pergi digotong oleh beberapa temannya. Meninggal Nala dan Nachia di sana.

CINTA ANGKASA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang