Apakah Aku Satu-Satunya Untukmu? [4]

270 18 4
                                        

[SxJ]

────────────────────

"Nak, kok perasaan Mama... ga enak ya?"

Yushi menghela napas. "Ga enak gimana?" Tanyanya, mengayomi bayi dari pernikahannya di kedua tangan. "Mama belum lagi liat Jaehee, suami sahabatmu itu! Terakhir mama ketemu papasan minta obat. Mama nyampaiin dia cerita yang Mama ceritakan di meja makan, semenjak itu mama ga pernah lihat anaknya lagi."

"Mungkin momong Ryo, mah. Ryo kan masih di fase balita, tahu lah." Jawab Yushi lagi.

"Ih ga mungkin itu alasannya. Sesibuk-sibuknya Jaehee, mama sering lihat dia keluar nyari angin segar pas siang, kalau Ryo lagi tantrum, pasti dibawanya keluar rumah. Kayaknya ada yang ga betul!"

"Betul, mah. 2 hari yang lalu, pas malam aku mau telfon Jaehee, ditolak. Ditolaknya dia ga langsung kasih alasan sampai pagi ini. Aku kira ya udah lah mungkin momong Ryo, tapi kalau iya pun, ga mungkin ga bakal balas sampai 2 hari. Jaehee itu ga pernah dan ga suka jadi orang yang seperti itu!" Ucap Riku, menunjukkan layar ponselnya. Memang benar, Jaehee tidak membalas telfonnya, namun hanya meninggalkan dalam keadaan 'Dibaca'.

"Tuhkan, Mama yakin ada sesuatu di rumah tangga mereka. Samperin ke rumah mereka, yuk. Mama takut!" Yushi awalnya ingin mengelak, namun Riku tidak memberikannya kesempatan. "Kamu ikut Mamamu aja sana, aku yang mandiin Sakuya." Ucapnya, dengan terpaksa Yushi mengikuti perintahnya, jadi maung nanti kalau engga.

────────────────────


"Yayah!"

Sion mengelus punggung anaknya. "Yayah lagi ke luar kota, Iyo. Daddy sudah bilang, kan?" Ucapnya, namun Ryo tidak menggubris pertanyaan itu. Sudah 2 hari Jaehee tidak muncul di hadapannya, ia kangen.

"Yayah!" Teriaknya lagi.

Sion kesal, tidak bisakah dia menikmati waktu yang ada dengan ayahnya sendiri? Tidak terus menerus memanggil Yayah yang selalu ia dambakan kehadirannya. Kenapa selalu dia yang dicari-cari ketika tidak ada, berbalikan dengannya.

"Yayah!" Teriak ketiga kalinya, namun dengan isakan seolah-olah kecewa karena tidak kunjung munculnya seseorang yang sedang dia inginkan sekarang.

TING TONG!

"Jaehee!" Yushi memanggil namanya dari depan rumah.

Persetan. Jantung Sion berdegup kencang mendengar panggilan dari sahabatnya. Ia tahu apa maksud mereka datang ke sini.

Demikian juga Bu Sulki. Jaehee ibaratnya adek dari anak kandungnya sendiri, tahu lah rasa seorang Ibu ketika anaknya kenapa-napa. "Kok tidak nyaut, ya?"

"Sabar mah, baru berapa lama juga aku panggil." Respon Yushi, menenangkan dan mencoba untuk meredakan rasa ketakutan ibunya sendiri yang bak roller coaster. "Siapa tahu juga lagi ngurus cucian di belakang."

"Coba dibel lagi rumahnya, nak."

TING TONG!

"Duh, kok makin ga enak perasaan mama, nak?"

"Jangan dipikirin hal-hal yang negatif, ma. Siapa tahu lagi siap-siap."

Ceklek...

Sion.

"Halo Yush, Bu Sulki..." Ucapnya dengan lirih. "Ada apa? Sakuya mau... main sama Ryo, kah?"

"Jaehee ada tidak, nak?" Tanya Bu Sulki. "Sudah lama sekali tidak lihat Jaehee keluar rumah, ke taman komplek."

COMPLEMENTARY | SyonDaeng/DaengSyon Compilation FicsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang