14

395 18 0
                                        

Jeno menatap Jaemin yang sedang mencuci piring. Untuk saat ini dan kedepannya, ia akan selalu bersyukur karena mendapatkan jaemin yang selalu sabar menghadapinya. Dia tau kalo dia sendiri keras kepala dan ngeselin

"Mau kekamar atau disini jelasinnya?" tanya Jaemin yang sudah berada di depan Jeno 

"Sini aja" Jeno pergi mengambil laptop yang berada di ruang tamu dan segera balik ke ruang makan

Jeno memasukkan flashdisk di laptopnya dan segera membuka file yang diberikan mantannya itu

Setelah melihat isi dari file itu, mereka berdua saling menatap dan tertawa

"Well, sepertinya dia sangat tergila gila dengan sepupu ku" ucap Jaemin sambil menunjuk foto Winter yang diambil oleh Karina secara diam diam 

"Hum, aku iri" ucap Jeno dengan muka cemberut

"Iri? Iri kenapa?" tanya Jaemin bingung

"Liat Karina mencintai Winter sampai memfoto nya secara diam diam, sedangkan aku?" ucap Jeno 

Jaemin tersenyum "lebih untung kamu cattie, Karina hanya memfoto Winter sedangkan aku sudah memberikan semua yang bisa aku berikan"

Jeno tersipu saat mendengarkan ucapan Jaemin. "Ga marah lagi kan?" tanya Jeno dengan pelan, takut dia ges

Jaemin mengangguk "aku akan memberikan flashdisknya kepada Winter jangan khawatir"

"Let me hug you cattie, aku merindukanmu" sambung Jaemin 

"Ayo cuddle sambil tiduran" ucap Jeno yang sudah duduk dipangkuan Jaemin, um fast ya 

Jaemin mengangguk dan menggendong Jeno ke kamar. Biarkan mereka menikmatinya

Jika tadi Jeno yang stress, sekarang Haechan. Kasusnya mirip tapi bedanya ini mantannya langsung datang ke rumahnya dan lebih sialnya mark yang membuka pintu 

"Oh canada jinjja, sudah gue bilang gue ga ada lagi hubungan ama dia" ucap Haechan yang sudah  frustasi

Mark tidak menanggapi dan asik melihat laptopnya itu. Gini ya kalau udah jealous si bapak ini

'Dih, giliran gue diemin panik' batin Haechan kesal

Haechan mengambil laptop Mark, tentu saja membuat pemiliknya tantrum

"Hey what are you doing?!" tanya Mark yang lagi senang menonton tiba-tiba laptopnya diambil beruangnya itu 

"Ayo kita bicara" ucap Haechan yang menatap tajam dia

"Mau bicarakan kalo kamu ga ada hubungan dengan dia atau tentang hubungan kamu dengan dia?" pertanyaan Mark yang membuat Haechan naik tensi seketika

"Sialan lo, udah gue bilang kan kalo gue ga ada hubungan sama dia lagi. Dan kenapa lo sewot amat sih?!" ucap Haechan dengan ngegasnya

Mark berdiri sambil terkekeh "rupanya cincin tunangan kita yang ada di jarimu tidak ada fungsinya"

Mark berjalan kearah Haechan dan meraih tangan kirinya "bisa lihat apa yang sudah kamu pakai di jari manismu?" 

Oke Haechan terdiam, dia salah "Aku minta maaf" ucapnya setelah menghembuskan nafas yang panjang

"Well it's okay, aku yang tidak tahu fungsi cincin" ucap Mark sambil tersenyum

Sekarang mata Haechan sudah berkaca kaca karena mark tidak mau memaafkannya. Dia menatap mark. 

"Tidurlah besok ada janjian ama orangtua kita kan?" sambung Mark

"Mark... " lirih Haechan

"Renungkan kesalahanmu itu hari ini tidak ada puk puk" ucap mark lalu pergi ke kamar

Oke sip, air mata Haechan sudah keluar. Dia berjalan memasuki kamarnya dengan boneka beruang yang dipeluknya

"Mark hiks aku ga bisa tidur kalo ga ada puk puk" isaknya Haechan 

Mark menatap haechan. Tak lama kemudian ia menepuk pahanya, tentu saja dengan cepat Haechan duduk di pangkuannya sedangkan boneka beruang yang dipegangi Haechan sudah terbuang diatas karpet 

TBC..

see u kn next chapter..

ComfortableTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang