"jadi... kamu mau nyerah ya chia?" tanya Nala lirih.
"g-ga gitu nala, kok kamu malah mikir gitu sih." bantah Nachia. "gapapa kok chia, beneran gapapa. papa kamu itu lebih penting, i know."
"ck apaan sih, kamu itu juga penting"
"iya tapi lebih penting papa kamu loh chia"
"nal stop ya, alay lo begitu. lo perjuangin lah bego" Oline yang dari tadi diam karna di suruh Erine pun akhirnya buka suara untuk menanggapi temannya yang satu ini.
"tau nih, aku berjuang kamu juga berjuang. kita sama sama berjuang lah. tunjuki ke papa kalau kamu layak buat aku nalaa!" ucap Nachia. Nala mengangguk yakin. "gitu dong, masa mau nyerah kocak."
"oline kocak manuel diem ihh"
"kamu enak aja ganti ganti nama aku, di marahi mommy nanti lohh"
"biarin wle wle"
Setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka. Hingga tak terasa waktu yang terus berjalan sampai tak sadar jika sebentar lagi jam pulang sekolah. Tak ingin berlama lama di sekolah.
Nala dan Oline pun pergi kembali ke kelas mereka untuk memgambil tas. Bertepatan saat mereka sampai di kelas, bel pulang berbunyi. Mereka bergegas pulang ke rumah masing masing.
"nala nanti kamu jangan pulang dulu yaahh..." Ucap Nachia. "kenapa?" Tanya Nala sambil memasangkan helm padanya.
"ga enak di rumah jadi nyamuk, kak anin pasti lagi bucin sama regie." jelas Nachia. "ha? bukannya regie ke surabaya ya?" Tanya Nala.
"engga jadi, tadi pagi dia bilang ke kak Anin." jawab Nachia. "ihh enak banget dirinya itu, oke deh" ucap Nala yakin.
Di jalanan yang tak terlalu ramai ini Nachia memeluk kekesihnya dengan erat dari belakang. Nala sesekali mengusap tangan halus Nachia yang melingkar sempurna di perutnya. Ia juga sesekali melirik Nachia yang tersenyum ke arahnya. "nala mampir ke salon dulu dong."
"APAAA??"
"MAMPIRR KE SALONN"
"OHH OKEEEII"
Tanpa ba bi bu Nala langsung menancapkan gas dan dengan lihainya ia membelokkan stir motornya. Kini mereka berhenti tepat di salon langganan Nachia. "kamu mau potong rambut lagi?" tanya Nala.
Pasalnya Nachia baru saja potong rambut beberapa waktu lalu. "iyaa mau coba bondol, bagus ga yaaa" ucap Nachia tampak berfikir dengan pose mengetuk ngetuk dagu. "coba aja dulu, di kamu cocok cocok aja sih menurut aku" jawab Nala meyakinkan. Sebenarnya Nala sedikit ragu dengan keinginan Nachia, namun ia tak bisa membantah.
Nachia tampak mengangguk guna merespon opini dari kekasihnya itu. Kini kedua sejoli itu pun mulai memasuki salon tersebut. Aroma wewangian khas langsung menyambut indra penciuman mereka. Nachia di sambut hangat oleh pemilik salon, karena memang Nachia dan Anin sering pergi kesini.
"mau diapain lagi ini rambutnya non chia?" tanya salah satu pegawai di sana. "mau di potong gini." Nachia menunjukkan gambar referensi yang sudah ia cari di internet.
Pegawai itu mengangguk paham. Lalu mulai memnutupi pakaian Nachia dengan kain agar rambutnya tak mengotori seragamnya. "chia, aku pulang sebentar ya? biar ganti baju"
Nala izin untuk pulang sebentar, karena memang jarak antara rumahnya dan salon tersebut tak terlalu jauh. Mungkin hanya memakan waktu 15 menit perjalanan.
Nachia pun menyetujui hal itu. Ia juga tak mau membuat Nala bosan karena menunggu terlalu lama.
Sesampainya Nala di rumah ia langsung masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ia juga menyiapkan beberapa pakaian di dalam tas kosong. Takut jika Nachia menyuruhnya menginap, atau mungkin Regie akan mengajaknya ke suatu tempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA ANGKASA
Random⚠️END⚠️ Top tagar 11 Juli 2025 🥇#na2 "ga semua orang paham perasaan kami" ujar nala "tapi ga harus berantemkan? ga harus main pukul kan? kamu udah janji sama aku nal" tanya nachia "kamu mah enak chia keluarga harmonis, pinter, cantik, baik, banyak...
