√ 25

131 10 0
                                        

Hello welcome guys 👋

Tidak ada kata² lanjutan buat hari ini. Selamat membacaa ^_^

Firasat Askar semakin nyata! Sosok hitam berjubah sudah keterlaluan baginya, padahal Askar baru saja siuman. Selagi ia belum menyerang, rasanya Askar masih berani untuk mengamati jendela kamar.

Mau sampai kapan dia bakal gitu terus? batin Askar.

Diam-diam tangan Askar merogoh saku celana. Askar tidak menyangka kalau kepalanya menjadi pusing hingga berdenyut kencang.

"Arrgh!! Ini pasti ulah jubah itu! Sejak kapan dia bisa masuk ke kamar gue?"

Askar segera pergi mencari tempat aman, sedangkan tangan lelaki itu sudah menemukan surat yang sejak tadi menggumpal di celananya.

"Semua barang bukti sudah ada di gudang. Lo mau serahin diri atau Nara kena imbasnya?" Askar membaca lantang surat tersebut dengan gemetar.

Tanpa berpikir pun, Askar sudah tahu harus melakukan apa. Maka, lelaki itu memilih untuk menghampiri lokasi tujuan surat, daripada membiarkan nyawa Nara terancam.

Sontak Askar berlari kencang, secepat mungkin ingin menyelamatkan Nara.

Namun....

Dang!!

Ada sesuatu yang janggal di tempat ini. Punggungnya telah membelakangi 4 karung besar. Askar membulatkan mata lebar, situasi ini terlalu mendadak dan berada di luar prediksinya.

Srinng...

Sring...

Suara gesekan benda tajam telah mengusik telinga Askar.

Sosok yang awalnya hanya siluet, kini langsung muncul di hadapan Askar.

"Well... you shouldn't have come, but you think too much about her than yourself."

"Lo kayak bukan Nara yang gue kenal baru ngomong english begitu. Langsung to the point aja, kenapa lo ngelakuin semuanya?" Askar menelan saliva, bahkan keringat hampir ikut masuk ke bibirnya.

"Tujuan gue simple. Mau mancing lo sebagai sasaran empuk gue disini." Giliran Nara. Gadis yang terkesan psiko itu langsung menggosokkan badan pisau menggunakan telapak tangan.

"Ishhh..." gigi Askar terasa ikut ngilu menyikapi pemandangan gesekan pisau.

"Kenapa? Ngeri liat gue yang sekarang?"

"Jadi lo... ternyata lo biang kerok yang ngejar-ngejar gue pake jas item?" Suara Askar gemetar melebihi deruman motor.

"Terus kalau kebongkar, lo mau apa? Lapor polisi juga percuma karena sekarang gue yang bakal menghakimi lo habis-habisan."

Tsk!!

"ARRRGGHH!!"

Dalam sedetik ujung pisau sudah mengenai lengan Askar. Belum puas terhadap siksaan, Nara mendorong pisau sedalam mungkin.

Tanpa belas kasihan...

Karena di balik mata Nara, ada sebuah dendam yang berkobar....

"KENAPA LO SEOLAH JADI YANG PALING MENDERITA?! GUE MUAK SAMA LOO!!"

Theory 247  ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang