11.

893 118 8
                                        

Akhirnya, hari dimana Miyoung berlatih sepeda pun tiba. Ketiga gadis itu datang lebih awal dari teman-temannya.

[Name] menyesal memilih untuk duduk diantara Shelly dan Miyoung. Pasalnya, mereka berdua saling diam saja dan mengeluarkan aura intimidasi yang kuat. Membuatnya merinding dan hanya bisa diam.

"Nih, pilih satu" Hannam datang dari arah belakang dan langsung menyodorkan plastik berisi yogurt.

[Name] langsung mengambilnya dan memilih rasa original. Lalu mengoper plastik itu ke Miyoung dan Shelly.

"Makasih" ucapnya diangguki oleh Hannam.

[Name] membuka yogurt itu dan membuang tutupnya, sama seperti yang dilakukan oleh Shelly. Membuat Miyoung dan Hannam kaget.

"Kenapa? kok kaget?" tanya [Name]

"Sebelum makan yogurt, kau harus jilat tutupnya dulu" jelas Hannam sambil menatap Shelly dan [Name] secara bergantian.

"Jorok" ucap Shelly.

"Kok jorok? bukannya semua orang begini?" bingung Hannam. Punggung laki-laki itu diusap pelan oleh Miyoung.

"Kamu gak sendiri, aku juga seperti itu kok" Miyoung mencoba memberi jawaban pada Hannam yang kebingungan.

Saat mereka berempat menikmati yogurt bersama-sama, tampak dari kejauhan seorang gadis berambut pendek sedang berjalan kearah mereka.

"Yoonha!" sapa Hannam antusias.

Dari belakang Yoonha, terlihat Jahyun dan Minwoo yang sedang menaiki sepeda milik masing-masing. Lalu, Minwoo menyapa mereka.

"Jahyun!" Shelly langsung berdiri saat melihat laki-laki berkacamata itu.

"Halo kak!" Hannam menaruh yogurt miliknya dan langsung berdiri lalu menunduk, membuat yang lainnya kaget.

"Kau nyapa siapa..?" heran Miyoung melihat tingkah temannya yang satu ini. Sedangkan Shelly menatapnya dengan aneh.

"Sstt, Hannam itu suka sama Yoonha" jelas [name] membuat kedua gadis itu tambah terkejut.

"Rahasia kita ya!" lanjutnya diangguki oleh Shelly dan Miyoung.

***

"Yoonha, ku tunjukkan kemampuan yang ku latih semalaman, lihat ya!" sombong Hannam sambil menunjuk Yoonha.

"Hah? Jangan sok keren" jawab Yoonha cuek.

"Lihat dengan teliti, Yoonha!" goda [name] sambil duduk santai di kursi bersama dengan Shelly.

Laki-laki plester itu memulainya dengan memperlihatkan teknik long skid. Namun gagal dan akhirnya dia meringkuk sambil memegang area pribadinya yang terpentok stang. Yoonha menepuk-nepuk nya mencoba menenangkan. Sedangkan [name] dan Shelly tertawa melihat kejadian itu.

Minwoo yang tadinya berdiri pun akhirnya memutuskan untuk ikut duduk bersama mereka berdua. Melihat Jahyun mengajari Miyoung cara bersepeda. Hal itu membuat Shelly kesal.

"Dasar kutu buku, bikin iri saja. Kita main juga, yuk"

"Diam deh, aku kesal, jauh-jauh sana" usir Shelly saat Minwoo mengajaknya berbicara.

"Sudah deh, cuman ngajarin main sepeda, bukan melakukan hal lain" ucap [name] saat melihat Shelly berdiri.

"Aku nggak bisa diam saja!" Shelly mulai melangkah mendekati kedua orang yang sedang belajar sepeda itu. [Name] juga ikut berdiri saat Minwoo berdiri.

"Dasar, bikin kesal" [name] melipat tangannya di dada sambil menatap Minwoo.

"Kenapa? Kau juga cemburu ya?" goda laki-laki itu membuat [name] salah tingkah.

"Nggak mungkin aku cemburu" jawabnya sambil mendorong Minwoo.

Sedangkan yang didorong hanya tertawa mendengar jawaban sang gadis.

[Name] duduk kembali dan melihat kedua gadis itu terlibat cekcok membuat Jahyun hanya bisa diam. Ia melihat Minwoo mendekat kesana lalu memegang bahu Jahyun dan pada akhirnya laki-laki berambut maroon itulah yang mengajari Miyoung bersepeda.

Sambil mendengus kesal karena hanya diam dan melihat keenam temannya sibuk sendiri. [Name] memutuskan untuk pulang saja.

Bagaimana tidak kesal? Minwoo sibuk mengajari Miyoung cara bersepeda, Shelly asik mengobrol dengan Jahyun, dan Hannam yang menggoda Yoonha. Membuat dirinya merasa seperti orang asing disana.

Teman-temannya tidak menyadari saat [name] pergi. Mereka baru sadar saat akan pulang dan saling mengucapkan selamat tinggal.

"Eh, [name] mana?" Hannam menjadi orang pertama yang sadar.

"Tadi kau sama dia, kan?" tanya Jahyun kepada Minwoo.

Minwoo mengangguk, "Sebelum mengajari Miyoung aku memang sama dia" jelasnya.

"Tapi tadi dia duduk di sana kok" lanjutnya sambil menunjuk sebuah bangku.

Jahyun tanpa pikir panjang langsung menaiki sepedanya dan pergi, membuat yang lain kaget.

"Yah, sudah biasa" ucap Hannam saat melihat yang lainnya kaget.

Pada akhirnya, mereka kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat.

ּ ֶָ֢.

[Name] duduk di ruang tamu sambil menonton drama favoritnya dengan damai. Sampai akhirnya ada seseorang yang memencet bel.

Walau kesal, ia tetap berjalan menuju pintu dan membukanya. Ternyata, yang memencet bel adalah Jahyun. Laki-laki berkacamata itu langsung menghela nafas lega.

"Kenapa?" tanya [name] bingung.

Jahyun menggeleng dan langsung pergi meninggalkan [name] yang masih kebingungan.

"Woi! Jahyun!" teriaknya saat melihat laki-laki itu masuk kedalam sebuah rumah.

[Name] menutup pintu dengan bingung, matanya melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.

Sang ibu memanggilnya untuk makan malam bersama, [name] langsung duduk di kursi dan menyantap makanan sambil mengobrol bersama ibunya.





















































happy new year y'all ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ 

✮⋆˙ : 𝐰𝐢𝐧𝐝𝐛𝐫𝐞𝐚𝐤𝐞𝐫 𝐱 𝐟𝐞𝐦! 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang