Bab 13

377 37 6
                                        

Dengan persiapan yang sudah sangat matang Galaxy sudah tiba di tujuan mereka. Tak butuh waktu yang lama pula musuh mereka pun sampai ditempat dan jam yang telah di janjikan kemarin malam. Tepat tengah hari. "Gue kira bakal ga dateng lo" Dengan seringai iblisnya, salah satu dari Black Devil(?) mengucapkan hal itu.

"diem lo botak, banyakkan ngocok lo makin licin tuh kepala" ujar Chaty.

"waahhh, cantik' mulutnya pedes. di ewe enak nih" ucap salah seorang dari mereka.

"BANYAK BACOT LOO, SERANGG!!!" teriakan Nala yang sudah memberi aba aba sedari tadi pada Galaxy sangat menggelegar. Bahkan Black Devil sampai terkaget.

Gendis mulai mengenakan Mouth guard miliknya dan memasang keling di sela jari jarinya. Menyeringai seperti melihat mangsa yang siap santap tepat di depannya. Ia mulai berlari dan memukuli semua yang ada di hadapannya. Tak pandang buluh, semuanya ia tikam mau wanita ataupun pria selama itu musuh selamanya akan tetap musuh.

Tak hanya Gendis, ada Oline dan Levi yang sudah sangat siap dengan tongkat bisbol di tangan mereka. Memukuli semua musuh dengan sangat brutal. Hindaran, pukulan dan serangan mereka lakukan secara bergantian tergantung situasi.

Seluruh anggota Galaxy lainnya pun tak tinggal diam. Tangan kosong, besi panjang, tongkat bisbol, krikil, balok kayu bahkan piringan Motor pun turut serta menjadi saksi dan senjata atas kebrutalan aksi tauran kali ini.

Si botak atau ketua dari Black Devil pun turut serta dalam pertarungan ini. Kali ini ia berhasil menjadi lawan dari Nala. "akhirnya by one?! inikah pemegang Galaxy itu?" ucapnya dengan randah merendahkan.

cuihh

Nala membuang ludahnya dan mengacungkan jari tengahnya pada lawan didepannya. Terseringai. Perkelahian antar ketua pun tak dapat dihindari. Tak ada yang mengalah dan tak ada pula yang terlihat akan segera kalah. Perlawanan yang sangat sengit, meskipun Nala wanita dan ia harus melawan seorang pria. Mengingat dia adalah mantan seorang atlet bela diri, tak mungkin mudah dirinya untuk dikalahkan.

Bughh

Bughh

Dua pukulan tepat mengenai pipi si botak. Tentu bukan Nala yang melakukannya, melainkan Gendis yang sudah selesai dengan kroco kroco lawannya itu. Kini ia ingin mencari lawan yang sepadan. "Gue urus dia, lo bantu yang lain" ucap Gendis sambil tersenyum.

Nala hanya menganggukkan kepalanya, ia paham betul temannya yang satu ini. Ia juga bingung, yang lain mana? semua sudah bisa di tangani oleh teman temannya. Karena tak tau harus ngapain ia pun mencoba melihat sekitar, tiba tiba saja perasaannya tak enak. Benar saja tak lama terdengar suara sirene polisi. Ia pun bergegas membubarkan, terutama Galaxy. "GUYSS POLISI, RENCANA B" teriaknya.

Semua teman temannya langsung berlari kembali ke tempat persembunyian yanh sudah mereka persiapkan. Benar benar rencana yang matang. Tapi... Gendis! ia masih di sana tak ada habisnya memukuli ketua Black Devil yang sudah babak belur itu. Dengan tergesa gesa Nala menarik dan membawa paksa Gendis meski mendapat pemberontakan dari sang empu karena dia tersulut emosi.






Beruntungnya semua selamat dan tak ada yang tertangkap, tak tau lah nasip dari lawan mereka itu. Yang terpenting sekarang masalah sudah selesai...(?) Engga, masalah ga semudah itu pergi. Biarlah yang nanti akan datang tak bisa dicegah, yang terpenting sekarang mereka bisa berdamai sementara.

"sorry ya, gue ga bisa ikut kalian"

"fokus aja sama kesembuhan lo gie, lagian kami bisa kok nanganinnya" gadis bermata ngantuk itu menaik turunkan alisnya.

"yaa, sip deh sipaling bisa diandelin" semua tertawa mendengar ucapan spontan dari Regie itu.

Saat ini anak anak Galaxy sedang berkumpul di rs, tempat Regie di rawat. Sekedar menjenguk dan memberi kabar bahagia.

CINTA ANGKASA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang