[JxS]
────
Jari telunjuk perlahan mengelus halus pipi pemilik lelaki muda yang tengah membaringkan kepalanya di lengan perempuan lebih tua darinya. Mata pemuda itu terpejam seperti orang yang tidur terlelap. Lama-lama, darah yang sudah mengucur sedari tadi akhirnya menetes ke jalan bawah jembatan. Isakan yang sedari tadi menjerit belum kunjung berhenti, kenapa bisa ada suara isak? Apa asal usulnya?
"Sialan." Di hadapan mereka, seseorang mengumpat sembari memegang erat pistol di tangan kirinya, tangannya bergetar setelah ia mengetahui ia melakukan suatu kesalahan yang besar. Di kesunyian ini, isakan itu tetap bisa terdengar, tidak hanya tangis kesedihan, tetapi juga tangis penyesalan. Ia menyesal membuat orang yang kini dipeluknya panik, mencari dia jerih payah, hanya untuk pada akhirnya dia yang bersimbah darah di tangan seseorang yang selama ini ingin sekali dia ketemu setelah sekian lama.
Untuk pertama kalinya, perempuan itu menatap pelaku yang telah membunuh teman hidupnya, kedua tangannya masih erat merangkul tubuh yang sudah tidak berdaya itu. "Semua ini... kekacauan malam ini... adalah salahku... aku egois, aku tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan kepadamu... keegoisan ini membuatku kehilangan seorang teman... teman hidup... kita seperti 2 sepatu, selalu bersama... aku kehilangan sepatu kananku... kamu tahu apa yang terjadi kepada sepatu kiri?"
Orang itu menggeleng. "Sepatu kiri harus ikut meratapi nasib dari sepatu kanan, karena dia tidak bisa berpisah darinya... seperti aku juga yang kehilangan dia..."
*"Aku harus mengikutinya"* Ia melihat pistol yang digenggam oleh orang itu. "Tembaklah seperti yang kamu inginkan sedari awal, aku ikhlas jika di kehidupan lain nantinya aku bisa bertemu dengan dia lagi..."
────────────────────
"Menurutmu, kamu pernah hidup di jaman dahulu atau ini pertama kalinya bagimu?" Tanya lelaki bernama Jaehee. "Mungkin pernah..."
Jaehee terkejut mendengarnya. "Wah, sama! Kamu tahu kan yang idol-idol lakukan untuk cerita ulang siapakah kita dahulunya, aku pernah dan aku dapat sebagai seorang laki-laki biasa, aku waktu itu menemukan cinta sejatiku, tetapi belum sempat aku menyatakan cinta, aku tertembak oleh orang yang tidak kenal, di saat aku sedang menyelamatkannya..."
"Tragis." Jaehee mengangguk. "Kalau kamu, Sion? Apakah kamu pernah mencoba itu?"
Sion terdiam, bukan karena ia tidak tahu atau pernah main, tetapi cerita ini persis dengan kehidupan dia sebelumnya dan ia tahu, yang Jaehee maksud "Cinta sejati" adalah tidak lain dirinya sendiri.
────────────────────
THE END
────────────────────
KAMU SEDANG MEMBACA
COMPLEMENTARY | SyonDaeng/DaengSyon Compilation Fics
FanfictionIsinya khusus pair Syondaeng/Daengsyon. Kalau mau couple lain bisa baca atau request ke book aku yang satunya. [Sion!Switch X Jaehee!Switch | BxB | Nonbaku]
