Play song: Ayah-Seventeen lagunya aga kecepatan ini, susah banget nyari yang cocok sumpa..
Jauh dari kediaman keluarga Khaula. Ada seorang anak yang sedang mengotak atik motornya. Sedari tadi ia menstater motornya namun sang motor tampak enggan untuk menyala. Dia sudah berusaha sekuat tenaga namun nihil. Usahanya yang sedari tadi hanya sia sia.
"Mau kemana kamu angkasa?" tanya seorang pria paruh baya.
Diam. Gadis itu hanya diam dan tak memberikan jawaban apapun. Masih sibuk dengan motor miliknya. Ia tak menganggap adanya orang disekitarnya.
"SAYA TANYA KAMU NAILA ANGKASA! mau kemana kamu!?" tegas pria itu yang tak lain adalah Vadel.
"Bukan urusan papa!" jawabnya singkat.
"jelas urusan saya! kamu itu anak saya naila" ujar Vadel.
"anak yang menjadi aib kan pa? anak yang malu maluin papa dan keluarga kan? anak yang ga bisa papa bangga banggain kaya kak gaby kan pa" air mata gadis itu mulai mengalir.
"apa yang kamu bicarain naila?" ucap vadel.
"benerkan pa? jangan larang aku buat pergi pa! aku cape selalu di bandingi trus sama papa. aku juga ga mau jadi gini pa!" tegasnya.
"yauda! silahkan kamu kalau kamu mau pergi. tapi jangan harap kamu akan melihat wajah saya lagi!" ancam vadel.
"terserah papa, aku akan tetap pergi dari sini" ia masih mencoba menyalakan motornya yang sedari tadi tak mau nyala.
"bensinnya ada ga? mau kabur kok ga ada bensin!" sarkas vadel.
Nala pun mengecek tangki motornya. Dan benar saja bensinnya sudah habis! ia pun kembali menutup tangki motornya dan bergegas menyorong motornya.
"ada ga uangnya mau isi bensin?" tanya vadel mengejek.
"ada!" ketusnya.
"hahahahah kamu ini ada ada arggggghhh" Vadel menghentikan tawanya. Ada rasa nyeri yang teramat tepat di dadanya.
Nala pun menoleh, ia fikir Vadel hanya bermain main dengannya. Namun ia melihat Vadel sudah tergeletak di lantai garasi rumahnya dengan keadaan tangan memegang dada. "PAPAAA"
"PA bangun paa, papa becanda kan. papa prank aku kan?"
"KAKKKK GABYYY PAPA KAKKKK! KAK GABRIELL!"
Tak lama, Ella datang dengan tergesa gesa. Betapa kagetnya dirinya melihat keadaan keluarnya itu.
"BANTU ANGKAT PAPA, TARUH KEDALAM MOBIL!" ucap Ella.
"kak aku jahat ya?" tanya Nala.
"hmm?" Ella berdehem tak setuju.
"aku ga guna banget, buat malu! sekarang gara gara aku papa sakit" jelasnya.
"ngomong apa sih kamu" tak terima Ella.
"kakak gausa sok tegar deh, sebenernya kakak mau maki aku kan karena udah bikin papa begini"
Obrolan aneh tersebut sedang berlangsung kursi tunggu rumah sakit. Saat ini mereka sedang menunggu hasil dari dokter.
"tau aja kamu ini, tapi ga mungkin lah aku kan anak baik" canda Ella.
"aku serius kak!" tegas Nala.
"mau di serius gimana maniezz?"
"ck! kalau sampai papa kenapa napa, aku ga akan maafin diriku"
"doain papa yang engga engga lo ya" sarkasnya.
"bukan gitu astaga!"
Tak lama pintu kamar rawat terbuka menampilkan seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruang tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA ANGKASA
Random⚠️END⚠️ Top tagar 11 Juli 2025 🥇#na2 "ga semua orang paham perasaan kami" ujar nala "tapi ga harus berantemkan? ga harus main pukul kan? kamu udah janji sama aku nal" tanya nachia "kamu mah enak chia keluarga harmonis, pinter, cantik, baik, banyak...
