Masih Tidur

770 26 15
                                        

[SxJ]

DRIT DRIT!!


Jaehee terbangun dari suara alarm di nakas tidur, tangannya mengucek mata yang tertutup dengan kantuk dari kemarin malam.

Ia duduk dari tidurnya, menoleh ke orang di sebelahnya yang tertidur pulas. Tersenyum, ia mengecup dahinya sebelum beranjak dari kasur untuk memulai hari.


BRRR!!

Jaehee menumbuk biji kopi dengan coffee grinder di dapur, di sebelah barang itu ada dua gelas untuk diminum pasangan tersebut. Lagi-lagi ia menoleh ke arah kamar mereka, tidak ada tanda-tanda kekasihnya akan bangun, pasti ia capek sekali dari kerjanya.

Jujur, ia ingin mendapatkan kasih cinta seperti yang biasa dikasih pagi-pagi oleh pasangannya. Namun, yang dikode masih tertidur, jadi mau tidak mau ia harus menahan keinginannya.


Waktu cepat berlalu, di meja sudah ada dua piring berisi nasi, daging sosis, dan tomat sebagai side dish, begitu juga segelas kopi di sebelah masing-masing piring. Jaehee masuk ke dalam kamar lagi, masih mendapati kekasihnya tertidur pulas, tidak bergerak sama sekali.

Jaehee berjongkok di sebelah kasur mereka, sedikit menggoyangkan tubuhnya. "Sion, ayo bangun... kamu udah mau kerja, loh..."

Namun, tidak ada respon. Sekali lagi ia membangunkannya, tetapi tetap saja nihil.

"Capek sekali kayaknya..." Jaehee berdiri, berjalan ke lemari untuk menyiapkan baju kerja untuk Sion. Setelah mengambil setelan baju yang menurutnya sesuai dengan aturan jadwal baju, ia menaruh semuanya di atas kasur. Tak ingin mengganggu, ia pergi dari sana untuk menyantap sarapannya.


Selama itu, hampa yang dirasanya. Biasanya Sion selalu di sini untuk makan bersamanya, kadang bercanda bareng, kadang deep talk. Tetapi, tidak ada orang yang ditunggu-tunggunya sedari tadi. Alhasil ia kurang menyukai sarapan kali ini, meski ia sendiri yang masak.

Di sela makannya, ia menoleh ke kalender. 14 Januari, hari ini dia akan bertemu dengan saudaranya. Jaehee beranjak dari kursinya, siap-siap untuk pergi.

Jaehee mengambil kunci motor, ketika hendak keluar rumah, ia teringat Sion belum bangun dan ia pasti akan mencari kemana dirinya pergi. Ia mengambil selembar kertas, melipat hingga memiliki 3 sisi, di salah satu sisi ia menulis "Aku pergi sama saudara". Kertas itu ditaruh dekat piring penuh makanan yang akan Sion santapi.


Hari ini, salah satu saudaranya pulang dan mengajak Jaehee untuk bermain ke dufan. Sebenarnya pertemuan mereka ini mendadak karena ibundanya bilang bahwa ada saudara yang ingin bermain dengannya di hari yang ditentukan, tentu Jaehee tidak bisa menolaknya karena sudah lama juga ia tidak bermain dengan saudara yang dimaksud.

"Jae, makanlah." Saudaranya menawarkan bungkus popcorn ke Jaehee. Jaehee menerimanya tentu saja, ia memakan satu sampai tiga biji.

"Kak Yushi tumben ngadain surprise ke aku, mendadak lagi. Aku pas dikasih tahu Mama kaget karena ga biasanya kakak info kayak gitu."

Yushi tersenyum. "Mau main aja sama kamu, udah lama juga kan kita ga main? Aku juga kangen tinggal di sini."

Jaehee mengangguk. "Sebenarnya, tadi aku mau ngajak Sion, tapi tadi masih tidur, aku coba bangunin ga mau bangun, yaudah aku tinggal." Jaehee terkekeh setelah ia mengucapkan itu.

Sementara itu, Yushi hanya terdiam. Ia tentu senang melihat Jaehee celoteh seperti itu, tetapi ada sesuatu yang ingin diungkapkannya, sekaligus menjadi alasan mengapa ia datang ke sini. Namun, ia tidak ingin menghancurkan suasana hatinya, jadi ia hanya bisa diam.

"Kak Yushi ga ambil makanan lain?" Yushi mengangkat kepalanya, ia hanya mengangguk. "Ga usah, masih ada popcorn."

Jaehee mengangguk. Entah mengapa, usai ia ngomong tentang kekasihnya ke Kak Yushi, ada rasa resah dalam hatinya.


Jaehee pulang dari kegiatan di dufan, ia terkejut melihat kertas yang masih tertata di sana, sarapan dan gelas kopi yang mulai dijajah oleh semut. Mana mungkin Sion melupakan sarapannya? Tidak mungkin ia masih tertidur sampai sekarang.

Ia masuk ke kamar mereka, tidak ada figur Sion di sana, tetapi baju kerja yang diambilnya masih terbaring rapi.

"Sion? Kak Sion?!" Jaehee memanggil namanya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Ia meraih ponsel yang tersimpan dalam saku celana, memanggil nomornya.

'Maaf, nomor yang anda hubungi tidak aktif'

"Maksudnya?" Jaehee bertanya dengan dirinya sendiri. Sebelum ia bisa memanggil lagi, ia mendapat pesan dari mertuanya.


────────────────────────

Bunda Oh

Nak, nisannya sudah mama pesan ya, kamu tidak usah repot.

Nisan? Nisan siapa, Bunda?

Nak...

Kamu lupa, ya? Bunda minta tolong ikhlas ya...

Ikhlas? Ikhlas apanya Bunda?

Sion...

Dia yang menyelamatkanmu ketika kamu hampir terseret Rip Current di pantai minggu kemarin.

Naasnya, dia terseret dan setelah dicari-cari, raganya ketemu tetapi jiwanya sudah tidak ada

────────────────────────

COMPLEMENTARY | SyonDaeng/DaengSyon Compilation FicsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang