Besoknya, (name) masuk ke kelas bersama Yoonha dan Miyoung. Mereka sempat mengobrol dan merencanakan akan pergi ke bioskop bersama keesokan harinya.
Saat melewati Hannam dan Minwoo, Yoonha tiba-tiba menundukkan kepalanya, membuat Miyoung dan (name) saling bertukar pandang
karena bingung.
Miyoung hanya menghendikkan bahu, lalu menyusul Yoonha yang sudah duduk di tempatnya.
Sebelum (name) ikut menyusul mereka, Minwoo memegang bahu gadis itu.
"Loh? Mereka kenapa kok diem-dieman?" tanyanya dengan nada panik, takut terjadi sesuatu.
"Kenapa tanya aku? Tanya langsung ke Yoonha aja," jawab (name), lalu berjalan menuju meja Yoonha.
Di sana, Miyoung sudah berdiri di samping meja Yoonha, sejak tadi bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang terjadi di antara dua temannya itu.
"Nggak ada apa-apa" jawab Yoonha berulang kali, yang justru membuat (name) dan Miyoung merasa clueless.
Merasa suasana di antara mereka sangat tegang, Miyoung akhirnya mencoba membuka pembicaraan lagi.
"Besok jadi ke bioskop?" tanyanya ragu.
"Iya, aku butuh hiburan" jawab Yoonha, diangguki oleh (name).
"Aku juga ikut. Nanti aku bareng Miyoung ke rumahmu, ya?" ucap (name) sambil memegang tangan Yoonha.
"Kapan ke rumahku?" tanya Yoonha, kali ini menatap (name) dan Miyoung bergantian.
"Pulang sekolah" jawab Miyoung cepat, langsung diangguki oleh Yoonha.
Lalu mereka kembali duduk di tempat masing-masing.
Sorenya saat pulang sekolah, mereka berjalan bersama. Tapi lagi-lagi Yoonha menunduk. Sepertinya hari ini suasana hatinya sangat buruk.
Saat mereka baru saja keluar dari gerbang sekolah, Miyoung masih saja menanyakan hubungan Yoonha dengan Hannam padahal sudah berkali-kali dijelaskan.
Sementara itu, (name) menyadari ada tiga orang laki-laki yang dari tadi memperhatikan mereka.
"Guys, jalannya agak cepet" ucap (name) sambil mempercepat langkahnya.
"Kenapa? Eh—" tanya Miyoung yang langsung terhenti karena tiga orang laki-laki tadi sudah berada di depan mereka.
Ketiga laki-laki itu semuanya menatap kearah Yoonha membuat kedua gadis di sebelahnya bingung.
"Yoonha, mereka siapa?" tanya Miyoung ketakutan.
"Kamu kenal mereka?" tanya (name), Yoonha menggeleng.
Mereka bertiga digiring ke dalam gang, ternyata sudah banyak anak-anak lain di sana membuat mereka semakin takut.
Bahkan Miyoung sempat menangis, beruntungnya gadis itu sempat menelepon Hannam.
Mereka memaksa Yoonha untuk menelepon Hannam, membuat (name) kesal dan ingin sekali memukulnya.
"Kalian kenapa? Kalian duluan yang cari masalah. Cepat minggir sebelum aku telepon polisi" tegas Yoonha.
Laki-laki itu malah menanggapinya dengan meremehkan kata-kata Yoonha.
Baru saja (name) hendak memaki-maki laki-laki itu, Miyoung maju dan menghentikannya. "Hentikan!" (name) protes tapi langsung berhenti saat melihat seseorang berambut merah maju.
(Name) dan laki-laki berambut merah itu melakukan eye contact selama beberapa detik sebelum terdengar suara gesekan roda dan aspal yang memecah keheningan.
Hannam berdiri di sana, ketiga gadis itu langsung mundur. Hannam sempat terlibat cekcok dengan beberapa anak lain, tapi Hannam langsung maju dan memukul laki-laki berjaket merah sampai terkapar.
Yoonha sempat mencoba menghentikannya tapi gagal.
“Dia gila, ya?!” seru (name) saat melihat Hannam terlibat perkelahian dengan yang lainnya.
Lagi-lagi, pria berambut merah itu menatapnya kalau (name) tidak salah dengar, namanya Yubin.
Miyoung menyarankan untuk menelepon polisi tapi langsung ditolak oleh Yoonha karena dia takut polisi akan menetapkan Hannam sebagai tersangka.
“Terus gimana? Kita harus apa?” kesal (name) dan Miyoung bersamaan.
Yoonha tidak menjawab apa-apa, tapi tiba-tiba sebuah jaket terlempar ke arahnya, bersamaan dengan suara helm dijatuhkan dengan keras.
—
KAMU SEDANG MEMBACA
✮⋆˙ : 𝐰𝐢𝐧𝐝𝐛𝐫𝐞𝐚𝐤𝐞𝐫 𝐱 𝐟𝐞𝐦! 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫
Fanfiction[ON GOING] ©𝘄𝗶𝗻𝗱𝗯𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - 𝘆𝗼𝗻𝗴𝘀𝗲𝗼𝗸 𝗷𝗼 ── .✦strwbrrypncke
