"Hannam!" teriak [name] saat melihat laki-laki itu terus melaju dan tidak berhenti.
"Woi lakuin sesuatu!" tangannya menyenggol Minwoo yang hanya diam saja.
Sambil berdecak kesal, akhirnya dia memutuskan untuk mengejar Hannam agar tidak terlalu jauh. Tak lupa berteriak agar Minwoo dan Jahyun ikut mengejar untuk menyelamatkan Hannam.
"Besok harus pasang rem nih" ucap Minwoo yang masih diam ditempat.
Jahyun yang tadinya sudah didalam rumah, keluar karena mendengar teriakan [name] yang memanggilnya. Namun dirinya hanya mendapati Minwoo seorang.
"[Name] dan Hannam sudah pulang?" tanya Jahyun bingung karena hanya mendapati Minwoo seorang diri.
Minwoo menggeleng, "[Name] mengejar Hannam, si bodoh itu bahkan tidak tau cara untuk mengerem"
***
Miyoung memperlihatkan hasil desain logo kru humming bird kepada yang lainnya. Tentu saja, Minwoo langsung memuji hasil desain sang gadis.
"Aku mau liat dong!" ucap [name], Miyoung tanpa ragu langsung memperlihatkannya.
"Aku juga mau liat" Shelly ikut-ikutan meminta Miyoung memperlihatkannya, namun gadis berambut sebahu itu menolaknya, membuat suasana menjadi mencekam karena Shelly yang kesal.
Untungnya, Hannam datang di waktu yang tepat. Laki-laki plester itu berjalan dengan pincang, membuat yang lainnya heran.
"Kau habis sunat? Kok pincang" sindir Minwoo, membuat [name] tertawa karena ucapannya.
"Aku habis latihan skidding semalam" jawab Hannam sambil meringis dan memegangi kakinya.
"Pulang sekolah temani aku pasang rem, ya. Aku nuntun sepedaku dari rumah nih" lanjut Hannam.
Walaupun sambil menertawakan Hannam, namun akhirnya [name] bangkit dari tempat duduk dan menuntunnya.
"Makasih ya [name], kamu memang teman terbaik" pujinya karena terharu.
"Aku sengaja menolong Hannam karena suasana diantara mereka gak enak" batin [Name] sambil menatap Jahyun, Yoonha, Miyoung dan Shelly secara bergantian
[Name] menyuruh Hannam duduk, namun tampaknya pembicaraan antara gadis-gadis itu mengundang perhatiannya.
"Aku juga! Ayo latihan sepeda bersama" Hannam sudah berada di depan mereka, sambil tersenyum.
"Aku juga!" Minwoo langsung membaur kembali.
"Kang Hannam! awas kau pura-pura pincang lagi!" kesal [name] karena Hannam berjalan dengan biasa saat berjalan menuju meja Jahyun.
"Beneran sakit!" jawab Hannam agak keras.
***
[Name] menguping saat para laki-laki sedang membicarakan tentang Monster. Dirinya sempat bertanya-tanya maksud dari monster itu apa. Bahkan akhirnya memilih untuk bergabung dan mendengarkan dengan seksama.
"HAH 100KM/JAM?!" seru [name] karena kaget.
"Kakiku bisa copot kalau mengayuh secepat itu" batinnya sambil memegangi kedua lututnya sendiri.
"Kalian bisa ngalahin dia?" tanya Junsu, [name] menatap Jahyun yang juga sedang menatapnya.
Hening sesaat. Untungnya Hyerim membuka pembicaraan.
"Kalian bisa pakai roller?" tanyanya.
Dan yap. Mereka kebingungan saar mendengarnya, membuat Hyerim langsung menyuruh mereka untuk mengikutinya.
"Apa ini kak?" tanya [name] saat sampai di sebuah ruangan.
"Kalian bisa latihan pedaling dan handling dasar pakai roller trainer disini" jelasnya.
"Aku mau coba" Hannam langsung maju dan memposisikan sepedanya di roller.
Dan yap. Dia oleng. [Name] panik, untungnya Hannam bisa mengontrolnya.
Laki-laki plester itu sedang mengatur nafasnya, dan melirik Jahyun yang juga sedang berlatih di atas roller di sampingnya dengan stabil.
"Kok kau jago?" tanyanya heran.
"Aku sering coba sama pamanku waktu masih kecil" jawab Jahyun sambil terus fokus.
Karena tidak bawa sepeda miliknya, [name] akhirnya duduk di sofa bersama Minwoo sambil melihat mereka berlatih.
"Capek" Hannam langsung duduk di antara Minwoo dan [name]
"Kenapa harus banyak yang harus ku bisa sih, padahal kan intinya hanya mengayuh saja" kesal si laki-laki plester itu.
"Aduh, aku kan harus pamer kebolehan ku didepan Yoonha besok" [Name] yang tadinya tidak peduli antara percakapan mereka langsung bergeser.
"Kenapa kau suka sama cewek jelek itu sih?" tanya Minwoo heran.
Hannam langsung tak terima, "Jelek apanya? Cantik banget tau!" tegasnya, Minwoo mengiyakan.
"Cie" ucap [name] membuat kedua lelaki itu meliriknya.
Hannam langsung merangkulnya sambil tertawa tidak jelas.
"Bau keringat!" emosi [name] sambil menyingkirkan tangan si plester dari bahunya.
Disebelah sana, Minwoo bergumam tentang Hannam yang suka dengan adiknya.
"Apa? Adikku? Kau kakak kandung Yoonha?" kaget Hannam dan [name] bersamaan.
"Iya. Aku dan Yoonha kembar fraternal" jelas Minwoo membuat kedua orang itu nambah terkejut.
Saat [name] masih terkejut, Hannam tiba-tiba berdiri dan berlutut di depan Minwoo.
"Kakak!" ucapnya membuat [name] tambah terkejut lagi.
Bahkan Jahyun dan Junsu yang sedang berlatih pun menoleh ke arah mereka bertiga.
udah akhir tahun aja woi?!
KAMU SEDANG MEMBACA
✮⋆˙ : 𝐰𝐢𝐧𝐝𝐛𝐫𝐞𝐚𝐤𝐞𝐫 𝐱 𝐟𝐞𝐦! 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫
Fanfiction[ON GOING] ©𝘄𝗶𝗻𝗱𝗯𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - 𝘆𝗼𝗻𝗴𝘀𝗲𝗼𝗸 𝗷𝗼 ── .✦strwbrrypncke
