ex-part

444 40 6
                                        

spesial edition.

Hari, Minggu, Bulan dan bahkan Tahun turut berganti setiap waktunya. Hari kelulusan Nachia cs dan Galaxy pun bisa dihitung jari. Sebagian dari mereka yang satu tingkatan lebih tinggi, sudah tamat lulus di tahun kemarin.

Hubungan antara Nala dan Nachia pun semakin hari makin dekat. Meski begitu tentu saja sesekali akan tetap ada pertengkaran kecil yang mengiringi alur kehidupan mereka semua, tak hanya dua sejoli yang memadu kasih itu.

Pagi ini Nachia terlihat lebih ceria dari biasanya. “good morning my sister~” sapa Nachia pada Anin sang kakak yang sedang menyiapkan sarapan. “morning, tumben. ada apa?” tanya Anin yang sedikit keheranan.

Namun detik berikutnya ia teringat sesuatu. Dirinya pun terkekeh singkat sambil menggelengkan kepala. gemes.
hmm... pantesan cerah banget gitu”

“ya lah siapa yang ga seneng coba kalau papa nya bisa pulang setelah sekian lama.”ujar Nachia. “ya kan aura ku ga kayak kamu. bisa disangka odgj aku ntar.” jawab Anin. Nachia tertawa mendengarnya. “oh ya, kakak ada kelas pagi kah? kok cepat banget siap siap nya” tanya Nachia yang baru tersadar akan penampilan kakaknya itu.

“ha? oh ini. engga, Regie kan mau pulang ke Surabaya buat ketemu nenek nya” jelas Anin. “jadi kakak mau ikut tungguin dia, yaaaa... takut kangen aja sihh” tambahnya.

“lohh ntar perpisahan dia gimana? masa iya engga ikut” tutur Nachia. “ikut kok, dia ga lama disananya. 2 atau 3 harian doang” jawab Anin.

Nachia hanya menganggukkan kepalanya. “eh iya kak, papa kan tau nya angkasa itu cowo. gimana kalo papa tau kalo angkasa itu ternyata cewe? regie juga, papa taunya kalo dia cowo kan”

Pertanyaan serta pernyataan yang seperti ini sudah sering Nachia tanyakan pada sang kakak. Bukannya apa dirinya hanya tak mau membuat papanya kecewa terhadap pilihannya.

Anin pun tampak sedikit bimbang, meski ia sudah sering mendengar pernyataan ini dari adiknya. “mau ga mau kita harus bilang sih na, kamu kapan mau ajak nala kenalan sama papa?” tanya Anin to the poin.

Nachia menggigit kecil bibir bawahnya. Sedikit tak siap dengan hal ini. “aku takut papa marah kak...” lirihnya. Anin mengangguk paham. Ia pun sama.

“masa kita mau nyerah sih na” tutur Anin. Nachia sedikit gusar, keceriaannya tadi lenyap seketika. “ga bisa kak, aku udah sayang banget sama nala. tapi aku juga ga mau kecewain papa.” ucap Nachia. Anin menghela nafas panjangnya. Berusaha mencari cara agar bisa menyelesaikan masalah yang sedang dia dan adiknya alami.

Tiba tiba ponsel Anin berbunyi. Nama Regie tertera di sana, melakukan panggilan suara. Anin pun menjawab panggilan itu dengan segera.

“hallo kenapa ji?”

eh eee.. ini kak, kakak udah siap-siap buat anterin aku belum? soalnya aku ga jadi pergi. soalnya mama ada urusan mendadak.”

“yahh aku udah selesai siap-siap lagi...”

aduhh maaf ya kak, eji ga maksud buat kakak kecewa. eji kan udah izin gimana kalo eji temenin kakak aja di rumah.

“ihh bolos dong!”

sesekali kak, besok eji masuk kok hehe

“emm yauda deh”

oke, tunggu eji kak bye....

“bye ji”

Panggilan berakhir. Setidaknya hari ini Anin akan ada temannya. Sebenarnya ia juga tak ada kelas hari ini, jadi mungkin akan ia habiskan seharian bersama Regie. Setidaknya sampai papanya pulang. “kak. Nala udah di depan, aku berangkat dulu ya.” izin Nachia.

“yauda deh, hati hati kamu na.”

“iyaa”

•°•°•°•°§•°•°•°•°•

“hai cantik, kenapa kusut gitu sih muka kamu.” Ujar Nala yang bingung dengan kekasihnya itu. “hmm.. nalaaa~” Rengek Nachia dengan melengkungkan bibirnya kebawah.

“kenapaa?” tanya Nala. “ga mood cerita sekarang” jawab Nachia. Nala hanya tersenyum dan mengangguk. “oke kapan pun kamu mau cerita, aku siap dengerin. sekarang ayo kita berangkat yaa, nanti telat lohh” Nachia mengangguk, mulai memakai helm yang di beri Nala dan menaiki motor Nala.

“pegangan chia” ucap Nala lembut. Nachia pun memeluk Nala sangat erat, seakan takut kehilangan kekasihnya itu. Pagi ini jalanan cukup ramai, untungnya Nala jago menyalip hingga membuat mereka bisa datang lebih awal, setidaknya mereka tidak terlambat.

Nala mengantarkan Nachia menuju kelasnya, kemudian pamit untuk ke kelasnya. Di kelas akhir seperti ini tidak akan ada guru yang masuk, karena sebentar lagi mereka akan melaksanakan hari kelulusan. Banyak dari mereka hanya bergosip ria, bermain game, dan jika satu kelas dengan pacarnya mereka akan saling bucin tentunya, sama halnya dengan Delynn dan Lily yang bucin di kelas Nala.

“line”

Gadis bermata ngantuk yang di panggil pun menoleh dan berdehem. “ke kelas nachia ama erine yok, bosen banget gue.” ajak Nala.

Oline tampak sedikit berpikir dan kemudian memberi jawaban “ayo dah”

Sesampainya di kelas Nachia dan Erine, Nala dan Oline mengetuk dan meminta izin untuk masuk ke kelas tersebut pada penghuni kelas. Lalu mereka berjalan menuju meja yang di tempati Nachia dan Erine.

“ihh bolos ya kamu” tuduh Erine pada Oline. “engga, orang jamkos kok. lagian aku kesini juga karna di ajak nala” sanggah Oline.

Sedangkan tersangka mengajak bolos hanya tersenyum canggung. Setelahnya Nala dan Oline menarik kursi kosong dan meminta izin pada pemiliknya untuk duduk di situ.

“kamu kenapa sihh chiaa? dari tadi lohh kusut terus mukanyaa” tanya Nala. “nanti malem papa aku bakal pulang” jelas Nachia. “lohh bagus dong bukannya om aran udah hampir 2 tahun ga pulang ya?” tanya Erine.

“yaa bagus sihh rine, masalahnya... papa ga tau kalo aku pacaran... sesama jenis” ujar Nachia lesu. Paham akan hal itu Nala membuka suara. “lohh kan kak anin juga, tapi bukannya papa kamu tau kalo kamu punya pacar?” tanya Nala.

“tapi kan selama ini aku bilangnya ke papa kalo nama kamu angkasa.. hehe” Nachia menyengir tak berdosa.
“kalo kak anin juga sama, nama regi kan kaya nama cowo. so papa pasti mikir kalo kita berdua... pacarannya sama cowo” sambungnya.

“lah kocak”

“oline diem ih, trus trus? kak anin ga panik kaya kamu kah?" Tanya Erine.

“ga mungkin engga sih, tapi ihh gimana ini nalaa~” rengek Nachia pada sang kekasih.

“keputusan di tangan kamu chia, aku akan berusaha sebaik mungkin kok buat yakinin papa kamu” ucap Nala, berusaha menenangkan.

“tapi aku ga mau kecewain papa aku nala, aku ga mau buat dia sedih...”

“jadi... kamu mau nyerah ya chia?” tanya Nala lirih.




































































































hoho i'm comeback cihuyyy!!! tapi kenapa cerita ini tidak serame cerita ku yang di sebelah???!!!

ga nyampe 1000 words anjay...

penasaran ga sihh gimana akhirnya?

seneng banget oi mereka semua mencoba untuk berdamai dengan keadaan. meski mungkin sulit ya? tapi tetap semangat dan jangan menyerah yaaa nala, nachia dan juga member lainnya. banyakin moment klip boleh tapi jangan bikin konten yang aneh aneh lagi all. bijak lah dalam penggunaan sosial media mu.

CINTA ANGKASA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang